Tania Aprilianti
Universitas Bhakti Asih Tangerang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Pijat Oksitosin dan Konseling Laktasi serta Hubungannya dengan Peningkatan Volume Perah ASI (Objective Measurement) pada Dua Minggu Postpartum Riska Reviana; Andi Mustika Fadillah Rizki; Sumarmi Sumarmi; Dwi Ghita; Tania Aprilianti; Rahma Aulia
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 2 (Nov 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i2.151

Abstract

Produksi ASI pada dua minggu pertama postpartum merupakan fase kritis yang menentukan keberhasilan menyusui jangka panjang. Hambatan dalam refleks let-down, pengetahuan laktasi yang terbatas, serta kecemasan ibu dapat menurunkan volume ASI perah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan implementasi pijat oksitosin dan konseling laktasi dengan peningkatan volume perah ASI yang diukur secara objektif pada ibu postpartum dua minggu. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 31 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Implementasi pijat oksitosin dan konseling laktasi dinilai melalui lembar checklist, sedangkan volume ASI perah diukur menggunakan botol berskala berdasarkan rata-rata tiga kali pemerasan pada hari awal (T0) dan dua minggu kemudian (T1). Analisis bivariat menggunakan uji paired t-test dan perhitungan odds ratio. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan volume perah ASI yang signifikan antara T0 dan T1 (p < 0,001). Implementasi pijat oksitosin memiliki hubungan signifikan dengan peningkatan volume ASI (p = 0,018; OR = 4,82), yang menunjukkan bahwa ibu dengan pelaksanaan pijat oksitosin kategori baik memiliki peluang hampir lima kali lebih besar untuk meningkatkan volume ASI. Implementasi konseling laktasi menunjukkan hubungan yang lebih kuat dengan peningkatan volume ASI (p = 0,004; OR = 9,00), menandakan bahwa ibu yang menerima konseling laktasi berkualitas memiliki peluang sembilan kali lebih besar untuk mengalami peningkatan volume ASI. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi pijat oksitosin dan konseling laktasi merupakan intervensi efektif yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan volume perah ASI pada dua minggu postpartum.
Teknik Menyusui yang Benar dengan Kejadian Puting Lecet pada Ibu Nifasdi Wilayah Jakarta Barat Riska Reviana; Andi Mustika Fadilah; Dwi Ghita; Agnin Ilma Aura; Tania Aprilianti
Midwife Care Journal Vol. 3 No. 1 (May 2026)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v3i1.240

Abstract

The postpartum period is a critical transitional phase characterized by maternal physiological recovery and breastfeeding adaptation. One of the most common breastfeeding problems experienced by postpartum mothers is nipple trauma, which may cause pain, discomfort, and potentially interfere with breastfeeding continuation. Evidence suggests that improper breastfeeding techniques, particularly incorrect positioning and latch, are major contributing factors to nipple injury. In the context of homecare services in West Jakarta, direct evaluation of breastfeeding techniques at mothers’ homes becomes an important preventive strategy. This study aims to determine the relationship between proper breastfeeding techniques and the incidence of nipple trauma among postpartum mothers in West Jakarta. Methods this study employed a quantitative analytic approach with a cross-sectional design. The research was conducted within midwifery homecare services in West Jakarta from January to July 2026. The study population consisted of postpartum mothers receiving homecare services and practicing direct breastfeeding. A total of 30 respondents were selected using consecutive sampling. Breastfeeding technique data were collected using an observational checklist covering maternal position, infant position, latch, and effective sucking. Nipple trauma was assessed through visual inspection and categorized according to severity. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with Chi-square or Fisher’s Exact test at a significance level of 0.05.
Pemanfaatan Media Edukasi Digital Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Kesiapsiagaan Ibu Hamil Menghadapi Komplikasi Kehamilan Di Wilayah RW 09 Kecamatan Pasar Kemis Dessi Juwita; Tania Aprilianti; Kayla Putri Florencia
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1898

Abstract

Komplikasi kehamilan masih menjadi penyebab utama meningkatnya risiko kesakitan dan kematian ibu. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, sekitar 60–70% ibu hamil belum mampu mengenali tanda bahaya kehamilan secara tepat, dan lebih dari 50% ibu hamil menunjukkan tingkat kesiapsiagaan yang rendah dalam menghadapi komplikasi obstetri. Studi lain melaporkan bahwa meskipun cakupan kunjungan antenatal care telah mencapai lebih dari 85%, peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu hamil belum optimal akibat keterbatasan metode edukasi konvensional. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa pemanfaatan media edukasi digital mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil sebesar 20–40% dan kesiapsiagaan menghadapi komplikasi hingga 30% dibandingkan metode edukasi tatap muka biasa. Sampel ibu hamil selama bulan Februari – Mei 2026 sebanyak 39 orang. Sampling merupakan suatu proses seleksi atau sebuah observasi. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling, dengan seluruh anggota populasi yang memenuhi kriteria penelitian dijadikan sampel. Uji normalitas dilakukan menggunakan Kolmogorov-Smirnov dan menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu, analisis perbedaan sebelum dan sesudah intervensi dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu hamil setelah memperoleh edukasi melalui media digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan ibu hamil setelah menggunakan aplikasi digital untuk mengakses artikel online. Hasil uji Wilcoxon memperoleh nilai p = 0,007 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi dalam menghadapi komplikasi kehamilan di wilayah RW 09 Kecamatan Pasar Kemis. Pada variabel kesiapsiagaan, diperoleh nilai p = 0,003 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Dengan demikian, pemanfaatan media edukasi digital berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu hamil dalam menghadapi komplikasi kehamilan.