Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Management of Unsignalized Intersections (Case Study of Duren Intersection, Ciputat District) Muhammad Farid Renandes; A.R Indra Tjahjani; Pio Ranap Tua Naibaho
Civilla : Jurnal Teknik Sipil Universitas Islam Lamongan Vol 10 No 1 (2025): MARET
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/cvl.v10i1.1307

Abstract

Traffic congestion leads to significant losses in the form of extended travel times, fuel waste, and environmental degradation. This congestion primarily results from traffic volumes exceeding both highway and intersection capacities. To address these issues and ensure smooth traffic flow, it is crucial to evaluate intersection performance. This study focuses on the Duren Intersection in South Tangerang City, where Merpati Raya Street, Menjangan Raya Street, Cenderawasih Street, and KH. Dewantoro Street converge. The current situation at the Duren Intersection continues to cause congestion, as evidenced by traffic performance data. On weekdays during peak hours, the average vehicle queue length reaches 192.03 meters, with an average traffic delay of 42.153 seconds per vehicle, resulting in a Level of Service (LOS) E. On holidays, the peak hour average queue length is 128.71 meters, with an average delay of 25.126 seconds per vehicle, corresponding to a LOS D. Given these conditions, this study, titled "Arrangement of Unsignalized Intersections: A Case Study of Duren Intersection, Ciputat District," aims to analyze and propose improvements for the intersection's performance. The research will evaluate current traffic patterns, identify bottlenecks, and suggest potential solutions to enhance traffic flow and reduce congestion at this critical junction in South Tangerang City.
Analisis Penerapan Lining Precast Terhadap Biaya, Mutu dan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Jaringan Irigasi Cisawarna Wibawa Mukti, Aditya; LM Arasy Sipala; Fadillah Taufik; Sopar Butarbutar; Manlian R. A. Simanjuntak; Pio Ranap Tua Naibaho
Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2025): Vol. 10 No. 2 (2025): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v10i2.1362

Abstract

Manajemen Kualitas Proyek merupakan tanggung jawab Pejabat Pembuat Komitmen dalam pengendalian kontrak konstruksi, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Penerapan SMKK mencakup Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi (RMPK) dan Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) untuk memastikan kualitas proyek. Sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan jaringan irigasi guna mendukung swasembada pangan, peningkatan jaringan irigasi menjadi strategi penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional. Untuk mencapai kualitas konstruksi yang baik, diperlukan penerapan Manajemen Kualitas Proyek yang efektif, salah satunya melalui penggunaan metode Lining Precast. Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi Cisawarna, yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2024, menggunakan metode Lining Cast in Situ. Proyek ini memberikan peluang untuk membandingkan metode Lining Precast dan Lining Cast in Situ dengan fokus pada tiga indikator utama: biaya konstruksi, mutu pelaksanaan, dan waktu pelaksanaan pekerjaan. Metode penulisan ini menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif dengan studi kasus pada proyek Peningkatan Jaringan irigasi Cisawarna. Data yang digunakan terdiri dari informasi mengenai pelaksanaan proyek yang telah berkontrak pada Bidang Sumber Daya Air, meliputi dokumen kontrak, laporan pelaksanaan proyek, Rencana Anggaran Biaya (RAB), spesifikasi teknis, Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi (RMPK) dan kebijakan pemerintah terkait serta di analisa menggunakan Ms. Excel dan Ms. Project. Penelitian ini membandingkan metode Lining Cast in Situ dan Lining Precast pada Peningkatan Jaringan Irigasi Cisawarna. Dari segi biaya, metode Lining Cast in Situ lebih murah dengan total Rp1.181.848.000,00, sedangkan Lining Precast mencapai Rp1.586.024.000,00. Namun, dalam hal mutu, Lining Precast unggul karena menggunakan beton berkualitas lebih tinggi (K-350) setara dengan 29,05 MPa dibandingkan Lining Cast in Situ yang hanya menghasilkan mutu beton 15 MPa. Untuk waktu pelaksanaan, Lining Precast juga lebih cepat, hanya memerlukan 120 (serratus dua puluh) hari kalender, sedangkan Lining Cast in Situ memiliki masa pelaksanaan hingga 180 (serratus delapan puluh) hari kalender. Artinya, metode Lining Precast lebih baik dari sisi mutu dan waktu, meskipun biayanya lebih besar
Pengaruh Kendaraan Over Dimension Over Loading (Odol) Terhadap Kecelakaan dan Kemacetan Lalu Lintas Pio Ranap Tua Naibaho; Wyldan, Akhmad Adam
Teknika Vol. 20 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v20i2.13087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) serta pengaruh jumlahnya terhadap kecelakaan dan kemacetan lalu lintas di ruas Jalan Tol Jakarta–Tangerang. Kendaraan ODOL merupakan isu krusial dalam transportasi darat karena dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana. Data dikumpulkan selama 100 hari observasi mencakup jumlah kendaraan ODOL, kecelakaan, kecepatan rata-rata, dan waktu tempuh kendaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendaraan ODOL didominasi oleh truk berat yang mengalami pelanggaran overload maupun overdimensi, dengan rata-rata harian 628 kendaraan dan standar deviasi ±130,78. Jumlah ODOL tidak memiliki pengaruh signifikan secara statistik terhadap kecelakaan (r = 0,105; sig. = 0,300), tetapi tetap merupakan faktor risiko utama penyebab kecelakaan berdasarkan literatur dan substansi teknis. Sebaliknya, jumlah ODOL berpengaruh signifikan terhadap kemacetan, ditunjukkan oleh korelasi negatif terhadap kecepatan (r = –0,823; sig. = 0,000) dan korelasi positif terhadap waktu tempuh (r = 0,802; sig. = 0,000). Dengan demikian, kendaraan ODOL terbukti menurunkan efisiensi dan kinerja lalu lintas jalan tol. Diperlukan pengawasan dan kebijakan yang tegas untuk mengendalikan dampaknya.