Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reading Of Surat Al-Fatihah In The Tawasul Tradition At Pesantren Nurul Jadid Lukman Sholeh; Ahmad Barizi; Durrotul Masruroh
Aafiyah: Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 01 (2024): Aafiyah: Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/ja.v2i01.259

Abstract

This study aims to describe the tawasul tradition in the Nurul Jadid Islamic Boarding School Paiton Probolinggo. This research approach is descriptive qualitative type. The research subjects comprised the caretaker of the Nurul Jadid Islamic Boarding School and the head of the Nurul Jadid Islamic Boarding School. The collection technique uses interviews, documentation, observation, and data analysis techniques using data reduction, data presentation, and conclusion. The results show that the tawasul tradition in Islamic boarding schools has several meanings in reading tawasul in Islamic boarding schools 1. Means of praying, 2. Means to connect scientific sanad, 3. Means to connect spiritual sense, 4. Media for dhikr to others. Allah, 5. Increase love for Allah. While the benefits of reading tawasul on students' personalities in Islamic boarding schools 1. They were becoming a person who likes to be grateful, 2—being patient, 3. Being calm, 4. They respect people, 5. Being a person who wants to give and be generous, 6. Be happy with Allah's destiny
Selametan Sumber Water: Traditional Rituals and Local Wisdom of Muslims in the Hills of Watu Lumbung, Pasuruan M. Najich Syamsuddini; Achmad Khudori Soleh; Ahmad Barizi
JURNAL ILMIAH GEMA PERENCANA Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Gema Perencana
Publisher : POKJANAS Bekerja Sama Biro Perencanaan dan Penganggaran, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61860/jigp.v4i2.240

Abstract

Tradisi Selametan Sumber Air di perbukitan Watu Lumbung, Pasuruan, Jawa Timur, merupakan bentuk kearifan lokal Muslim dalam pengelolaan sumber daya air yang terus berkembang di tengah modernisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat. Secara ideal (das sollen), pengelolaan sumber daya air seharusnya mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, ekologis, dan sosial secara harmonis. Namun, dalam kenyataannya (das sein), banyak praktik tradisional yang semakin terkikis oleh kepentingan ekonomi jangka pendek dan menurunnya partisipasi generasi muda, yang dapat mengancam keberlanjutan tradisi tersebut. Penelitian ini penting karena mengkaji praktik budaya yang menyelaraskan dimensi agama dan ekologi, serta menawarkan pendekatan alternatif dalam menghadapi krisis lingkungan dan erosi identitas budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus (juru kunci), dan pemuda setempat, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif selama ritual, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian naratif, dan penarikan kesimpulan, dengan berpanduan pada teori konstruksi sosial oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi Selametan Sumber Air merupakan suatu sinkretisme antara kepercayaan pra-Islam dan ajaran Islam, yang terintegrasi melalui sosok Mbah Sumpil, seorang tokoh karismatik lokal. Tradisi ini bukan hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan sumber air, tetapi juga memiliki makna spiritual, sosial, dan ekonomi yang mendalam bagi masyarakat. Generasi muda memainkan peran strategis dalam transmisi budaya tradisi ini, baik melalui partisipasi langsung dalam ritual maupun melalui pemanfaatan inovasi media digital.