Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi sosial religius Sarweh pada masyarakat Dusun Krajan 1 Desa Nogosaren Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo, fokus pembahasan pelaksanaan tradisi, sejarah kemunculan dan perkembangannya, serta makna simbolik dan nilai-nilai sosial religius yang dikandungnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif. Data dikumpulkan melalui triangulasi sumber, yaitu kombinasi antara kajian pustaka dan wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposive sampling, meliputi tokoh sepuh, tokoh agama atau imam Sarweh, serta jamaah atau peserta Sarweh. Instrumen penelitian berupa peneliti sebagai instrumen utama yang didukung pedoman wawancara, catatan lapangan, alat perekam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui thematic analysis dan diperdalam dengan semiotic reading menafsirkan makna simbolik dalam setiap unsur tradisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sarweh dilaksanakan secara rutin setiap malam Jumat setelah salat Isya dengan rangkaian pembukaan, pembacaan al-Fatihah, surat Yasin, tahlil, doa bersama, shalawat, ramah tamah, dan pengumpulan dana sosial Kifayah. Tradisi ini diperkirakan mulai dirintis sekitar tahun 1990-an oleh Bapak Nahrowi dan terus berkembang sebagai praktik sosial-keagamaan masyarakat. Sarweh mengandung makna simbolik yang kuat, terutama penghormatan kepada leluhur, penguatan religiusitas, kerukunan, solidaritas, dan gotong royong. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Sarweh merupakan warisan budaya religius lokal yang berfungsi penting dalam menjaga kohesi sosial dan keberlanjutan nilai-nilai keagamaan.
Copyrights © 2026