Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Multimedia Interaktif Mata Pelajaran Bahasa Daerah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Yusri Yusuf; Nurhikmah H; Pattaufi Pattaufi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan multimedia interaktif, mendesain pengembangan multimedia interaktif dan mengukur tingkat validitas, kepraktisan, dan keefektifan multimedia interaktif. Penelitian menggunakan metode penelitian pengembangan Research and Development yang difokuskan untuk mengembangkan multimedia interaktif. Model pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan ADDIE dengan lima tahapan, yakni: analysis, design, development, implement, dan evaluate. Penelitian dilaksanakan di SDN 57 Bulu-Bulu Kabupaten Maros dengan subjek penelitian 28 siswa dan 1 guru mata Pelajaran Bahasa Daerah. multimedia interaktif yang dikembangkan dinyatakan sangat valid oleh ahli isi materi dan valid oleh ahli media dan desain. Tingkat kepraktisannya diukur dari angket respon oleh guru dan siswa dan dari kedua penilaian dinyatakan sangat praktis. Tingkat keefektifan multimedia interaktif diukur dengan pretest dan posttest yang menunjukkan terjadinya peningkatan hasil belajar sehingga dinyatakan sangat efektif. Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini Multimedia interaktif sebagai media pembelajaran menjadikan kegiatan belajar mengajar dapat di dalam atau di luar ruang kelas, memungkinkan adanya interaksi langsung antara siswa dengan sumber belajar. Multimedia interaktif akan membantu siswa menjadi lebih aktif dan kreatif dalam belajar, dan menjadikan guru sebagai fasilitator yang memberikan kemudahan kepada siswa untuk belajar. Dengan multimedia interaktif pembelajaran berbantuan android, siswa dapat belajar sesuai sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan minat siswa. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa pengembangan multimedia interaktif Bahasa Daerah dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
Comparison Of Automated Machine Learning and Manual Modeling In Data Science Education Toward Pipeline Understanding and Model Interpretability: A Qualitative Experimental Study Abdi Anugrah; Wahyullah; Yusri Yusuf; Zulham Abidin; Dian Kumala Azis; Fandi Armawan
Journal of Embedded Systems, Security and Intelligent Systems Vol 6, No 2 (2025): June 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/jessi.v6i2.11528

Abstract

The rapid development of Automated Machine Learning (AutoML) has transformed modeling practices in data science by automating preprocessing, feature selection, and hyperparameter tuning. However, its pedagogical implications in higher education remain underexplored. This study aims to compare the impact of AutoML and manual modeling approaches on students’ understanding of machine learning pipelines and model interpretability. A qualitative quasi-experimental design was employed involving final-year undergraduate students enrolled in a Data Science course. Participants were divided into two groups: one using AutoML tools and the other applying manual modeling procedures. Data were collected through in-depth interviews, learning observations, reflective reports, and artifact analysis of coding assignments. Thematic analysis was used to identify differences in conceptual understanding and learning experiences. The findings indicate that manual modeling fosters deeper structural comprehension of pipeline stages, including preprocessing, feature engineering, and evaluation mechanisms. In contrast, AutoML enhances efficiency and reduces technical barriers but tends to obscure internal modeling processes, potentially limiting interpretative insight. These results highlight important implications for curriculum design in data science education, suggesting the need for balanced integration between automation tools and foundational modeling practices.