p-Index From 2021 - 2026
0.778
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Midwife Care Journal
DESSI JUWITA
Universitas Bhakti Asih Tangerang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR PENGARUH RENDAHNYA PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG IMPLANT DI PMB SRI MULYATI, S.Keb Tahun 2023 DESSI JUWITA
Midwife Care Journal Vol. 1 No. 1 (May 2024)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v1i1.9

Abstract

Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2021 pemakaian alat kontrasepsi di Indonesia, yaitu : suntikan 66,49 % akseptor, Pil 15,55 % akseptor, Implant 8,85 % akseptor, IUD 7,08 % akseptor, MOW 0,52% akseptor, MOP 0,15 % akseptor, Kondom 1,19 % akseptor. Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah salah satunya yaitu : memaksimalkan akses dan kualitas pelayanan KB, jaminan pelayanan KB bagi orang miskin, dan meningkatkan peran serta LSM, swasta, dan organisasi profesi (BPS, 2021). BKKBN Pusat memiliki target pencapaian pengguna alat kontrasepsi tahun 2021 dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28 yakni sebesar 1.423.040 akseptor. Pelayanan KB yang termasuk dalam target ini adalah pelayanan IUD, Implan, Suntik dan Kondom, Pil, MOW serta MOP. Hasil data survey BKKBN tahun 2021 pemakaian alat kontrasepsi di provinsi Banten , yaitu : IUD 5,65 % akseptor, MOW 2,28 % akseptor, Implant 6,28 % akseptor, MOP 0,12 % akseptor, Pil 11,46 % akseptor, Suntik 73 % akseptor, Kondom 1,17 % akseptor (BKKBN, 2021). Berdasarkan data BKKBN tahun 2021 pemakaian alat kontrasepsi di Kota Tangerang, yaitu : Kondom 0,99 % akseptor, MOP 0,11 % akseptor, MOW 2,36 % akseptor, IUD 3,99 % akseptor, Implant 2,94 % akseptor, Pil 15,19 % akseptor, Suntik 74,37 % akseptor  (BKKBN, 2021). Berdasarkan data diatas umumnya masyarakat memilih metode non MKJP. Sehingga metode MKJP seperti Intra Uterine Device (IUD), Implant, Medis Operatif Pria (MOP), dan Medis Operatif Wanita (MOW) kurang diminati. Berdasarkan prasurvey di PMB Hj. SM, S.Keb. Tahun 2023 bahwa pengguna alat kontrasepsi Implant sejumlah 16 %, IUD sejumlah 21 %, Pil sejumlah 19 %, dan Suntikan sejumlah 44 %. Pada umumnya PUS (Pasangan Usia Subur) yang telah menjadi akseptor KB lebih banyak menggunakan suntikan. Namun akseptor lebih dianjurkan untuk menggunakan program Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), yaitu alat kontrasepsi spiral (IUD), susuk (Implan) dan kontap. Implant, metode ini lebih disarakan karena MKJP dianggap lebih efektif, lebih efisien, dan lebih hemat jika dibandingkan dengan alat kontrasepsi suntikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional menggunakan metode deskriptif dengan desain Cross Sectional, Sampel pada penelitian ini yaitu akseptor KB baru yang baru melakukan KB sebanyak 30 orang berdasarkan dokumentasi rekam medik yang ada di PMB Hj. S.M, S.Keb. Tahun 2023. Hasil penelitian didapatkan adanya pengaruh antara umur dengan penggunaan  metode kontrasepsi jangka panjang implant di PMB Hj. S.M, S.Keb tahun 2023 dengan hasil p-value = 0.011 dan OR = 10.833, adanya pengaruh antara pendidikan dengan penggunaan  metode kontrasepsi jangka panjang implant di PMB Hj. S.M, S.Keb tahun 2023dengan hasil p-value = 0.012 dan OR = 15.000, adanya pengaruh antara pekerjaan dengan penggunaan  metode kontrasepsi jangka panjang implant di PMB Hj. S.M, S.Keb tahun 2023dengan hasil p-value = 0.004 dan OR = 15.000.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER IDI PMB SUNARTI, SST TAHUN 2024 DESSI JUWITA; SOFIAH KS SOFIAH KS
Midwife Care Journal Midwife Care Journal (MICARE)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v1i2.44

Abstract

Menurut World Health Organization jumlah kejadian mual dan muntah sedikitnya 14% dari semua wanita hamil dan untuk kejadian hyperemesis mecapai 12,5% dari seluruh jumlah kehamilan di dunia (WHO, 2019). Kejadian mual muntah atau emesis gravidarum di Indonesia dari hasil observasi didapatkan hasil 24,7% dari 2.203 ibu hamil yang ada. Angka kejadian mual muntah yang terjadi di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan dengan angka kejadian di dunia. Angka kejadian emesis gravidarum ini terjadi 60-80% pada primigravida dan 40-60% pada multigravida. (Kemenkes, 2019). Angka kejadian emesis gravidarum di Indonesia yang didapatkan dari 2.230 kehamilan yang dapat diobservasi secara lengkap adalah 543 orang ibu hamil yang terkena emesis gravidarum. sekitar 10% ibu hamil di Indonesia yang terkena emesis gravidarum. Dan didapatkan angka kejadian emesis gravidarum di Provinsi Banten pada tahun 2016 sebanyak 240 kasus. Hasil penelitian dari Claudia Wijaya Tahun 2017 diketahui bahwa persentase tertinggi terdapat pada ibu hamil kategori umur berisiko  dan mengalami emesis gravidarum berjumlah 16 responden (88,9%). p=0,006 atau (< 0,05) merupakan hasil dari uji koefisien kontingensi. Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang bermakna antara umur berisiko dengan emesis berisiko. hasil penelitian dari Claudia Wijaya tahun 2017 tentang status gravida dengan emesis gravidarum, persentase tertinggi terdapat pada ibu hamil primigravida dan mengalami emesis berisiko berjumlah 34 responden (87,2%). p=0,000 (<0,05)  merupakan hasil dari uji koefisien kontingensi yang menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara primigravida dengan emesis gravidarum. Angka kejadian mual muntah di Provinsi Banten pada tahun 2016 sebanyak 240 kasus. Berdasarkan data yang diambil dari PMB Sunarti, SST pada tahun 2024 dari 41 populasi dan sampel yang diambil adalah semua populasi. ibu hamil didapatkan yang datang untuk periksa kehamilannya dengan keluhan mual muntah atau emesis gravidarum. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode cross sectional study, Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester I di PMB Sunarti, SST dari bulan Juni-oktober  2024  dengan jumlah populasi sebanyak 41 responden. Sampel pada penelitian ini sampel yang diambil adalah semua populasi. Hasil penelitian didapatkan adanya pengaruh antara paritas dengan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di PMB Sunarti, SST dengan hasil p-value = 0,028 dan OR = 15.500, adanya pengaruh antara usia dengan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di PMB Sunarti, SST tahun 2024 dengan hasil p-Value = 0,019 dan OR = 19.200, adanya pengaruh antara pekerjaan dengan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di PMB Sunarti, SST tahun 2024 dengan hasil p-Value =  0.004 dan OR = 4.038, tidak ada pengaruh antara pendidikan dengan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di PMB Sunarti, SST tahun 2024 dengan hasil p-Value =  0.194.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care pada Ibu Hamil Trimester III di Klinik Pratama Bhakti Asih Dessi Juwita; Aisyn Aisyn; Nursupian Nursupian
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 1 (May 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i1.106

Abstract

Antenatal Care (ANC) adalah pelayanan kesehatan penting untuk memantau dan meningkatkan kesehatan ibu dan janin selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil trimester III di Klinik Pratama Bhakti Asih, Tangerang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 77 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,000), pekerjaan (p=0,004), paritas (p=0,003), dan pengetahuan (p=0,001) dengan kepatuhan kunjungan ANC. Tidak terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,080) dengan kepatuhan. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan dan pengetahuan merupakan faktor dominan dalam kepatuhan kunjungan ANC.
Efektivitas Hypnobirthing dalam Menurunkan Kecemasan dan Nyeri pada Persalinan Kala I Fase Aktif di PMB Siska Tiara, S.Tr.Keb Tahun 2025 Dessi Juwita; Sofiah Ks; Alysa Rismalia Zahra; Robiatul Adawiyah Harahap
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 2 (Nov 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i2.169

Abstract

Pada beberapa kasus, kelahiran bukanlah sesuatu yang menyenangkan tetapi menjadi masalah yang penuh dengan ketakutan, kesulitan, dan nyeri. Menurut Pusat  data Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia 15% ibu di Indonesia mengalami komplikasi saat melahirkan bayinya. Disamping itu 21% mengatakan bahwa persalinan yang dialami mereka sangat menyakitkan karena merasakan nyeri yang signifikan, dan 63% sisanya tidak tahu bagaimana melakukan persiapan untuk mengurangi nyeri persalinan. Oleh sebab itu peneliti melakukan penelitian hypnobirthing untuk menurunkan kecemasan dan nyeri pada ibu bersalin di PMB Siska Tiara, S.Tr.Keb Tahun 2025.  Jenis penelitian menggunakan quasi experiment dengan rancangan Pretest-Posttest one group design. Variabel Bebas adalah Hypnobirthing dan variabel terikat adalah kecemasan dn nyeri pada ibu bersalin. Berdasarkan Hasil Penelitian Uji statistik dengan Independent sample t-test didapatkan bahwa hasil sesudah diberikan perlakukan Hypnobirthing p value (sig 2 tailed) =0,007 dan α 0,05 (p < α) yang artinya ada efektifitas sesudah dilakukan Hypnobirthing dalam Menurunkan Kecemasan Ibu Bersalin di PMB Siska Tiara, S.Tr.Keb. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa rata-rata nyeri pada persalinan Kala I Fase aktif sebelum diberikan perlakuan Hypnobrithing adalah 7,67 dan sesudah diberikan perlakuan Hypnobirthing adalah adalah 3,89, sehingga didapatkan p value sebesar 0,0012 yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara hasil Pretest dan Posttest, menunjukkan ada efektivitas yang bermakna setelah diberikan perlakuan Hypnobirthing dalam menurunkan nyeri pada persalinan kala I Fase aktif di PMB Siska Tiara, S.Tr.Keb.