Penelitian ini membahas konsep metafisika Imam Al-Ghazali dan Seyyed Hossein Nasr. Al-Ghazali menekankan pengalaman spiritual dan penyucian jiwa untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, sementara Nasr mengintegrasikan tradisi Islam dengan pendekatan modern untuk menghadapi krisis spiritual dan ekologis. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menganalisis karya utama kedua tokoh serta referensi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun memiliki pendekatan berbeda, keduanya sepakat bahwa hubungan manusia dengan Tuhan merupakan inti dari metafisika Islam. Penelitian ini mempertegas relevansi metafisika dalam menjawab tantangan modern seperti materialisme, sekaligus menawarkan solusi untuk memperkuat spiritualitas dan menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.