Slamet Affandi Sulaiman
Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Karakter Dalam Game Online sebagai Wahana Wawasan Budaya Indonesia Slamet Affandi Sulaiman; Elok Rosyidah
JURNAL PUSPAKA Vol 1 No 1 (2024): Jurnal Pusat Studi Pancasila dan Kebijakan
Publisher : Pusat Studi Pancasila dan Kebijakan Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/jurnalpuspaka.v1i1.299

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran karakter dalam game online sebagai media edukatif yang memperkenalkan budaya Indonesia. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi representasi elemen budaya lokal, seperti tokoh sejarah, mitologi, dan nilai-nilai lokal dalam game populer yang memiliki karakter berbudaya Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa karakter seperti Gajah Mada, Ratu Gitarja, dan Gatotkaca memicu minat pemain terhadap budaya lokal dan berpotensi menumbuhkan kebanggaan nasional. Namun, tantangan seperti pengaruh budaya asing dan risiko penyajian budaya yang tidak akurat masih ada. Dengan memanfaatkan peluang ini dan mengatasi tantangan tersebut, game online dapat berfungsi sebagai alat pendidikan informal yang efektif bagi generasi muda serta sebagai sarana diplomasi budaya untuk memperkenalkan Indonesia kepada audiens global.
Analisis Karakter Dalam Game Online sebagai Wahana Wawasan Budaya Indonesia Slamet Affandi Sulaiman; Elok Rosyidah
JURNAL PUSPAKA Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Pusat Studi Pancasila dan Kebijakan
Publisher : Pusat Studi Pancasila dan Kebijakan Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/jurnalpuspaka.v1i1.299

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran karakter dalam game online sebagai media edukatif yang memperkenalkan budaya Indonesia. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi representasi elemen budaya lokal, seperti tokoh sejarah, mitologi, dan nilai-nilai lokal dalam game populer yang memiliki karakter berbudaya Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa karakter seperti Gajah Mada, Ratu Gitarja, dan Gatotkaca memicu minat pemain terhadap budaya lokal dan berpotensi menumbuhkan kebanggaan nasional. Namun, tantangan seperti pengaruh budaya asing dan risiko penyajian budaya yang tidak akurat masih ada. Dengan memanfaatkan peluang ini dan mengatasi tantangan tersebut, game online dapat berfungsi sebagai alat pendidikan informal yang efektif bagi generasi muda serta sebagai sarana diplomasi budaya untuk memperkenalkan Indonesia kepada audiens global.
Analisis Tradisi Sosial Religius Sarweh Pada Masyarakat Dusun Krajan 1 Desa Nogosaren Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo Slamet Affandi Sulaiman; Sahru Romadloni; Elok Rosyidah
JURNAL SANGKALA Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v5i1.950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi sosial religius Sarweh pada masyarakat Dusun Krajan 1 Desa Nogosaren Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo, fokus pembahasan pelaksanaan tradisi, sejarah kemunculan dan perkembangannya, serta makna simbolik dan nilai-nilai sosial religius yang dikandungnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif. Data dikumpulkan melalui triangulasi sumber, yaitu kombinasi antara kajian pustaka dan wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposive sampling, meliputi tokoh sepuh, tokoh agama atau imam Sarweh, serta jamaah atau peserta Sarweh. Instrumen penelitian berupa peneliti sebagai instrumen utama yang didukung pedoman wawancara, catatan lapangan, alat perekam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui thematic analysis dan diperdalam dengan semiotic reading menafsirkan makna simbolik dalam setiap unsur tradisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sarweh dilaksanakan secara rutin setiap malam Jumat setelah salat Isya dengan rangkaian pembukaan, pembacaan al-Fatihah, surat Yasin, tahlil, doa bersama, shalawat, ramah tamah, dan pengumpulan dana sosial Kifayah. Tradisi ini diperkirakan mulai dirintis sekitar tahun 1990-an oleh Bapak Nahrowi dan terus berkembang sebagai praktik sosial-keagamaan masyarakat. Sarweh mengandung makna simbolik yang kuat, terutama penghormatan kepada leluhur, penguatan religiusitas, kerukunan, solidaritas, dan gotong royong. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Sarweh merupakan warisan budaya religius lokal yang berfungsi penting dalam menjaga kohesi sosial dan keberlanjutan nilai-nilai keagamaan.