Hasil rapor pendidikan Indonesia khususnya Kabupaten Sukoharjo pada aspek Kemampuan Numerasi mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dan termasuk kategori baik atau lebih dari 70%. Namun demikian, hasil ini tidak menjadikan kemampuan numerasi siswa sebagai hal yang biasa atau tidak penting, sebaliknya penguatan kemampuan numerasi siswa tetap harus dilakukan. Penguatan kemampuan numerasi siswa membutuhkan kepercayaan diri guru dan perencanaan pembelajaran numerasi yang baik oleh guru. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menguatkan kemampuan perencanaan pembelajaran numerasi bagi guru-guru SD Negeri Bulakrejo 2. Kegiatan pengabdian dilakukan secara luring berupa pendampingan dan demonstrasi dengan tahapan sebagai berikut: (1) penyampaian materi yang mencakup konsep numerasi, model pembelajaran numerasi, serta hasil asesmen nasional numerasi; (2) demonstrasi bentuk pembelajaran berbasis kegiatan kontekstual dengan pemanfaatan teknologi; (3) diskusi yang berfokus pada penerapan ide pembelajaran numerasi dalam konteks kelas masing-masing; dan (4) evaluasi terhadap persepsi guru, kepercayaan diri, serta efektivitas metode yang digunakan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa (1) guru-guru mendapatkan persepsi numerasi yang lebih luas, tidak hanya berhitung; (2) kepercayaan diri guru dalam numerasi dan merancang pembelajaran numerasi bagi siswa pada kategori sangat baik meningkat dari 49% menjadi 81%; (3) peserta merasa sangat puas dengan konten materi dan teknis pelaksanaan pendampingan. Melalui ide rancangan pembelajaran yang telah didesain guru, diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi modul ajar atau rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) di kelas. Implikasi lebih luas dari program ini adalah mendorong peningkatan kualitas pembelajaran numerasi yang berorientasi pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan penerapan numerasi dalam kehidupan sehari-hari, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.