Andi Amaliah Dahlia
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kedondong Laut (Nothopanax fructicosum (L.) Miq) Dengan Metode Peredaman Radikal Bebas DPPH Nurul Hasanah; Andi Amaliah Dahlia; Virsa Handayani
Makassar Natural Product Journal (MNPJ) April 2023
Publisher : PHARMACY UMI JOURNAL SYSTEM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanaman kedondong laut (Nothopanax fructicosum (L.) Miq) yang termasuk dalam famili Araliaceae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun kedondong laut (Nothopanax fructicosum (L.) Miq) dengan metode peredaman radikal bebas DPPH. Ekstrak daun kedondong laut (Nothopanax fructicosum (L.) Miq), diekstraksi dengan cara ekstraksi bertingkat dengan menggunakan pelarut n-Heksan, etil asetat, dan etanol 96% dengan persen rendamen untuk pelarut n-Heksan 1,504 % etil asetat 2,784 %, etanol 3,698 %. Selanjutnya dari masing-masing ekstrak diidentifikasi kandungan kimia menggunakan KLT dengan fase gerak n-Heksan: Etil asetat (8:2) dan fase diam silika gel 60 F254. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing ekstrak daun kedondong laut (Nothopanax fructicosum (L.) Miq memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 ekstrak n-Heksan yaitu 33,839 µg/mL antioksidan kuat (10-50 µg/mL), ekstrak etil asetat yaitu 12,604 µg/mL antiokisdan kuat (10-50µg/mL) dan ekstrak etanol yaitu 2,222 µg/mL antioksidan sangat kuat (< 10 µg/mL). Ekstrak etanol daun kedondong laut (Nothopanax fructicosum (L.) Miq) memiliki daya antioksidan lebih tinggi dibanding ekstrak n-Heksan dan Etil Asetat.
Review Artikel: Potensi Antioksidan Daun Kratok (Phaseolus lunatus L.) dalam Pencegahan Stres Oksidatif Putri Yulita Shabana; Andi Amaliah Dahlia; Rais Razak
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Menulis - Maret
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i3.1066

Abstract

Stres oksidatif merupakan kondisi biologis yang terjadi akibat ketidakseimbangan antara produksi reactive oxygen species (ROS) dan sistem pertahanan antioksidan dalam tubuh. Kondisi ini dapat memicu kerusakan biomolekul seperti lipid, protein, dan DNA yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan alami dari tanaman menjadi alternatif yang banyak diteliti karena memiliki potensi aktivitas biologis dengan risiko efek samping yang relatif rendah. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai sumber antioksidan adalah kratok (Phaseolus lunatus L.). Tanaman ini diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol dan flavonoid yang memiliki kemampuan menangkap radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi biologis daun kratok sebagai sumber antioksidan alami dalam pencegahan stres oksidatif berdasarkan literatur ilmiah. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis 15 jurnal ilmiah nasional dan internasional yang diperoleh dari Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Hasil kajian menunjukkan bahwa spesies Phaseolus lunatus memiliki aktivitas antioksidan yang terukur melalui metode DPPH, ABTS, dan FRAP serta memiliki korelasi dengan kandungan fenolik dan flavonoid. Selain itu, senyawa polifenol pada tanaman juga diketahui mampu memodulasi jalur antioksidan seluler seperti aktivasi jalur Nrf2. Berdasarkan hasil kajian tersebut, daun kratok berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami untuk mencegah stres oksidatif, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan untuk validasi praklinis dan klinis.
Review Artikel : Analisis Kandungan Dan Aktivitas Biologis Daun Kratok (Phaseolus lunatus L.) Salwa Sabrina Syamsir; Andi Amaliah Dahlia; Rais Razak
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Menulis - Maret
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i3.1067

Abstract

Tumbuhan obat merupakan sumber senyawa bioaktif yang berperan penting dalam pengembangan terapi berbasis bahan alam. Penggunaan tanaman sebagai obat tradisional terus meningkat secara global karena dianggap lebih aman, mudah diperoleh, serta memiliki potensi efek samping yang relatif lebih rendah dibandingkan obat sintetis. Tanaman diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, alkaloid, dan saponin yang memiliki aktivitas biologis sebagai antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, dan antidiabetik. Kratok (Phaseolus lunatus L.) merupakan tanaman leguminosa yang umumnya dimanfaatkan sebagai bahan pangan, namun bagian daunnya berpotensi sebagai sumber senyawa fitokimia yang memiliki aktivitas biologis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kandungan fitokimia serta aktivitas biologis daun kratok berdasarkan kajian literatur ilmiah. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelusuri artikel ilmiah dari berbagai database seperti Google Scholar menggunakan kata kunci terkait Phaseolus lunatus, phytochemical, dan antioxidant activity. Hasil kajian menunjukkan bahwa daun kratok mengandung flavonoid, fenolik, alkaloid, tanin, dan saponin dengan aktivitas antioksidan yang kuat berdasarkan metode DPPH, ABTS, FRAP, dan TBARS. Kandungan senyawa polifenol pada daun kratok diketahui berperan sebagai penangkap radikal bebas sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami dan kandidat fitofarmaka.
Review Artikel: Fitokimia dan Aktivitas Biologis Daun Kratok (Phaseolus lunatus L.) Sebagai Sumber Senyawa Bioaktif Nurfathanah; Andi Amaliah Dahlia; Rais Razak
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Menulis - Maret
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i3.1069

Abstract

Tanaman kratok (Phaseolus lunatus L.) merupakan salah satu tanaman legum yang memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif alami. Daun kratok mengandung berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang berperan dalam berbagai aktivitas biologis. Tujuan dari review ini adalah untuk mengkaji kandungan fitokimia serta aktivitas biologis daun kratok berdasarkan berbagai literatur ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis jurnal nasional dan internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa daun kratok memiliki aktivitas antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi yang berkaitan erat dengan kandungan senyawa fenolik dan flavonoid. Senyawa-senyawa tersebut berperan dalam menangkal radikal bebas, menghambat pertumbuhan mikroorganisme, serta memodulasi respon inflamasi. Dengan demikian, daun kratok berpotensi dikembangkan sebagai sumber bahan baku dalam bidang farmasi dan pangan fungsional.