Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Influence of Digitalization in Encouraging Crime: A Criminological Perspective Balqis, Ainun Agustina Atiqah; W. Badu, Lisnawaty
Estudiante Law Journal VOL. 7 NO. 1 FEBRUARY 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33756/eslaj.v7i1.27964

Abstract

Digitalization has a significant impact on the increase in crime, especially through the phenomenon of criminal imitation models spread on the internet. This research aims to analyze the influence of digitalization on crime from a criminological point of view. The methodology used is a qualitative approach with a descriptive design and normative data collection techniques. The results showed that the development of digitalization triggered an increase in imitative criminal behavior, as shown by police data indicating an upward trend in crime in the last five years. Social media, especially TikTok, is the main platform for disseminating content that encourages imitation of criminal acts. These findings confirm the importance of strengthening regulations and prevention strategies to mitigate the negative impact of digitalization on criminal behavior
Sosialisasi dan Pengukuhan Mediator Desa dalam Penyelesaian Sengketa Berbasis Keadilan Restoratif Balqis, Ainun Agustina Atiqah; Mamonto, Ambarwati; Gani, Siti Nurhaliva; Nirwansyah, Andi; Akbar, Muhamad Faisal; Lukum, Rahmat Z; Usman, Rahmat P; Suprapto, Rochmat; Yusuf, Arni; Mokodongan, Indriyati
Bakti Sekawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/bakwan.v6i1.927

Abstract

Permasalahan atau sengketa di desa merupakan konflik yang dapat diselesaikan dengan jalan kekeluargaan mediasi tanpa harus melibatkan penegak hukum seperti polisi, jaksa, pengacara dan hakim, serta membentuk mediator di desa agar mampu menyelesaikan masalah serta punya lisensi. Tujuan pengabdian ini juga untuk mengukuhkan mediator desa yaitu kepala dusun atau biasa disebut podu agar mendapatkan lisensi dan pengetahuan mengenai peran mediator desa. Masyarakat desa Huidu masih kurang pemahaman terhadap hukum sehingga diharapkan setelah pengabdian masyarakat ini masyarakat desa lebih paham dengan penyelesaian perkara non litigasi. Hasil kegiatan menunjukan bahwa masyarakat sangat bersemangat dalam mempelajari hukum serta sangat antusias terhadap penyelesaian perkara nonlitigasi. Pemberian materi dianggap menarik dan terjadi banyak interaksi namun beberapa permasalahan warga yang dihadapi adalah proses pelaksanaan mediasi dan kriteria terhadap mediator. Kurangnya pengetahuan mengenai hukum membuat masyarakat berpikir bahwa proses pelaksanaan mediasi terasa rumit, serta menganggap bahwa membalas kembali perbuatan pelaku merupakan hal yang lebih baik dilakukan.