Fatkhuri Fatkhuri
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kelemahan Keamanan Data e-KTP pada Kasus Dugaan Pencatutan Data Pribadi oleh Dharma Pongrekun di Pilkada 2024 Giras Agung Jagratara; Malina Najla Khariunnisa; Shandy Gupa Pratama; Fatkhuri Fatkhuri
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v5i1.2631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan dalam sistem keamanan dan pengawasan data e-KTP, khususnya dalam kasus dugaan pencatutan data pribadi oleh Dharma Pongrekun pada Pilkada 2024. Fokus utama diarahkan pada faktor-faktor struktural, teknis, dan kelembagaan yang memungkinkan terjadinya penyalahgunaan data kependudukan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Data dikumpulkan melalui sumber sekunder yang diperoleh dari dokumen resmi, laporan lembaga, berita media massa, artikel ilmiah, serta regulasi terkait, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk menemukan pola dan makna dalam konteks keamanan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan sistem pengawasan data e-KTP di Indonesia mencakup kurangnya koordinasi antarinstansi, keterbatasan infrastruktur teknologi informasi, rendahnya kompetensi sumber daya manusia, dan belum optimalnya penerapan protokol keamanan data. Dalam kasus Dharma Pongrekun, ditemukan indikasi pencatutan NIK warga tanpa persetujuan yang digunakan untuk memenuhi syarat pencalonan independen. Ketiadaan sistem verifikasi dan pengawasan yang memadai menyebabkan kasus ini tidak terdeteksi sejak awal. Selain itu, lemahnya integrasi antara Dinas Dukcapil dan Komisi Pemilihan Umum memperparah inkonsistensi data. Temuan ini menekankan pentingnya reformasi sistem pengawasan data kependudukan melalui peningkatan infrastruktur digital, pelatihan SDM, serta penguatan regulasi dan koordinasi lintas lembaga. Penguatan sistem ini mendesak dilakukan guna menjamin perlindungan data pribadi, meningkatkan transparansi pemilu, serta menjaga legitimasi proses demokrasi di era digital. Temuan ini menekankan pentingnya reformasi sistem pengawasan data kependudukan melalui peningkatan infrastruktur digital, pelatihan SDM, serta penguatan regulasi dan koordinasi lintas lembaga. Penguatan sistem ini mendesak dilakukan guna menjamin perlindungan data pribadi, meningkatkan transparansi pemilu, serta menjaga legitimasi proses demokrasi di era digital
Analisis Efektivitas Kebijakan Magang Bersertifikat, Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Tantangan Implementasi dan Strategi Penguatan Tata Kelola di Perguruan Tinggi Dewinta Oktavia; Gabriella Priscilla Napitupulu; Nabila Eydenia; Tiara Egellina; Fatkhuri Fatkhuri; Chomariyana Kartika Hesti
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana program magang bersertifikat mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa serta mengidentifikasi kendala utama dalam pelaksanaannya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, penelitian ini mengintegrasikan Teori Modal Manusia dan Teori Implementasi Kebijakan untuk menilai manfaat program sekaligus menelaah aspek tata kelola yang memengaruhi hasilnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa program MBKM memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan teknis, kemampuan komunikasi, dan kesiapan kerja mahasiswa. Meski demikian, efektivitas program belum optimal karena masih ditemukan ketidaksesuaian penempatan magang, lemahnya sistem bimbingan, keterbatasan infrastruktur digital, serta kurangnya koordinasi antara perguruan tinggi dan mitra industri. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas program sangat bergantung pada kualitas tata kelola, kejelasan komunikasi kebijakan, dan ketersediaan sumber daya pendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan sistem pendampingan, peningkatan kapasitas mitra, dan digitalisasi manajemen magang merupakan langkah penting untuk mendukung keberlanjutan dan keberhasilan program dalam meningkatkan daya saing lulusan.