Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Kesiapan Menikah Pada Lajang Dewasa Awal Di Desa Paniaran. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan resiliensi yang dimiliki ketiga subjek dilihat dari aspek regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, empati, analisis penyebab masalah, efikasi diri dan menemukan jalan keluar ditemukan : Regulasi emosi pada remaja yang memiliki orangtua bercerai yang dilakukan dengan cara sebagai berikut : C.V memendam perasaannya, sementara S.V.N sering kali tidak memperdulikan situasi sebelum meluapkan emosinya, meski kadang mengungkapkannya dalam kesendirian. Permasalahan memiliki orangtua bercerai, menimbulkan dorongan-dorongan yaitu : C.V dan G.S.M mampu menahan keinginan sepernuhnya, sementara S.V.N kesulitan menahan dorongan tetapi mengalihkan keinginan tersebut ke aktivitas lain karena pertimbangan ekonomi. Permasalahan memiliki orangtua bercerai yang dialami oleh remaja yaitu: C.V belum mengetahui apa yang menjadi impiannya karena tidak ada yang menuntun dan mengajarinya untuk memiliki impian di masa depan. Namun, mereka memiliki pendekatan yang berbeda dalam menangani masalah tersebut dan tidak selalu terfokus memikirkan permasalahan dari perceraian orangtuanya. C.V aktif mendukung dan mendengarkan orang di sekelilingnya, S.V.N fokus pada keluarga dan kesulitan memahami teman, sementara G.S.M menunjukkan empati melalui dukungan kepada teman dan keterlibatan dalam komunikasi keluarga.C.V merasakan iri terhadap teman, S.V.N kesulitan membangun hubungan dan kepercayaan, sementara G.S.M merasa membutuhkan dukungan orangtua dalam perkembangan saat ini. Mereka mengatasi dampak tersebut dengan cara yang berbeda, seperti fokus pada pencapaian pribadi, mencari dukungan, atau belajar dari pengalaman
Copyrights © 2022