Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMBERDAYAAN IBU HAMIL DESA BABAKANGEBANG MELALUI PEMBUATAN TEH KELOR UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA (TELORIA) Sefy Wulan; Mirna Syahni; Astri Ervindha Dewi Pusphita; Fika Nurul Hidayah; Diyanah Kumalasari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.50748

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 48,9% dan berdampak serius pada kesehatan ibu maupun janin. Upaya suplementasi zat besi telah dilakukan pemerintah, namun belum sepenuhnya efektif sehingga diperlukan alternatif berbasis pangan lokal. Desa Babakan Gebang memiliki potensi daun kelor (Moringa oleifera) yang kaya zat besi, vitamin C, dan antioksidan, namun pemanfaatannya masih terbatas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam memanfaatkan daun kelor menjadi produk teh herbal TELORIA (Teh Daun Kelor Cegah Anemia). Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan (survei, penyusunan instrumen, dan leaflet edukasi), pelaksanaan (pre-test, penyuluhan, praktik pembuatan teh kelor), serta evaluasi (post-test dan FGD). Kegiatan diikuti oleh 10 ibu hamil di Polindes Desa Babakan Gebang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan, dengan kategori baik naik dari 20% sebelum kegiatan menjadi 80% setelah kegiatan, serta rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 54 menjadi 84. Peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan teh kelor secara higienis dan menyatakan ketertarikan untuk mengembangkan produk TELORIA sebagai peluang usaha rumah tangga. Dengan demikian, program ini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu hamil sekaligus membuka potensi pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal.  
PEMBERDAYAAN IBU HAMIL DESA BABAKANGEBANG MELALUI PEMBUATAN TEH KELOR UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA (TELORIA) Fika Nurul Hidayah; Diyanah Kumalasari; Sefy Wulan; Mirna Syahni; Astri Ervindha Dewi Pusphita
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.50987

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 48,9% dan berdampak serius pada kesehatan ibu maupun janin. Upaya suplementasi zat besi telah dilakukan pemerintah, namun belum sepenuhnya efektif sehingga diperlukan alternatif berbasis pangan lokal. Desa Babakan Gebang memiliki potensi daun kelor (Moringa oleifera) yang kaya zat besi, vitamin C, dan antioksidan, namun pemanfaatannya masih terbatas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam memanfaatkan daun kelor menjadi produk teh herbal TELORIA (Teh Daun Kelor Cegah Anemia). Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan (survei, penyusunan instrumen, dan leaflet edukasi), pelaksanaan (pre-test, penyuluhan, praktik pembuatan teh kelor), serta evaluasi (post-test dan FGD). Kegiatan diikuti oleh 10 ibu hamil di Polindes Desa Babakan Gebang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan, dengan kategori baik naik dari 20% sebelum kegiatan menjadi 80% setelah kegiatan, serta rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 54 menjadi 84. Peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan teh kelor secara higienis dan menyatakan ketertarikan untuk mengembangkan produk TELORIA sebagai peluang usaha rumah tangga. Dengan demikian, program ini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu hamil sekaligus membuka potensi pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal.
HEALTH COUNSELING AND JUVENILE DELINQUENCY AT MADRASAH TSANAWIYAH DUSUN SALAM Fika Nurul Hidayah; Nurhasanah Nurhasanah
Jurnal Abdisci Vol 2 No 4 (2025): Vol 2 No 4 Tahun 2025
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/abdisci.v2i4.611

Abstract

Background. Adolescents are very vulnerable to various environmental influences, including adolescent associations that can cause delinquency. Factors that drive the rise of deviant behavior include a lack of knowledge about physical and mental health and a lack of social supervision. Aim. The purpose of this community service activity is to provide counseling about the negative impact of juvenile delinquency on physical and mental health. The venue for community service activities with the theme of health counseling and juvenile delinquency at Madrasah Dusun Salam, on February 12, 2024, from 15.00 to 17.00. Methods. The methods used are lectures, interactive discussions, and simulations. Result. This activity showed that participants better understood the importance of maintaining health and the adverse effects of juvenile delinquency. This activity is expected to form positive character of adolescents in the long term. This counseling activity was evaluated with a pre-test score of 50% to a post-test of 80%; there was an increase of around 30%; this shows an increase in adolescent awareness about the impact of juvenile delinquency and health. The active participation of the participants showed that the counseling was going well. Implication. To improve the health of adolescents and prevent deviant behavior, it is hoped that similar activities can be carried out regularly by establishing a youth posyandu.
PEMBERDAYAAN KADER PKK KELURAHAN ARGASUNYA MELALUI PEMBUATAN TEH DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Sri Ayu Kurnia; Seilefa Putri Nabila; Fatimah Fatimah; Fika Nurul Hidayah
Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Vol. 8 No. 3 (2026): Periode Juli 2026
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/abdimas.v8i3.7775

Abstract

Stunting remains a chronic nutritional problem in Indonesia and is closely linked to poor nutritional intake during the first 1,000 days of life, including breast milk production and feeding. In Argasunya Village, moringa plants are abundant but have not yet been optimally utilized as a lactation-supporting product. The purpose of this community service is to develop the capacity of PKK cadres in utilizing Moringa leaves by processing them into herbal tea, so that it can become an alternative to support increased breast milk production, while also encouraging economic empowerment based on local potential. Activities were conducted through outreach, training, hands-on practice, mentoring, and evaluation, involving 35 PKK cadres. Data were collected via pre- and post-tests and observation sheets. The results showed a significant increase in knowledge: before the activity, only 14% of cadres were in the “good” category, whereas after the intervention, this increased to 74%, with no participants in the “poor” category. More than 85% of participants were also able to correctly practice the stages of moringa tea production, resulting in hygienic and marketable products. The mentoring strengthened the cadres’ ability to produce and market moringa tea as a household business opportunity. Overall, this program was effective in enhancing the capacity of PKK cadres, supporting the promotion of exclusive breastfeeding, utilizing local potential, and contributing to the prevention of stunting in the community.
Peran Penyuluhan Kesehatan dalam Meningkatkan Literasi Kesehatan Reproduksi Remaja Putri di MTsN 1 Babakan Sri Ayu Kurnia; Fika Nurul Hidayah
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Lentera Vol. 2 No. 09 (2025): September 2025
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/djpl.v2i09.1077

Abstract

Masa remaja merupakan fase yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan reproduksi, salah satunya adalah keputihan. Kurangnya pengetahuan serta rendahnya perilaku pencegahan membuat remaja putri seringkali tidak mampu membedakan keputihan fisiologis dan patologis sehingga berisiko menimbulkan dampak kesehatan yang lebih serius. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai keputihan melalui penyuluhan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di MTsN 1 Babakan dengan sasaran 20 siswi kelas VIII yang dipilih secara acak. Metode yang digunakan adalah penyuluhan berbasis media PowerPoint dan leaflet, disertai pengisian kuesioner pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan siswi setelah penyuluhan, dengan rata-rata skor awal 55,25 meningkat menjadi 82,75. Distribusi kategori pengetahuan juga mengalami pergeseran dari mayoritas berada pada kategori kurang sebelum intervensi menjadi mayoritas pada kategori baik setelah intervensi. Selain peningkatan pengetahuan, penyuluhan juga menumbuhkan sikap positif dalam menjaga kebersihan organ reproduksi dan mendorong keberanian siswi untuk berkonsultasi apabila mengalami keputihan abnormal. Dengan demikian, penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman sekaligus membentuk kesadaran remaja putri untuk menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.