Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PEMBENTUKAN KOMUNITAS USAHA PENGOLAHAN HASIL LAUT DAN HASIL BUMI MASYARAKAT MANGGARAI BARAT - NUSA TENGGARA TIMUR Tulipa, Diyah; Rahmawati, Veronika; Rachmawati, Dyna; Srianta, Ignatius
Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM) Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/leecom.v4i1.2949

Abstract

Labuan Bajo – Manggarai Barat – Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan yang hendak mengunjungi Pulau Komodo ataupun Wae Rebo. Pembangunan infrastruktur dari pemerintah dan banyaknya investor baik domestic maupun asing dalam membangun hotel dan tempat makan tidak memberikan dampak secara langsung bagi peningkatan ekonomi penduduk setempat. Desa nelayan Rangko merupakan salah satu desa yang berada dalam lingkungan pembangunan infrastruktur namun masih memiliki tata cara kehidupan tradisional dan berpenghasilan rendah. Survei awal dilakukan untuk melihat kondisi masyarakat dan potensi produk yang akan dikembangkan. Hasil survei menunjukkan hasil alam yang melimpah berupa gurita dan ikan menjadi sumber penghasilan penduduk. Namun penjualan hasil laut mentah memiliki harga jual yang relatif rendah. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk memberikan nilai tambah bagi produk olahan tersebut. Tujuan pembuatan produk olahan berbahan dasar ikan selain untuk meningkatkan perekonomian masyarakat juga digunakan sebagai produk oleh-oleh khas daerah Labuan Bajo. Kelompok kedua adalah masyarakat urban Labuan Bajo yang memiliki hasil bumi berupa pisang. Komunitas yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat urban di Labuan Bajo telah membuat produk keripik pisang namun belum dapat dikomersialisasikan. Oleh karena itu dilakukan juga pelatihan dalam pembuatan keripik pisang yang higienis dan sederhana namun dikemas secara modern. Pelatihan yang diberikan melalui video tutorial pembuatan produk olahan. Harapannya masyarakat dapat melakukan produksi secara mandiri dan menjual produknya pada mitra yaitu Denny’s Mart retailer setempat.
Improving Monascus pigment in Monascus fermented durian seed using rice flour Alvino, Jonathan; Nugerahani, Ira; Dharma, Arya Wira; Srianta, Ignatius
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2025.008.02.8

Abstract

Monascus fermented durian seed (MFDS) can be helpful as a natural dye that has the potential to anticancer, anti-hypercholesterolemia, anti-diabetic, and others. Pigment production in MFDS is still relatively low compared to complex starch media. This research aimed to improve the pigment production in MFDS by adding rice flour. The research design used was a Randomized Block Design with one factor, namely the concentration of rice flour consisting of six levels that are 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, and 10%. The results showed that adding rice flour affected the color and levels of water-soluble pigment and ethanol in MFDS. The higher concentration of rice flour decreased the value of lightness and increased the value of redness, yellowness, and chroma, as well as improving the levels of water and ethanol-soluble pigment. Highest ethanol and water-soluble pigment produced in MFDS with 10% rice flour, which produced a yellow pigment content of 9.814 - 10.609 AU/g; orange pigment 3.065 - 8.074 AU/g; and red pigment 4.134 - 8.085 AU/g. The intensity of the MFDS pigments also increased with the higher concentration of rice flour added.
Bioaktivitas Produk Fermentasi Monascus Srianta, Ignatius; Widharna, Ratna Megawati; Kardono, Leonardus Broto S.
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v1i1.2341

Abstract

Monascus-fermented product has been used traditionally in Asian countries as food and medicine. Traditionally, Monascus-fermented rice was produced with cultivate Monascus sp. on steamed rice medium. During fermentation, Monascus sp. produce various metabolites. Beside pigments, Monascus sp. also produces monacolin K, monascin, dimerumic acid, etc which possess positive health impacts. Recent studies reported that Monascus sp. could grow on non rice medium i.e. soybean, dioscorea, adlay etc. This paper is a review of bioactivities of Monascus-fermented products including anti-inflammatory, anti hypercholesterolemic, anti hyperlipidemia, anti hypertensive, antioxidant and anti diabetes activities.
Antibacterial and antioxidant properties of red mold rice fermented by different Monascus purpureus strains with varying citrinin production in glycine-supplemented rice media Ristiarini, Susana; Nugerahani, Ira; Kuswardani, Indah; Srianta, Ignatius
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 8, No 4 (2025)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2025.008.04.9

Abstract

Red mold rice (RMR), a fermented product from Monascus purpureus, is traditionally used as a natural dye and flavor enhancer. The fermentation process produces various secondary metabolites, including pigments with antioxidant properties and citrinin with antibacterial properties. Adding glycine to the fermentation media lowers citrinin levels while enhancing red pigment content, potentially impacting the antibacterial and antioxidant activities of RMR. This study aimed to evaluate the antibacterial and antioxidant properties and quantify pigments in RMR extracts from different M. purpureus strains with varied citrinin production in glycine-supplemented rice media (GSRMR). A Non-Factorial Randomized Block Design was utilized, with isolates classified as low citrinin (JK2 and JK9B) and high citrinin (JK9A). Results revealed distinct metabolic profiles among strains (i.e., JK2, JK9A, JK9B) grown in GSRMR, affecting yield, pigment content, color value, and citrinin content. Notably, the JK2 extract demonstrated a larger inhibition zone against S. aureus, indicating superior antibacterial activity, while JK9B exhibited enhanced DPPH radical scavenging, FRAP, and TAC, underscoring its superior antioxidant properties. Furthermore, antibacterial and antioxidant properties in GSRMR were not related to the pigments and citrinin contents.
Implementasi Kerjasama Industri untuk Peningkatan Kemampuan UMKM Produk Bakery di Kota Surabaya Radix A.P. Jati, Ignasius; Srianta, Ignatius; Maya Sutedja, Anita; Yayuk Trisnawati, Chatarina; Meiliawati Yoshari, Rachel; Ristiarini, Susana
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v3i2.674

Abstract

Hasil penelitian yang dikembangkan perguruan tinggi harus dapat berujung kepada peningkatan kapasitas dan taraf hidup masyarakat. Perguruan Tinggi juga dapat berkolaborasi dengan industri sebagai wadah hilirisasi serta sebagai institusi yang memiliki sarana dan prasarana memadai yang semua proses bisnisnya adalah implementasi untuk menghasilkan barang atau jasa yang bersifat komersial sehingga sangat bermanfaat bagi UMKM. Salah satu kelompok produk yang banyak dijual oleh UMKM adalah baking dan pastry atau dikenal sebagai produk-produk bakery. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan bekerjasama dengan industri PT Multi Aneka Pangan Nusantara (MAPN). Mitra dalam kegiatan ini adalah pelaku usaha UMKM produk bakery di wilayah Surabaya sejumlah 36 UMKM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama empat bulan. Pada saat pelaksanaan pelatihan,terdapat dua sesi utama yaitu sesi pemberian materi teknologi pengolahan roti dan kue serta praktek pembuatan produk kekinian yaitu vegan brownies dan chapssal donut. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan industri membawa manfaat yang lebih besar bagi mitra UMKM karena keberadaan industri sebagai praktisi kegiatan wirausaha yang mampu berbagi strategi usaha pangan untuk UMKM. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan berhasil meningkatkan pemahaman mitra mengenai teknologi pengolahan roti dan kue serta meingkatkan ketrampilan mitra dalam pembuatan produk inovatif vegan brownies dan chapssal donut yang diukur menggunakan angket dan penilaian observasi
Perbaikan Produksi dan Pengemasan Produk Minuman pada Kelompok Usaha Minuman Tradisional di Kelurahan Medokan Ayu Kota Surabaya Srianta, Ignatius; Yayuk Trisnawati, Chatarina; Nugerahani, Ira; Indarto Putut Suseno, Thomas; Ristiarini, Susana
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v4i1.758

Abstract

Kelompok usaha minuman tradisional di Kelurahan Medokan Ayu Kota Surabaya sudah memproduksi dan memasarkan berbagai produk minuman tradisional. Namun, kelompok usaha tersebut mengalami berbagai permasalahan. Produksi dilakukan menggunakan cara dan peralatan yang sangat sederhana serta kemasan produk yang digunakan kurang menarik. Kegiatan ABDIMAS ini bertujuan untuk memperbaiki produksi dan pengemasan produk minuman yang dilakukan oleh kelompok usaha tersebut. Upaya perbaikan produksi dan pengemasan produk minuman pada kelompok usaha minuman tradisional tersebut dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan. Pada pelatihan teknologi pengolahan minuman mencakup praktek pengolahan yang termasuk penggunaan peralatan proses yang lebih baik dan higienitas dan sanitasi yang baik. Setelah kegiatan pelatihan, kelompok usaha yang menerapkan hasil pelatihan tersebut pada usahanya, dilakukan pendampingan. Keberhasilan kegiatan dievaluasi melalui peningkatan pengetahuan mitra meningkat pada aspek produksi dan pengemasan dari skor 42,33 menjadi 86,83. Omzet meningkat dari sebelumnya Rp. 1.250.000,- dan sesudah kegiatan berakhir menjadi Rp. 1.500.000,-. Higienitas selama produksi meningkat terlihat dari ruangan, peralatan dan personil menjadi lebih baik. dan pengemasan menjadi lebih baik dari yang sebelumnya tanpa label kemasan, selanjutnya menggunakan label kemasan. Informasi pada label kemasan yang sebelumnya hanya nama produk saja, selanjutnya informasi menjadi lebih lengkap.