Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGALAMAN SPIRITUALITAS DOA PASIEN HIV/AIDS DI RSUD SAWERIGADING PALOPO DENGAN PENDEKATAN TEORI CALISTA ROY Sugiyanto, Sugiyanto; Tarigan, Emiliana; Kusumaningsih, Indriati
Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA (JKSP) Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan saelmakers perdana
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.771 KB) | DOI: 10.32524/jksp.v1i2.386

Abstract

When a person has been diagnosed with HIV/AIDS, he will experience changes in his life such as changes in behavior, social change, and psychological changes. These changes can be a mental pressure or psychological stressors for people with HIV/AIDS. Conditions like this, people with HIV / AIDS need a lot of support, one of which is the support of spirituality. Spirituality and praying aspects may not be separated from human life, either in health or unhealthy/ill condition.  Closely, it is correlated with treatment process for patient with HIV/AIDS. The aim of research is to discovering spirituality and praying experience to patient with HIV/AIDS with the approach of the Calista Roy Nursing Theory. This research design is qualitative with phenomenology approach. Four participants had participated in this research by telling his/her related with spirituality and praying experience. Data collection conducted using of indeepth interview and using aid tool of interview guide, field research/notes, and document study. The data analyze using both Collaizi (1978) and software of QSR Nvivo. This research result reveals seven (7) themes those are: (1) sorrow process of HIV/AIDS patient; (2) family support to HIV/AIDS  patient; (3) HIV/AIDS  value against sufferer; (4) method of approaching God (5) essence of praying for HIV/AIDS  sufferer; (6) life wishing/acceptance, and (7) nursery service wish. This research recommend for further research related with  gender variance, increasing of service quality of nursery holistically and spiritual aspect more specifically as well as to grow caring attitude to implement  nursery to patient. Keyword: Spiritual, Praying, HIV/AIDS, Calista Roy Nursing Theory
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KOMUNIKASI INTERPERSONAL PERAWAT DENGAN PASIEN : LITERATUR REVIEW Johanis, Feybe Susanty; Tarigan, Emiliana
Jurnal Penelitian Keperawatan Medik Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Keperawatan Medik
Publisher : Fakultas Keperawatan Institut Kesehatan Deli Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpkm.v7i2.1939

Abstract

Latar Belakang: Kecerdasan Emosional atau Emotional Intelligence (EI) adalah salah salah satu unsur penting dalam pribadi seseorang. Profesi keperawatan sangat membutuhkan kecerdasan emosional karena profesi ini sering berhubungan dengan orang yang sedang mengalami gangguan kesehatan. Kemampuan berkomunikasi interpersonal yang baik dan efektif sangat diperlukan oleh perawat agar dapat menjalani semua aktivitasnya dengan lancar terutama ketika melakukan aktivitas dalam situasi melayani pasien. Kemampuan seperti pengendalian diri, semangat dan ketekunan serta mampu untuk memotivasi diri sendiri sangat diperlukan agar perawat dapat bekerja dengan optimal dan tidak mudah terpengaruh secara emosional, selain juga dapat memberikan ketenangan dan menguatkan diri si pasien dalam menghadapi penyakitnya. Tujuan: Literatur review ini bertujuan untuk memberi gambaran pengaruh kecerdasan emosional perawat terhadap komunikasi interpersonal perawat dengan pasien. Metode penelitian: Jurnal yang digunakan dalam literature review berjumlah 20 jurnal. Penelusuran jurnal dilakukan melalui Google Scholar, Crossref, ProQuest, Emerald Insight penyeleksian jurnal menggunakan panduan protokol (PRISMA) mulai dari identification, screening, eligibility dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2023. Hasil: Analisis literature review menunjukkan kemampuan untuk mengenali emosi diri dan emosi orang lain, kemampuan memotivasi diri, kemampuan mengelola emosi dan membina hubungan melalui komunikasi interpersonl mempunyai peran yang penting dalam hubungan perawat dengan pasiennya. Kesimpulan: Kecerdasan emosional perawat adalah mengelola emosi dan membina hubungan melalui komunikasi interpersonal yang baik.
EFEKTIFITAS PELATIHAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN BAGI KETUA TIM TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI METRO HOSPITALS CIKUPA KABUPATEN TANGERANG Sirait, Jesman Jhonny; Tarigan, Emiliana; Supardi, Sudibyo
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5 No 1 (2022): JURNAL MUTIARA NERS
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmn.v5i1.2306

Abstract

Leadership in nursing management will affect the quality of nurse services and patient satisfaction, seen from access, effectiveness, efficiency, safety and security, continuity of service, and service standards to patients. This study aims to identify the effectiveness of Leadership and Management training for team leaders on patient satisfaction, using a Pre-experiment two groups post test design at Metro Hospitals Cikupa on 11 June - 11 August 2021. The team leader trained as many as 20 nurses and 9 nurses in the control group. The impact of the training was assessed based on satisfaction with 393 hospitalized patients in both groups. Data collection tools are questionnaires and Chi-Square Test Data Analysis and Multivariate Logistic Regression Test. The results showed that the satisfaction of inpatients based on 5 dimensions (tangibles, empathy, reliability, responsiveness, assurance) the largest percentage of the intervention group was satisfied and the control group was the largest quite satisfied. The effect of training was statistically significant (p<0.05). Inpatients in the intervention group had 8.5 times higher probability of satisfaction than patients in the control group. Patient characteristics, namely age, education, occupation and class of care were significantly related to inpatient satisfaction (p<0.05). This study recommends ongoing leadership and management training for all team leaders in the hospital, continuous monitoring and evaluation of patient satisfaction.
Pengaruh Diskusi Refleksi Kasus Terhadap Kualitas Pengambilan Keputusan Etik Perawat Klinis Herlina S, Elisabeth; Tarigan, Emiliana; Hapsari T, Dwi
Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i5.2217

Abstract

Permasalahan yang dihadapi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan termasuk permasalahan etik atau dilema etik yang menyebabkan perawat harus membuat pilihan diantara alternatif yang tidak diinginkan. Proses pengambilan keputusan etik oleh perawat dapat ditingkatkan dengan mengklarifikasi nilai pribadi dan profesi, penggunaan kerangka kerja dan prinsip moral dan terbiasa dengan kode etik. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan pembelajaran menggunakan metode Diskusi Refleksi Kasus/ DRK. DRK adalah suatu metode pembelajaran dalam merefleksikan pengalaman perawat. Dalam penelitian ini, metode DRK digunakan untuk meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan etik perawat. Tujuan penelitian: mengetahui pengaruh DRK terhadap kualitas pengambilan keputusan etik sebelum dan sesudah pelaksanaan DRK oleh perawat klinis di RS X dan RS Y Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre – eksperimen one group pretest-posttest design. Jumlah sampel sebanyak 46 responden yang terlebih dahulu mendapatkan pelatihan DRK dan selanjutnya melakukan DRK. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan instrumen yang telah valid dan reliabel (Chronbach Alpha >0.284). Hasil: penelitian menunjukkan perbedaan rata – rata selisih nilai kualitas pengambilan keputusan etik sebelum dan sesudah DRK dengan tingkat signifikansi 0.00 < 0.05. Analisis multivariat menunjukkan hasil bahwa secara statistik dan secara bersama – sama variabel kelengkapan DRK dan kelengkapan proses analisis pengambilan keputusan berpengaruh terhadap peningkatan nilai kualitas pengambilan keputusan etik dengan signifikansi 0.00< 0.05. Kemampuan variabel tersebut dalam menjelaskan selisih nilai kualitas pengambilan keputusan adalah sebesar 9,12%. Kesimpulan: DRK memiliki pengaruh terhadap selisih rata – rata nilai kualitas pengambilan keputusan sebelum dan sesudah DRK
EFEKTIVITAS MODEL SAFEWARDS DALAM MENGURANGI KEKERASAN DAN KONFLIK DI LINGKUNGAN UNIT PERAWATAN PSIKIATRI Lasma, Junita; Tarigan, Emiliana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43397

Abstract

Konflik dan penggunaan tindakan koersif di bangsal psikiatri merupakan tantangan besar yang dapat berdampak negatif pada pasien dan staf. Model Safewards hadir sebagai pendekatan berbasis bukti untuk mengatasi masalah ini melalui intervensi yang terstruktur. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model Safewards dalam menciptakan lingkungan perawatan yang lebih aman dan harmonis. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menganalisis artikel dari basis data terpercaya seperti Scopus, ScienceDirect, dan PubMed. Artikel yang dipilih memenuhi kriteria inklusi, yaitu berfokus pada implementasi model Safewards di konteks psikiatri dan unit kesehatan mental lainnya. Analisis dilakukan dengan alat penilaian kritis seperti CASP dan JBI. Hasil menunjukkan bahwa penerapan model Safewards mampu mengurangi konflik serta tindakan koersif, termasuk penahanan fisik dan sedasi paksa. Selain itu, model ini juga terbukti meningkatkan hubungan terapeutik antara staf dan pasien, menciptakan suasana yang lebih kondusif di bangsal. Diskusi: Keberhasilan implementasi model Safewards dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti dukungan manajemen, pelatihan yang memadai, dan adaptasi dengan konteks lokal. Hambatan yang dihadapi meliputi pelatihan staf dan dukungan manajemen. Model Safewards telah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas lingkungan perawatan psikiatri dengan mengurangi konflik dan tindakan koersif. Dukungan berkelanjutan dan pelatihan intensif diperlukan untuk memastikan penerapan yang optimal di berbagai layanan kesehatan mental.  
Application of Nurses' Clinical Authority at Hospital X Jakarta: A Study of the Implementation of Clinical Assignment Letters Lumban Tobing, Masri Desy Suzanna; Tarigan, Emiliana; Kusumaningsih, Indriati
Ascarya: Journal of Islamic Science, Culture, and Social Studies Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Alumni dan Santri Mahyajatul Qurro'

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53754/iscs.v4i1.653

Abstract

Clinical nurses ought to exercise their clinical authority in accordance with the provisions outlined in the Clinical Assignment Letter and Details of Clinical Authority, as well as complete the credentialing process. However, this implementation has not been fully utilized or communicated to staff at Hospital. The aim of this research is to identify the mechanism for implementing clinical authority for PK I-III nurses upon receiving SPK in the inpatient room at Hospital X Jakarta. The research design utilizes the qualitative approach of hermeneutic phenomenology, and data collection is carried out through in-depth interviews. A total of 17 participants are involved, including 14 clinical nurses (PK I: 6, PK II: 6, PK III: 2), as well as 3 managerial nurses (2 heads of inpatient units and 1 inpatient coordinator). The thematic data analysis follows the Colaizzi method, and 3 themes emerge from the research findings: the application of clinical authority for PK I-III nurses, the availability of management elements in the application of clinical authority for PK I-III, and the lack of optimal management functions in the application of PK. The application of clinical authority in this research encompasses independent and collaborative actions, and it is essential to strengthen regulations, resocialize, and implement an electronic system to facilitate processes. To ensure that nurses work according to their qualification level, hospitals should reinforce regulations and supervision, provide support and commitment, and resocialize SPO, SPK, and RKK.
Implementation of Coaching of Room Head on Work Motivation in Improving Caring Behavior of Implementing Nurses Tarigan, Juliani; Tarigan, Emiliana; Hastono, Sutanto Priyo
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6865

Abstract

Public demand for health services to provide quality services. Good quality is usually supported by high work motivation. Good work motivation provides humane care for patients. Humanist behavior treats patients as human beings who must be cared for and served with a sincere heart which is called Caring behavior. Caring behavior is an attitude of Caring and concern for patients. One of the efforts to improve the Caring behavior of nurses is through the implementation of coaching training provided by the head of the room and the head of the room provides coaching conversation sessions to implementing nurses. The purpose of the study was to find out the implementation of ward head coaching on work motivation and characteristics of implementing nurses in increasing Caring behavior at M. Tangerang Hospital. This research method uses a quantitative method with a quasi-experimental design with a pretest-post-test control group design, namely a two-group design that was selected by consecutive sampling. The samples of this study by consecutive sampling, were 40 nurses 30 nurses in the intervention group and 10 nurses in the control group. The head coaching technique training with pre and post test scores got an increase of 24%. Univariate results showed an increase in Caring behavior in the intervention group by 10% after the implementation of coaching. The results of the independent sample t-test obtained a significance value (Sig.) of 0.029, smaller than 0.05, indicating that there was a difference in Caring behavior between the nurses in the intervention group and the nurses in the control group after the implementation of coaching by the head of the room. Suggestions for further research are to conduct research using qualitative methods.
Pengaruh Diskusi Refleksi Kasus Terhadap Kualitas Pengambilan Keputusan Etik Perawat Klinis Herlina S, Elisabeth; Tarigan, Emiliana; Hapsari T, Dwi
Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i5.2217

Abstract

Permasalahan yang dihadapi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan termasuk permasalahan etik atau dilema etik yang menyebabkan perawat harus membuat pilihan diantara alternatif yang tidak diinginkan. Proses pengambilan keputusan etik oleh perawat dapat ditingkatkan dengan mengklarifikasi nilai pribadi dan profesi, penggunaan kerangka kerja dan prinsip moral dan terbiasa dengan kode etik. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan pembelajaran menggunakan metode Diskusi Refleksi Kasus/ DRK. DRK adalah suatu metode pembelajaran dalam merefleksikan pengalaman perawat. Dalam penelitian ini, metode DRK digunakan untuk meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan etik perawat. Tujuan penelitian: mengetahui pengaruh DRK terhadap kualitas pengambilan keputusan etik sebelum dan sesudah pelaksanaan DRK oleh perawat klinis di RS X dan RS Y Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre – eksperimen one group pretest-posttest design. Jumlah sampel sebanyak 46 responden yang terlebih dahulu mendapatkan pelatihan DRK dan selanjutnya melakukan DRK. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan instrumen yang telah valid dan reliabel (Chronbach Alpha >0.284). Hasil: penelitian menunjukkan perbedaan rata – rata selisih nilai kualitas pengambilan keputusan etik sebelum dan sesudah DRK dengan tingkat signifikansi 0.00 < 0.05. Analisis multivariat menunjukkan hasil bahwa secara statistik dan secara bersama – sama variabel kelengkapan DRK dan kelengkapan proses analisis pengambilan keputusan berpengaruh terhadap peningkatan nilai kualitas pengambilan keputusan etik dengan signifikansi 0.00< 0.05. Kemampuan variabel tersebut dalam menjelaskan selisih nilai kualitas pengambilan keputusan adalah sebesar 9,12%. Kesimpulan: DRK memiliki pengaruh terhadap selisih rata – rata nilai kualitas pengambilan keputusan sebelum dan sesudah DRK