Mochammad Ikhsan
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DISRUPSI PERIWAYATAN AL-QUR’AN: STUDI KASUS AL-QUR’AN BERBASIS ARTIFICIAL INTELLEGENCE PADA APLIKASI TARTEEL, QARA’A, DAN NGAJI.AI Mochammad Ikhsan
Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2023): Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : LP2M STAI Al-Muhajirin Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi periwayatan (sanad) pada aplikasi Tarteel, Qara’a, dan Ngaji.AI. Termasuk ke dalam penelitian kualitatif, dengan teknik analisis deskriptif, dan pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) melalui pendekatan thick description Geertz. Hasil dan temuan penulis menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam pembelajaran Al-Qur’an di Indonesia yang praktiknya terbatas pada aplikasi Ngaji.Ai, Tarteel, dan Qara’a membawa konsekuensi bahwa Al-Qur’an tidak tertransformasikan secara utuh, karena fenomena talaqqi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Al-Qur’an itu sendiri (integral), jika penggunaan AI dalam mempelajari Al-Qur’an saat ini tetap berjalan tanpa ada perubahan mendasar, maka ia menghilangkan “sakralitas keilmuan Islam”, adapun sebagai jalan tengah penulis memberikan tawaran bagi digitalisasi Al-Qur’an (penggunaan AI dalam pembelajaran Al-Qur’an), yakni: 1) ia diklasifikasi berdasarkan data dari qari’-qari’ tertentu dan pada praktiknya dipisahkan sesuai dengan masing-masing qari’ tersebut; dan 2) data dari berbagai qari’ direduksi, sehingga tetap memunculkan satu jenis AI Al-Qur’an.
Preference for Rasm Al-Qur’ān among Tahfiẓ Students: A Study of Living Qur’ān at the Ma’had Amaliyyah Qurani Islamic Boarding School in Bandung Regency Mochammad Ikhsan; Muhammad Ruhiyat Haririe
Religia: Jurnal Ilmu-Ilmu KeIslaman Vol 29 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v29i1.8566

Abstract

This study discusses the tahfiẓ students’ preferences for two models of rasm Al-Qur’an: rasm ‘Utsmāni and rasm Imlā’i, in the context of the practice of reading the Qur’an in Islamic boarding schools. This study departs from the shift in the discourse of rasm from the normative-theoretical realm to practical issues regarding the usability of the mushaf for its readers. The study was carried out using a living Qur’an approach with qualitative field methods in the Ma’had Amaliyyah Qurani Islamic Boarding School, Bandung Regency. Data were collected through reading observations and semi-structured interviews with 20 tahfiẓ students using QS. al-Fatḥ /48:29 in two mushafs: the 2019 Revised Edition of the Indonesian Standardized Mushaf as a representation of rasm ‘Utsmāni and the 1974 edition of the Pojok Menara Kudus Mushaf as a representation of rasm Imlā’i. The results showed that all respondents preferred MSI because they perceived it as easier and more comfortable to read. This preference was related to familiarity with using the mushaf, visual comfort, and pedagogical needs in the deposit and murāja’ah activities. These findings indicate that the issue of rasm is not only related to orthographic rules, but also to the social practice of Qur’an recitation within the tahfiẓ community