p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Tekno Global
Ali, Raden Ahmad Nur
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relevansi Peraturan Daerah Kota Palembang No 5. Tahun 2022 Terhadap Permasalahan Backlog dan Banjir di Kota Palembang Ali, Raden Ahmad Nur; Putri, Tengku Aurelia Melinda Anissawari
Jurnal Tekno Global Vol. 12 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v12i02.3577

Abstract

ABSTRACT Regional regulation No. 5 Of 2022, which requires a minimum PSU  40% of site plan area. This has raised doubts about the relevance of these regulations to problems in Palembang (Backlogs and flooding). So, this research aims to find out how big the impact and risks will arise from implementing this rule. To carry out this proof, the method applied is to carry out calculations / simulations of property development (in this case housing) which is directed towards subsidized housing as a benchmark for the impact of implementing this regulation. And after carrying out 2 property development cases, it was found that regional regulation No. 5 of 2022, is unable to resolve the backlog problem and even risks exacerbating the flooding problem. The implementation of regulation also indirectly reduces opportunities for the development of subsidized housing in the Palembang city area. For this reason, it would be a good idea for the Palembang city government to review this regulation in order to provide certainty of adequate housing and maintain investment (economic) growth in the city of Palembang. Keyword : Regulation No. 5 of 2022, Housing, Palembang   ABSTRAK Dengan terbitnya peraturan Daerah Kota Palembang No. 5 Tahun 2022 dimana didalamnya terdapat pasal 7 yang mewajibkan persentase PSU minimal 40% dari luasan Siteplan. Telah menimbulkan keraguan akan relevansi aturan tersebut dengan permasalahan di Kota Palembang seperti (Backlog dan banjir). Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar dampak yang ditimbulkan dan resiko apa yang akan ditimbulkan dari penerapan aturan ini. Untuk melakukan pembuktian itu maka metode yang diterapkan adalah melakukan perhitungan / simulasi pengembagan properti (dalam hal ini perumahan) yang diarahkan untuk perumahan subsidi sebagai tolak ukur dampak dari penerapan perda ini . dan setelah dilakukan pada 2 (dua) kasus pengembangan properti didapatkan bahwa perda No. 5 Tahun 2022, tidak mampu menyelesaikan permasalahan backlog dan bahkan beresiko memperparah masalah banjir. Penerapan perda no 5. Tahun 2022 juga secara tidak langsung memperkecil peluang pengembangan perumahan subsidi di wilayah kota Palembang. untuk itu ada baiknya pemerintah kota Palembang untuk meninjau Kembali peraturan ini demi memberikan kepastian akan hunian yang layak dan menjaga pertumbuhan investasi (ekonomi) di Kota Palembang.  Kata Kunci : Perda No. 5 Tahun 2022, Kota Palembang, Hunian  
Tingkat Kenyamanan Jalur Pedestrian di Jalan Merdeka Kota Palembang Sastika, Anta; Ali, Raden Ahmad Nur; Agustin, Akira Dwi
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i02.5262

Abstract

ABSTRACT A pedestrian path is a facility or space designated for pedestrians to engage in activities, serving as a dedicated circulation area for pedestrians that follows the main road. As a public space designed specifically for pedestrians, pedestrian paths should provide comfort and safety. Pedestrian paths must meet comfort standards for pedestrians and comply with applicable regulations. In reality, many pedestrian paths do not meet the requirements, such as pedestrian width, pedestrian facilities, pedestrian surfaces, or the conversion of pedestrian paths to other uses. This condition affects the safety and comfort of users. Comfort and safety factors on pedestrian paths are important elements that must be provided. This study aims to determine the level of comfort of pedestrian users on Merdeka Street in Palembang. This study uses a quantitative descriptive method to analyze the obtained data. The measurement of comfort is conducted on people who have crossed or passed through the street using the variables of spatial comfort, visual comfort, thermal comfort, and odor comfort. The results of this study show that pedestrian users on Merdeka Street in Palembang do not feel comfortable. Therefore, it is necessary to improve pedestrian infrastructure to support safe and comfortable pedestrian mobility. This study also suggests the need for enforcement of regulations regarding the use of pedestrian paths and the involvement of active community participation in maintaining the cleanliness and order of pedestrian paths.  Keywords: Pedestrian Path, Comfortable, Public Space   ABSTRAK Jalur pedestrian merupakan sarana atau ruang untuk kegiatan pejalan kaki melakukan aktivitas berupa ruang sirkulasi khusus pejalan kaki yang mengikuti ruas jalan raya. Jalur pedestrian sebagai ruang publik yang dirancang khusus bagi pejalan kaki sudah seharusnya dapat memberikan kenyamanan dan keamanan. Jalur pedestrian harus memenuhi unsur kenyamanan bagi pejalan kaki serta memenuhi kaidah-kaidah serta peraturan yang berlaku. Kenyataannya banyak terdapat jalur-jalur pedestrian yang tidak memenuhi syarat seperti lebar pedestrian, fasilitas pedestrian, permukaan pedestrian maupun alih fungsi dari pedestrian. Kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap keamanan dan kenyamanan bagi penggunanya. Faktor kenyamanan dan keamanan pada jalur pedestrian merupakan unsur penting yang harus disediakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kenyamanan pengguna pedestrian di ruas jalan Merdeka Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk menganalisis data yang diperoleh. Pengukuran kenyamanan ini dilakukan kepada masyarakat yang melintas atau pernah melintas di jalan tersebut melalui variable kenyamanan ruang, kenyamanan visial, kenyamanan thermal dan kenyamanan odor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengguna jalur pedestrian di jalan Merdeka Palembang belum merasa nyaman. Oleh karena itu dapat diberikan rekomendasi  perbaikan infrastruktur pedestrian untuk mendukung mobilitas pejalan kaki yang aman dan nyaman. Penelitian ini juga menyarankan perlu adanya penegakan aturan terkait penggunaan jalur pedestrian dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan ketertiban jalur pedestrian.  Keywords: Pedestrian, Kenyamanan, Pejalan Kaki