Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendampingan Masyarakat dalam Pemanfaatan Ampas Sagu menjadi Pupuk Organik Bokashi di Kampung Mosso Kota Jayapura Lada, Yulius Gae; Mangaluk, Efraim; Stefanie, Selmi Yohana; Sama, Anius
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v8i1.22101

Abstract

In the sago processing process through extraction of sago pith, sago dregs will be produced which is waste in sago processing. Sago dregs contain 65.7% starch and the rest is crude fiber, crude protein, fat and ash. Apart from that, sago dregs contain 21% lignin and 20% cellulose which can be used as raw material to be used as bokashi fertilizer. This service was carried out in Mosso village, Jayapura City and aims to empower the community to process sago dregs into useful organic fertilizer. The methods used in this service are counseling, field practice and discussion. The public is invited to use sago pulp which is usually thrown away and process it into bokashi fertilizer. The community service activities carried out produce something of value and benefit to the local community. The community seems to be actively involved in making bokashi fertilizer by utilizing organic waste which can be directly applied to their agricultural land. Apart from that, it creates community awareness in handling sago waste in their environment.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT SETEK VANILI (Vanila planifolia) TERHADAP APLIKASI BEBERAPA JENIS ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI Lada, Yulius Gae; Moghom, Diana; Nusantari, Apik; Rimindubby, Victor H.
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v14i1.1208

Abstract

Vanilla is a high-value plantation commodity prized for its vanillin content, an essential raw material in the food, beverage, perfume, and cosmetic industries. This study aimed to examine the growth response of vanilla stem cuttings to various natural Plant Growth Regulators (PGR) and identify which organic source yields the most effective results. The research was conducted at the Greenhouse of the Faculty of Agriculture, Forestry, and Marine Sciences, Ottow Geissler University, Papua. The study employed a Completely Randomized Design (CRD) consisting of five treatments with seven replications each. The treatments included: A1 (Control), A2 (Coconut water 500 ml/l), A3 (Bamboo shoot extract 4 ml/l), A4 (Rice washing water 130 ml/l), and A5 (Red onion extract 10 ml/l). Vanilla cuttings were immersed in the respective solutions for 10 hours prior to planting in polybags. Parameters measured included survival percentage, shoot length, leaf count, and root length. Data were analyzed using ANOVA, followed by the Least Significant Difference (LSD) test where applicable. The results indicated that the application of different natural growth regulators did not produce significantly different responses, as all treatments yielded equally positive outcomes. However, A2 (Coconut water) emerged as the most effective treatment across all parameters, achieving a 100% survival rate, a shoot length of 11.40 cm, an average of 5.71 leaves, and a root length of 30.47 cm.
Pelatihan Pembuatan Keripik Pisang Aneka Rasa Bagi Mama-Mama Papua di Kampung Yongsu Desoyo : Pengabdian Lada, Yulius Gae; Mangaluk, Efraim; Stefanie, Selmi Y.; Sumanik, Ermy D.; Hoor, Yoas J.
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5562

Abstract

Komoditas pisang merupakan pangan lokal unggulan di Kampung Yongsu Desoyo, Distrik Raveni Rara, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan dalam bentuk buah mentah atau tandan dengan nilai ekonomi yang rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai tambah produk pisang melalui pengolahan menjadi keripik pisang aneka rasa. Pelatihan dilakukan selama dua hari dengan melibatkan Mama-mama Papua sebagai sasaran utama. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan kontekstual yang meliputi dialog terbuka, pendampingan intensif, dan praktik langsung (demonstrasi). Materi pelatihan mencakup pemahaman komoditas, teknik pengolahan keripik, desain kemasan yang menarik, hingga strategi pemasaran digital melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek kognitif dan psikomotorik peserta. Mama-mama Papua kini mampu menghasilkan produk keripik pisang yang variatif, memiliki daya tarik visual melalui kemasan modern, dan memahami cara mempromosikan produk secara mandiri. Inovasi ini tidak hanya memberikan nilai tambah pada hasil kebun, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi berbasis kearifan lokal di Kampung Yongsu Desoyo.
Pembinaan Pemuda Kampung Yongsu Desoyo Dalam Pemanfaatan Sampah Organik dan Ampas Sagu Menjadi Pupuk Bokashi Lada, Yulius Gae; Mandibondibo, Paulus; Apituley, Frank Leonard; Wanaputra, Amadion Andika; Bura, Silvans Tande
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i1.2638

Abstract

Kampung Yongsu Desoyo memiliki potensi hortikultura melimpah di kaki Gunung Cycloop, namun pengembangannya terhambat oleh aksesibilitas yang hanya dapat dijangkau melalui jalur laut. Ketergantungan pada pupuk kimia dari kota menjadi kendala utama karena harga pupuk yang mahal dan biaya transportasi perahu motor yang tinggi. Selama ini, petani hanya mengandalkan proses pelapukan alami dari sisa pangkasan tanaman dan limbah organik, namun cara ini dinilai kurang efektif karena proses dekomposisi yang lama dan risiko penumpukan sampah lingkungan. Selain itu, limbah ampas sagu yang melimpah di dusun sekitar juga belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemuda kampung dalam mengolah limbah organik rumah tangga, sisa pangkasan tanaman, dan ampas sagu menjadi pupuk bokashi. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif melalui demonstrasi plot dan pendampingan teknis. Pemuda dilatih mengolah berbagai biomassa lokal tersebut menggunakan aktivator organik berupa EM4 untuk mempercepat proses fermentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra mengenai teknik budidaya intensif dan manajemen limbah. Pemanfaatan sampah organik dari rumah tangga, sisa pangkasan dari tanaman di sekitar dan ampas sagu menjadi pupuk bokashi terbukti efektif menyediakan nutrisi bagi tanaman buah seperti rambutan, pete, pisang, pinang, durian tanpa harus bergantung pada input atau pasokan pupuk kimia dari luar kampung. Kesimpulannya, pembinaan ini berhasil menciptakan kemandirian pupuk, mengurangi beban limbah lingkungan, dan memberdayakan pemuda sebagai aktor penggerak pertanian berkelanjutan yang adaptif terhadap kondisi geografis wilayah pesisir.