Widhi Arief Nugroho
Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peranan Pendidikan Keluarga Tentang Kekudusan Hidup Menurut Roma 12:1-2 Widhi Arief Nugroho
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.456 KB) | DOI: 10.34081/fidei.v1i2.16

Abstract

Peran aktif keluarga dan orang tua merupakan sebuah usaha yang secara langsung dalam memberikan sosialisasi terhadap anak dan juga menciptakan lingkungan rumah dan gereja sebagai lingkungan sosial yang pertama dijumpai oleh anak. Anak menjadi hal terpenting yang harus diperhatikan oleh keluarga, dalam kehidupannya anak perlu mendapat perhatian khusus dari orang tua baik ayah mau pun ibu, hal itu dikarenakan keluarga merupakan tempat pertama yang menerima anak lahir didunia. Tidak hanya hal itu keluarga juga menjadi tempat bagaimana anak belajar dalam berkehidupan yaitu dari awal cara makan sampai anak belajar hidup dalam masyarakat. Dalam realita peneliti mengamati banyak terjadi seks bebas di kalangan remaja. Mereka menganggap bahwa seks bukanlah suatu yang tabu dan kudus.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Kristen Permisif Terhadap Kesehatan Mental  Anak Generasi Alpha Widhi Arief Nugroho
Jurnal Therapeuo Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 1 (2026): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Galilea Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66429/5d7bqf20

Abstract

Pola asuh permisif dalam keluarga Kristen modern sering kali menyalahartikan konsep kasih karunia (grace) sebagai kebebasan tanpa batas, yang berisiko memicu krisis kesehatan mental bagi Generasi Alpha selaku digital native. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengeksplorasi motivasi teologis orang tua Kristen di balik penerapan pola asuh permisif serta menganalisis manifestasi dampaknya terhadap kesehatan mental anak Generasi Alpha. Melalui teknik purposive sampling, data dihimpun dari 15 keluarga Kristen urban yang memiliki anak usia sekolah (8–15 tahun) menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, yang diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian mengungkap adanya distorsi teologis akut, di mana orang tua memisahkan aspek kasih dari pendisiplinan alkitabiah, serta menggunakan gawai sebagai penenang elektronik (gadget as a pacifier) untuk menghindari konflik. Dampaknya pada kesehatan mental anak menunjukkan ketiadaan kapasitas regulasi emosi, tingginya egosentrisme, dan rendahnya ketahanan mental (resilience). Anak-anak menjadi rentan mengalami gangguan kecemasan dan frustrasi ekstrem saat menghadapi tekanan di luar rumah karena tidak terbiasa dengan penundaan kepuasan (delayed gratification). Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya reformasi pola asuh Kristen menuju model otoritatif yang mengintegrasikan secara seimbang antara grace (kasih karunia) dan truth (kebenaran) demi memulihkan kesehatan mental generasi digital.