Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEMANUSIAAN DAN KEAMANAN: KEBIJAKAN PERBATASAN DALAM MENANGGAPI KRISIS MIGRASI ROHINGYA Audi, Moch. Julian Rizqy; Saira, Muhamad Edsel Pringga Putra; Sholeh, Badrus
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v9i1.5804

Abstract

Krisis migrasi Rohingya menimbulkan dilema antara aspek kemanusiaan dan keamanan bagi negara-negara di Asia Tenggara. Konflik etnis yang berkepanjangan di Myanmar telah menyebabkan eksodus massal suku Rohingya ke negara-negara seperti Bangladesh, Malaysia, dan Thailand. Krisis ini memaksa pemerintah negara-negara tersebut untuk menyeimbangkan antara penegakan keamanan perbatasan dan tanggung jawab kemanusiaan dalam melindungi pengungsi yang rentan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis, dengan teknik pengumpulan data sekunder dari berbagai sumber, seperti laporan kebijakan, jurnal ilmiah, dokumen organisasi internasional, serta data dari lembaga kemanusiaan. Analisis dilakukan dengan pendekatan teori sekuritisasi dan hak asasi manusia guna mengevaluasi kebijakan perbatasan negara-negara penerima migran dan dampaknya terhadap pengungsi Rohingya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak negara di kawasan Asia Tenggara cenderung memperketat kebijakan imigrasi mereka, yang sering kali mengabaikan standar internasional mengenai perlindungan pengungsi. Kebijakan ini menciptakan ketegangan antara upaya menjaga stabilitas nasional dan memenuhi komitmen internasional terhadap hak asasi manusia. Kesimpulan artikel ini menyoroti perlunya pendekatan yang lebih seimbang dan berkelanjutan, yang tidak hanya mempertimbangkan aspek keamanan tetapi juga memastikan perlindungan hak-hak pengungsi. Selain itu, kerja sama regional dan internasional sangat diperlukan dalam mencari solusi jangka panjang terhadap krisis migrasi ini.
Transcending Bodily Boundaries: The Existence of Women in Naguib Mahfouz’s Short Story Tahwida from the Collection Hams al-Nujum through Simone de Beauvoir’s Existential Feminism Perspective Audi, Moch. Julian Rizqy; Rohman, Abdul
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 02 (2025): Artikel Riset Periode November 2025
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v5i02.7109

Abstract

This study examines the representation of women's existence through the character of Tawhida in Naguib Mahfouz's short story Tahwida using Simone de Beauvoir's existential feminism perspective. This perspective views women not as objects of patriarchal culture, but as subjects who have awareness, freedom, and authenticity in determining their existence. Using a descriptive qualitative method and a literature review approach, this study focuses on collecting data and information from various written sources, such as books, scientific journals, articles, and documents relevant to this research. This study explores how the body, subjectivity, spirituality, and social relations of the character Tawhida represent women's struggles in facing social constructs that limit their freedom of movement. The results of the study show that Tawhida is not merely a symbol of beauty or domestication, but rather an autonomous, spiritual, and intellectual woman. She transcends the social boundaries that constrain her and demonstrates the ability to consciously interpret her life. In the context of modern Arabic literature, the representation of Tawhida marks a paradigm shift from passive women to active, critical, and empowered subjects. Thus, this study confirms that female characters in literary works can be a means of articulating women's authentic existence, as well as a form of resistance against the objectification and subordination attached to women's bodies and social roles.