Permasalahan yang dihadapi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan termasuk permasalahan etik atau dilema etik yang menyebabkan perawat harus membuat pilihan diantara alternatif yang tidak diinginkan. Proses pengambilan keputusan etik oleh perawat dapat ditingkatkan dengan mengklarifikasi nilai pribadi dan profesi, penggunaan kerangka kerja dan prinsip moral dan terbiasa dengan kode etik. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan pembelajaran menggunakan metode Diskusi Refleksi Kasus/ DRK. DRK adalah suatu metode pembelajaran dalam merefleksikan pengalaman perawat. Dalam penelitian ini, metode DRK digunakan untuk meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan etik perawat. Tujuan penelitian: mengetahui pengaruh DRK terhadap kualitas pengambilan keputusan etik sebelum dan sesudah pelaksanaan DRK oleh perawat klinis di RS X dan RS Y Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre – eksperimen one group pretest-posttest design. Jumlah sampel sebanyak 46 responden yang terlebih dahulu mendapatkan pelatihan DRK dan selanjutnya melakukan DRK. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan instrumen yang telah valid dan reliabel (Chronbach Alpha >0.284). Hasil: penelitian menunjukkan perbedaan rata – rata selisih nilai kualitas pengambilan keputusan etik sebelum dan sesudah DRK dengan tingkat signifikansi 0.00 < 0.05. Analisis multivariat menunjukkan hasil bahwa secara statistik dan secara bersama – sama variabel kelengkapan DRK dan kelengkapan proses analisis pengambilan keputusan berpengaruh terhadap peningkatan nilai kualitas pengambilan keputusan etik dengan signifikansi 0.00< 0.05. Kemampuan variabel tersebut dalam menjelaskan selisih nilai kualitas pengambilan keputusan adalah sebesar 9,12%. Kesimpulan: DRK memiliki pengaruh terhadap selisih rata – rata nilai kualitas pengambilan keputusan sebelum dan sesudah DRK