Background: Berdasarkan data survey kesehatan Indonesia angka Prevalensi Penyakit Jantung berdasarkan Diagnosis Dokter pada Penduduk Semua Umur adalah sebanyak 877.531 kasus juga didapatkan bahwa poli jantung adalah ruangan yang paling banyak mendapatkan insiden sebesar 99 insiden, jenis kejadian paling banyak terjadi yaitu Kejadian Nyaris Cidera (KNC). Objective: untuk menganalisis komunikasi dan pelaporan insiden keselamatan pasien pada asuhan keperawatan pasien jantung di Rumah Sakit Umum Daerah Ende. Method: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional untuk menganalisis pelaksanaan sasaran keselamatan pasien, komunikasi dan pelaporan insiden keselamatan pasien pada asuhan keperatan pada pasien perawatan jantung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Ende.. Pengambilan sampel dengan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling. Data karakterisitik responden dan sasaran keselamatan pasien akan diolah menggunakan software SPSS. Results: didapatkan bahwa dimensi komunikasi kategori sedang yakni sebesar 18 orang (60%) dan dimensi yang memiliki kategori lemah yang cukup besar terdapat pada frekuensi pelaporan insiden yakni sebesar 18 orang (60%). Conclusion: Komunikasi dan pelaporan insiden keselamatan pasien merupakan hal yang terpenting dalam penerapan budaya keselamatan pasien. Budaya keselamatan pasien sangat erat dan berpengaruh dalam perawatan dan pelayanan di rumah sakit. Pendekatan komprehensif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk meningkatkan budaya keselamatan pasien
Copyrights © 2025