Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Chronic Dacryosistitis With Lacrimal Sac Fistula In Bali Mandara General Hospital Berliani Tanaya, Lisa; Marina, Sari
Journals of Ners Community Vol 14 No 2 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.2757

Abstract

Dakriosistitis adalah peradangan kantung lakrimal yang disebabkan oleh obstruksi duktus nasolakrimal. Dakriosistitis pada orang dewasa lebih banyak menyerang wanita. Dacryocystorhinostomy (DCR) adalah manajemen definitif bedah untuk dacryocystitis. Tingkat keberhasilan dikaitkan dengan usia dan durasi obstruksi. Wanita 69 tahun datang ke RS Bali Mandara dengan keluhan keluar cairan dari mata kiri dan lubang di hidung kiri atas sejak satu minggu yang lalu. Mula-mula keluhan diikuti epifora, nyeri, bengkak, kemerahan pada kulit, dan timbul sekret mukopurulen sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu sebelum pasien datang ke rumah sakit. Namun sekarang keluhan tersebut sudah tidak ada lagi. Pemeriksaan fisik pasien normal. Pemeriksaan oftalmologi ketajaman penglihatan 20/80 untuk mata kanan, 20/60 untuk mata kiri, tekanan intraokular normal untuk kedua mata. Pergerakan bola mata normal. Pemeriksaan segmen anterior mata kanan normal. Pemeriksaan segmen anterior mata kiri kemerahan dan nyeri pada fistula sakus lakrimal. Dari pemeriksaan dia didiagnosis sebagai darcyocystitis kronis dengan fistula sakus lakrimal. Pada pasien dilakukan dacryocystorhinostomy eksternal (EXT - DCR) dan pemasangan silicon tube menggunakan anestesi umum. Penting untuk melanjutkan perawatan pada pasien untuk mencegah komplikasi dan kegagalan terapi. Dakriosistitis adalah peradangan pada kantung lakrimal akibat sumbatan pada duktus nasolakrimalis. Pengobatan untuk dacryocystitis dapat berupa farmakologis atau non-farmakologis. Pemberian antibiotik dengan dosis yang tepat dan kompres hangat merupakan terapi konservatif pada dakriosistitis akut. Pada dacryocystitis kronis, dacryocystorhinostomy (DCR) dapat mencegah kasus kekambuhan.
Karakteristik Konjungtivitis Di Puskesmas Besikama Kabupaten Malaka – Nusa Tenggara Timur Maret 2019 – Mei 2020 Berliani Tanaya, Lisa
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v2i3.917

Abstract

Pendahuluan: Konjungtivitis adalah suatu penyakit yang terdapat pada mata yang paling banyak dan sering di temui di masyarakat yang mengenai konjungtiva dari mata. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kerakteristik konjungtivitis di Puskesmas Besikama, Kabupaten Malaka, Nusa tenggara Timur periode maret 2019 sampai mei 2020. Metode penelitian: penelitian deskriptif retrospektif cross sectional dengan mengumpulkan data dari rekam medis di Puskesmas Besikama pada bulan September 2020. Hasil: Dari 108 kasus konjungtivitis di Puskesmas Besikama pada periode maret 2019 sampai mei 2020 didapatkan kasus terbanyak pada umur 0-19 tahun, pada perempuan, gejala klinis yang timbul mata merah, lokasi gejala klinis bilateral, dan terapi terbanyak adalah antibiotik tetes mata. Diskusi: Konjungtivitis dapat terjadi pada semua orang baik jenis kelamin laki – laki maupun perempuan, terdapat di semua kelompok usia yang bervariasi dan dengan gejala yang berbeda pada setiap individu, pengobatannya pun dapat disesuaikan dengan penyebab konjungtivitis pada pasien yang berobat. Pemilihan obat yang tepat pada konjungtivitis dapat mempercepat proses penyembuhan, serta edukasi kepada pasien untuk menjaga kebersihan dengan tidak memegang daerah mata yang sakit dengan tangan yang tidak higienis ataupun menggaruk mata maupun mengucak mata saat mata terasa gatal.
Chronic Dacryosistitis With Lacrimal Sac Fistula In Bali Mandara General Hospital Berliani Tanaya, Lisa; Marina, Sari
Journals of Ners Community Vol 14 No 2 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.2757

Abstract

Dakriosistitis adalah peradangan kantung lakrimal yang disebabkan oleh obstruksi duktus nasolakrimal. Dakriosistitis pada orang dewasa lebih banyak menyerang wanita. Dacryocystorhinostomy (DCR) adalah manajemen definitif bedah untuk dacryocystitis. Tingkat keberhasilan dikaitkan dengan usia dan durasi obstruksi. Wanita 69 tahun datang ke RS Bali Mandara dengan keluhan keluar cairan dari mata kiri dan lubang di hidung kiri atas sejak satu minggu yang lalu. Mula-mula keluhan diikuti epifora, nyeri, bengkak, kemerahan pada kulit, dan timbul sekret mukopurulen sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu sebelum pasien datang ke rumah sakit. Namun sekarang keluhan tersebut sudah tidak ada lagi. Pemeriksaan fisik pasien normal. Pemeriksaan oftalmologi ketajaman penglihatan 20/80 untuk mata kanan, 20/60 untuk mata kiri, tekanan intraokular normal untuk kedua mata. Pergerakan bola mata normal. Pemeriksaan segmen anterior mata kanan normal. Pemeriksaan segmen anterior mata kiri kemerahan dan nyeri pada fistula sakus lakrimal. Dari pemeriksaan dia didiagnosis sebagai darcyocystitis kronis dengan fistula sakus lakrimal. Pada pasien dilakukan dacryocystorhinostomy eksternal (EXT - DCR) dan pemasangan silicon tube menggunakan anestesi umum. Penting untuk melanjutkan perawatan pada pasien untuk mencegah komplikasi dan kegagalan terapi. Dakriosistitis adalah peradangan pada kantung lakrimal akibat sumbatan pada duktus nasolakrimalis. Pengobatan untuk dacryocystitis dapat berupa farmakologis atau non-farmakologis. Pemberian antibiotik dengan dosis yang tepat dan kompres hangat merupakan terapi konservatif pada dakriosistitis akut. Pada dacryocystitis kronis, dacryocystorhinostomy (DCR) dapat mencegah kasus kekambuhan.