Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayakan Masyarakat sebagai Kader Promosi Gerakan Perilaku CERDIK untuk Mencegah Penyakit Jantung Try Ayu Patmawati; Irwan Budiana; Rif'atunnisa Rif'atunnisa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.23550

Abstract

ABSTRAK PTM menjadi masalah kesehatan global yang cukup serius, yang ditandai dengan munculnya kasus baru dan kasus kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) di tiap tahunnya. Masyarakat kelurahan Paupanda kurang produktif secara ekonomi. Rendahnya pendidikan, minat dan kesadaran masyarakat menjadi penyebab kurangnya pengetahuan tentang penyakit tidak menular salah satunya penyakit jantung. Selain itu, perilaku hidup yang tidak sehat perilaku tidak sehat seperti merokok, kurang aktivitas fisik, dan pola makan yang tidak sehat dan berbagai faktor risiko PTM bisa dengan mudah ditemukan diberbagai lapisan masyarakat.Tujuan penelitian ini yakni ntuk memberdayakan masyarakat sebagai kader promosi gerakan perilaku CERDIK untuk mencegah penyakit penyakit kardiovaskular di Kelurahan Paupanda Wilayah Kerja Puskesmas Rukun Lima Kabupaten Ende. Metode pada kegiatan ini tim pengabdian masyarakat memberikan edukasi bagi kader dan masyarakat, pelatihan dan pendampingan. Hasil pengukuran pre dan post test didapatkan bahwa pada tahap pre rerata pengetahuan responden adalah 54,4 sedangkan pada tahap post didapatkan rerata pengetahuan kader meningkat yakni 79,8 setelah diberikan materi dan pelatihan. Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan kader dan juga masyarakat akhirnya sadar akan pentingnya menerapkan CERDIK untuk mencegah penyakit jantung. Oleh karena itu perlu peran aktif kader kesehatan untuk memberikan penyuluhan yang rutin tentang pencegahan penyakit tidak menular (PTM) dengan materi CERDIK dan kepada masyarakat untuk menyerbarluaskan informasi yang diterima terkait dengan pencegahan penyakit tidak menular (PTM) demi keberlanjutan kegiatan pengabdian. Kata Kunci: Penyakit Jantung,Edukasi,Kader, CERDIK.   ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) are a serious global health problem, marked by the emergence of new cases and deaths from Non-Communicable Diseases (NCDs) each year. The Paupanda sub-district community is economically unproductive. Low levels of education, interest, and public awareness contribute to a lack of knowledge about NCDs, one of which is heart disease. Furthermore, unhealthy lifestyles, such as smoking, lack of physical activity, and unhealthy diets, contribute to various NCD risk factors, which are readily found across all levels of society. The aim is to empower the community as cadres to promote the CERDIK behavior movement to prevent cardiovascular disease in Paupanda Sub-district, within the Rukun Lima Community Health Center (Puskesmas) working area in Ende Regency. The method In this activity, the community service team provided education, training, and mentoring to cadres and the community. Pre- and post-test measurements revealed that in the pre-test, the average respondent's knowledge was 54.4, while in the post-test, the average cadre's knowledge increased to 79.8 after receiving materials and training. The education provided increased the knowledge of cadres and the community, ultimately raising awareness of the importance of implementing CERDIK to prevent heart disease. Therefore, health cadres need to actively participate in providing regular counseling on the prevention of non-communicable diseases (NCDs) using CERDIK materials and disseminating the information received regarding the prevention of non-communicable diseases (NCDs) to the community to ensure the sustainability of community service activities. Keywords: Heart Disease, Education, Cadres, CERDIK.
KOMUNIKASI PERAWAT DAN PELAPORAN INSIDEN DALAM BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP Try Ayu Patmawati; Irwan Budiana; Rif’atunnisa Rif’atunnisa
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v5i7.11979

Abstract

Background: Berdasarkan data survey kesehatan Indonesia angka Prevalensi Penyakit Jantung berdasarkan Diagnosis Dokter pada Penduduk Semua Umur adalah sebanyak 877.531 kasus juga didapatkan bahwa poli jantung adalah ruangan yang paling banyak mendapatkan insiden sebesar 99 insiden, jenis kejadian paling banyak terjadi yaitu Kejadian Nyaris Cidera (KNC). Objective: untuk menganalisis komunikasi dan pelaporan insiden keselamatan pasien pada asuhan keperawatan pasien jantung di Rumah Sakit Umum Daerah Ende. Method: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional untuk menganalisis pelaksanaan sasaran keselamatan pasien, komunikasi dan pelaporan insiden keselamatan pasien pada asuhan keperatan pada pasien perawatan jantung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Ende.. Pengambilan sampel dengan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling. Data karakterisitik responden dan sasaran keselamatan pasien akan diolah menggunakan software SPSS. Results: didapatkan bahwa dimensi komunikasi kategori sedang yakni sebesar 18 orang (60%) dan dimensi yang memiliki kategori lemah yang cukup besar terdapat pada frekuensi pelaporan insiden yakni sebesar 18 orang (60%). Conclusion: Komunikasi dan pelaporan insiden keselamatan pasien merupakan hal yang terpenting dalam penerapan budaya keselamatan pasien. Budaya keselamatan pasien sangat erat dan berpengaruh dalam perawatan dan pelayanan di rumah sakit. Pendekatan komprehensif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk meningkatkan budaya keselamatan pasien