Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN BUDIDAYA IKAN DAN SAYURAN DALAM EMBER (SISTEM AQUAPONIK) DI KAMPUNG MOSSO, DISTRIK MUARA TAMI, KOTA JAYAPURA Tasak, Albida Rante; Kubelaborbir, Triana Mansye; Ingratubun, Jotje Aquarista; Mandibondibo, Paulus; Arief, Geraldy; Ayer, Popi Ida
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i1.1761

Abstract

Mosso is one of the villange in Muara Tami District, Jayapura City, Papua Province and it is aslo  located in in the border between Indonesia and Papua New Guinea.  The economy activities to support the local people’s livelihhod living in  Mosso village is a tradisional  farmers and the majority of them are farmers with   subsistence  agriculture.  The development in Mosso village is face the challenge due to the capacity of local people and this issue leads to the limitation of economic activities .  Budidamber is a combination technique of cultivating fish and vegetables in one container and this technique is also environmentally friendly that is promoted to apply in Mosso village. Catfish is one of commodities that has a high demand among Indonesia People. The reason why catfish and vegetables because the maintenance is easy and simple. This community service is aim to enhance the capacity building of local people in Mosso in terms of skills and knowledge about Budidamber so it can be benefit to their economic activities in household level. This community service is also aim to motivate local people in Mosso to do a simple cultivating fish with the limited land. The community service is taken place in Mosso Village, Muara Tami District Jayapura City on September 2023. The method of this activities is socialization and demonstration the practical of Budidamber. The material of this activities is delivered by some lecturer from Faculty of Agriculture, Forestry and Marine Ottow Geissler University related to the development of Budidamber such as design method, assembly technique, feeding technique and nutrition which is contain in Catfish and Water Spinach.  After delivering the material, further training is carried out. It is started with an introduction to tools and materials. Budidamber is an effective system and can be implemented without requiring a large budget or capital. It is hoped that this activity can also increase community knowledge in utilizing empty land in the yard and increase food security with the Aquaponics system
Pembinaan Pemuda Kampung Yongsu Desoyo Dalam Pemanfaatan Sampah Organik dan Ampas Sagu Menjadi Pupuk Bokashi Lada, Yulius Gae; Mandibondibo, Paulus; Apituley, Frank Leonard; Wanaputra, Amadion Andika; Bura, Silvans Tande
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i1.2638

Abstract

Kampung Yongsu Desoyo memiliki potensi hortikultura melimpah di kaki Gunung Cycloop, namun pengembangannya terhambat oleh aksesibilitas yang hanya dapat dijangkau melalui jalur laut. Ketergantungan pada pupuk kimia dari kota menjadi kendala utama karena harga pupuk yang mahal dan biaya transportasi perahu motor yang tinggi. Selama ini, petani hanya mengandalkan proses pelapukan alami dari sisa pangkasan tanaman dan limbah organik, namun cara ini dinilai kurang efektif karena proses dekomposisi yang lama dan risiko penumpukan sampah lingkungan. Selain itu, limbah ampas sagu yang melimpah di dusun sekitar juga belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemuda kampung dalam mengolah limbah organik rumah tangga, sisa pangkasan tanaman, dan ampas sagu menjadi pupuk bokashi. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif melalui demonstrasi plot dan pendampingan teknis. Pemuda dilatih mengolah berbagai biomassa lokal tersebut menggunakan aktivator organik berupa EM4 untuk mempercepat proses fermentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra mengenai teknik budidaya intensif dan manajemen limbah. Pemanfaatan sampah organik dari rumah tangga, sisa pangkasan dari tanaman di sekitar dan ampas sagu menjadi pupuk bokashi terbukti efektif menyediakan nutrisi bagi tanaman buah seperti rambutan, pete, pisang, pinang, durian tanpa harus bergantung pada input atau pasokan pupuk kimia dari luar kampung. Kesimpulannya, pembinaan ini berhasil menciptakan kemandirian pupuk, mengurangi beban limbah lingkungan, dan memberdayakan pemuda sebagai aktor penggerak pertanian berkelanjutan yang adaptif terhadap kondisi geografis wilayah pesisir.