Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KANKER SERVIKS DI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK RUKAM BATURAJA Sari, Lisna Ferta
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i4.11540

Abstract

Kanker serviks adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim yang merupakan bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina. Kanker serviks merupakan penyebab kematian kedua setelah kanker payudara pada wanita di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Angka kejadian kanker serviks yang didapat dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) diketahui terdapat 493.243 jiwa per-tahun penderita kanker serviks baru dengan angka kematian sebanyak 273.505 jiwa per-tahun. Di Indonesia sendiri, diperkirakan 15.000 kasus baru kanker serviks terjadi setiap tahunnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kanker serviks ditinjau dari faktor usia > 35 tahun, usia menikah muda, wanita perokok, berganti pasangan seks, riwayat keputihan ,penggunaan alat kontrasepsi hormonal, jumlah paritas, pola konsumsi, riwayat PMS, penggunaan antiseptik vagina, berhubungan seks saat menstruasi dan sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi kejadian kanker serviks. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriftif dan menggunakan teknik wawancara mendalam yang memfokuskan penelitian pada faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kanker serviks. Pada peniltian ini jumlah sampel 2 orang wanita yang dicurigai kanker serviks. Dari hasil penelitian dengan wawancara mendalam terhadap 2 informan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kanker serviks dapat disimpulkan pada informan pertama faktor yang mempengaruhi kejadian kanker serviks yaitu penggunaan alat kontrasepsi hormonal dan jumlah paritas sedangkan pada informan kedua faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kanker serviks yaitu usia pertama kali menikah, penggunaan alat kontrasepsi hormonal, defisiensi gizi dan sosial ekonomi. Dengan demikian disarankan bagi petugas kesehatan dapat meningkatkan penyuluhan tentang faktor-faktor yang bisa menyebabkan kejadian kanker serviks.
Analisis Usia Dan Paritas Dengan Kunjungan ANC Pada Ibu Hamil Di TPMB Bdn. Titik Aryanti.,S.Keb Sari, Lisna Ferta
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 4 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/djik.v20i4.3053

Abstract

Kunjungan Antenatal Care (ANC) merupakan salah satu indikator penting dalam pemantauan kesehatan ibu hamil dan janin. Kunjungan ANC yang tidak sesuai standar dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan dan persalinan. Beberapa faktor diduga berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan ANC, di antaranya usia dan paritas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia dan paritas dengan kunjungan ANC pada ibu hamil di TPMB Bdn. Titik Aryanti, S.Keb Kab Ogan Komering Ulu tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 35 ibu hamil yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi kunjungan ANC dan lembar checklist karakteristik responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan kunjungan ANC pada ibu hamil (p = 0,004). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kunjungan ANC pada ibu hamil (p = 0,001). Kesimpulan penelitian ini adalah usia dan paritas berhubungan secara signifikan dengan kunjungan ANC pada ibu hamil. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi dan pemantauan khususnya pada ibu hamil dengan usia berisiko dan paritas tertentu guna meningkatkan kepatuhan kunjungan ANC sesuai standar