Kekeringan merupakan salah satu permasalahan utama yang memengaruhi produktivitas sektor pertanian, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran kekeringan lahan pertanian menggunakan data citra satelit penginderaan jauh tahun 2024 dengan pendekatan Vegetation Health Index (VHI). VHI merupakan indeks gabungan dari Vegetation Condition Index (VCI) dan Temperature Condition Index (TCI) yang mampu memberikan informasi komprehensif mengenai kondisi vegetasi dan stres termal pada tanaman. Data yang digunakan meliputi citra satelit MODIS yang diolah untuk menghitung VCI dan TCI. Proses analisis dilakukan melalui pemrosesan citra menggunakan Google Earth Engine dan perangkat lunak ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kekeringan lahan pertanian di Jawa Tengah bervariasi, dengan wilayah tertentu seperti Pantura dan daerah pegunungan menunjukkan tingkat kekeringan yang tinggi. Sebaran kekeringan paling parah terjadi pada periode musim kemarau dengan nilai VHI yang rendah (<10) berada di Kabupaten Grobogan, Rembang, Pati, dan Blora. Luas kekeringan pertanian di Jawa Tengah pada tahun 2024 yakni kekeringan ekstrim seluas 31,54 km2, kuat seluas 194,19 km2, sedang seluas 778,61 km2, rendah seluas 3377,00 km2, dan normal seluas 14652 km2. Temuan ini memberikan informasi penting bagi pengambil kebijakan untuk merancang strategi mitigasi seperti pengelolaan sumber daya air, penerapan teknologi irigasi, dan peningkatan kesadaran petani terhadap risiko kekeringan. Penelitian ini membuktikan bahwa penginderaan jauh berbasis VHI dapat menjadi alat yang efektif dan efisien untuk memantau kondisi kekeringan pada skala regional.