Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Tata Kelola dan Digitalisasi Objek Wisata Rintisan Berbasis Smart Tourism Di Desa Tanjungsari Regi Refian Garis; Toto Toto; Maulana Sidiq; Muhamad Nur Salim; Edvar Alif Adz Dziqry; Rifal Amalindi; Dian Rudiana
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i3.934

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat memiliki tujuan dalam memberikan pembekalan-pembakalan wawasan dan sosial budaya masyarakat dalam upaya menghadapi perkembangan teknologi melalui penggunaan website yang semakin dibutuhkan oleh masyarakat luas dalam memperoleh berbagai jenis informasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Tanjungsari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis. Peserta pelatihan terdiri dari pengelola objek wisata, tokoh masyarakat serta aparat desa. Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan metode pelatihan tata kelola manejemen objek wisata berbasis smart tourism. Rancangan evaluasi kegiatan pengabdian ialah dapat tercapainya pemahaman pengelola wisata dalam mengembangkan potensi objek wisata, membangun jejaring dengan mitra, mengelola keterampilan pembuatan konten digital dan website berbasis open access. Tujuan yang dicapai melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini mencakup terhadap bertambahnya kecepatan proses peningkatan kemampuan sumber daya manusia yang sesuai dengan laju pertumbuhan pembangunan. Hasil kegiatan ini ialah para peserta dapat memahami pengelolaan objek wisata dalam memberikan pengaruh baik terhadap lingkungan sosial dan industri sektor wisata.
Peningkatan Kompetensi Digital Dan Kepariwisataan Kelompok Sadar Wisata Melalui Virtual Office Framework Berbasis Sustainable Tourism Di Desa Tanjungsari Regi Refian Garis; Irfan Nursetiawan; Maulana Sidiq; Muhammad Sultan; Ninis Dwi Rengganis; Suci Naya Andriani; Irgi Aura Aprilia; Galih Ridwan Syaori; Dian Nurdiana
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2081

Abstract

Di era modern saat ini, teknologi dan digitalisasi telah menjadi kunci utama dalam mendorong perubahan di berbagai aspek kehidupan manusia. Teknologi telah membuat kehidupan sehari-hari lebih mudah, membuat hal-hal lebih transparan, lebih efisien, dan lebih cepat dalam berbagai sektor, seperti bisnis, pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan. Pemerintah menjadi salah satu sektor yang wajib melek akan digital karena dengan hal tersebut maka akan berdampak baik pada sektor lainnya seperti sektor pariwisata. Desa Tanjungsari menjadi salah satu desa di Kabupaten Ciamis yang memiliki potensi wisata yang baik namun, masih belum dapat dikatakan baik dari segi digitalisasinya. Maka dengan demikian, kelompok PKM mengadakan kegiatan terkait “Peningkatan Kompetensi Digital Dan Kepariwisataan Kelompok Sadar Wisata Melalui Virtual Office Framework Berbasis Sustainable Tourism Di Desa Tanjungsari”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital dan kepariwisataan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Mekar di Desa Tanjungsari, Ciamis. Desa ini memiliki potensi wisata alam rintisan seperti Curug Panganten dan Leuwi Pamipiran, namun Pokdarwis menghadapi beberapa masalah. Permasalahan utamanya ialah rendahnya kompetensi digital anggota dalam promosi dan manajemen pariwisata, serta belum adanya sistem manajemen berbasis teknologi yang terstruktur. Selain itu, pemasaran objek wisata juga belum didukung oleh strategi komunikasi yang efektif. Untuk mengatasi masalah tersebut, digunakan pendekatan Community Based Research (CBR) yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota Pokdarwis. Dengan penerapan Virtual Office Framework, pengelolaan administrasi, komunikasi, dan promosi wisata menjadi lebih efisien dan profesional. Hal ini berkontribusi pada peningkatan pendapatan sektor pariwisata desa dengan menarik lebih banyak wisatawan.