Perkembangan teknologi yang pesat telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Guru sebagai pendidik utama memiliki peran penting dalam mempersiapkan siswa menjadi individu yang cerdas dan adaptif terhadap era teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelatihan literasi digital bagi guru sekolah dasar (SD) dalam meningkatkan kompetensi mereka untuk mencetak smart kids siswa yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan melibatkan 50 guru SD dari berbagai daerah yang mengikuti pelatihan literasi digital. Materi pelatihan mencakup pengenalan platform pembelajaran digital seperti Google Classroom, Moodle, dan Edmodo, serta strategi pengajaran berbasis teknologi menggunakan alat-alat seperti PowerPoint, Kahoot, dan Zoom untuk pembelajaran jarak jauh. Selain itu, pelatihan juga membekali guru dengan pemahaman mengenai etika penggunaan internet untuk siswa, dengan memanfaatkan sumber daya online seperti e-learning modules dan video tutorial. Implikasi hasil penelitian ini menunjukkan dampak yang signifikan terhadap kualitas pengajaran dan kebijakan pendidikan. Peningkatan pemahaman terhadap literasi digital pada 85% peserta pelatihan memberikan efek positif dalam inovasi metode pengajaran, di mana guru lebih mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. Hal ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan, dengan guru yang lebih siap untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar mengajar. Secara konkret, kebijakan pendidikan harus mendukung program pelatihan literasi digital yang berkelanjutan, mengingat peran pentingnya dalam memperkuat kompetensi guru. Program pengembangan profesional bagi guru harus mencakup pelatihan rutin yang menekankan penggunaan teknologi terkini dalam pengajaran serta pembekalan tentang etika digital. Kebijakan ini akan menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mendorong terciptanya generasi muda yang siap menghadapi tantangan global.