Aqidatul Munfariqoh
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Efektivitas Pendekatan Concrete-Pictorial-Abstract (CPA) dalam Meningkatkan Kemampuan Penalaran Kritis Mahasiswa Berdasarkan Perspektif Multiple Intelligences Aqidatul Munfariqoh; Astari, Tri; Sri Muryaningsih; Yoyok Lastari
Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 12 No. 1 (2025): Vol. 12, No. 1, Februari 2025
Publisher : Department of Education Faculty of Teacher and Training Education University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jipsd.v12i1.53689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan Concrete-Pictorial-Abstract (CPA) dalam meningkatkan kemampuan penalaran kritis mahasiswa pada konsep dasar matematika di STKIP Muhammadiyah Blora. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest. Pendekatan CPA diterapkan pada mahasiswa kelas A semester 1, dengan satu kelompok sebagai eksperimen dan kelompok lainnya sebagai kontrol. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, tes, dan dokumentasi, dengan instrumen yang telah diuji validitas, reliabilitas, homogenitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Observasi menunjukkan bahwa keterlaksanaan pendekatan CPA meningkat dari 88,25% pada pertemuan kedua menjadi 91,25% pada pertemuan ketiga, yang dikategorikan sangat baik. Hasil posttest menunjukkan ketuntasan klasikal sebesar 3,246 dengan 100% mahasiswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), dibandingkan dengan pretest sebesar -0,226 dengan ketuntasan 73% dari 30 mahasiswa. Hasil ini mengindikasikan bahwa penggunaan pendekatan CPA secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan penalaran kritis dibandingkan metode konvensional, sehingga CPA terbukti mampu mengoptimalkan kemampuan penalaran kritis mahasiswa di STKIP Muhammadiyah Blora.
Implementasi Pendekatan Multiple Intelligence pada Siswa Sekolah Dasar Aqidatul Munfariqoh; Astari, Tri; Kosmas Sobon; Wafiq Nurul Huda
Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 12 No. 1 (2025): Vol. 12, No. 1, Februari 2025
Publisher : Department of Education Faculty of Teacher and Training Education University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jipsd.v12i1.53690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan multiple intelligence pada siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan alamiah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi, yakni menggabungkan berbagai teknik pengumpulan data secara simultan. Analisis data bersifat induktif, berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebelum proses pembelajaran dimulai, guru telah mengidentifikasi berbagai kecerdasan yang dimiliki siswa dengan menggunakan kuesioner untuk menilai minat dan aktivitas mereka, serta melalui pertanyaan terbuka. Wawancara dengan guru kelas mengungkapkan bahwa guru menerapkan pendekatan multiple intelligence secara terstruktur, tidak hanya dengan memberikan pemahaman tentang konsep kecerdasan yang beragam, tetapi juga dengan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan potensi siswa. Namun, guru menghadapi kesulitan dalam menentukan metode pembelajaran harian yang dapat menarik minat siswa dan sesuai dengan kecerdasan mereka. Selain itu, terdapat tantangan dalam mengontrol pembelajaran di rumah, karena beberapa siswa terlambat atau lupa menyelesaikan tugas yang diberikan. Kesimpulannya, identifikasi awal kecerdasan siswa membantu guru dalam menentukan metode pembelajaran yang lebih tepat dan sesuai dengan potensi individual siswa.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN CONCRETE, PICTORIAL, ABSTRACT (CPA) PADA PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI KELAS V SEKOLAH DASAR Aqidatul Munfariqoh; Bintaro, Tri Yuliansyah; Muryaningsih, Sri; Prafitasari, /ferrinda
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 No. 01 Maret 2025 In Process
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.23116

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan implementasi pembelajaran berdiferensiasi dengan menggunakan pendekatan Concrete, Pictorial, Abstract (CPA) pada kelas V. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yakni dengan pengumpulan data, kemudian rekduksi data, penyajian, dan pemeriksaan dari kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi materi pecahan tidak hanya fokus pada memperluas pengetahuan serta pengalaman belajar saja, akan tetapi juga fokus pada keahlian sikap, proses dan komunikasi. Tidak hanya itu saja, tantangan seperti kurangnya fokus siswa terhadap pembelajaran dan kusulitan guru dalam pengelolaan kelas harus ditangani dengan mempersiapkan pembelajaran secara matang dan tepat, agar supaya proses pembelajaran berjalan secara maksimal. Manajemen yang baik pada pembelajaran berdiferensiasi dengan pendekatan CPA berpeluang besar untuk meningkatkan kualitas pada pendidikan sekolah dasar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN METAKOGNISI-SOCIAL COMPLEXITY TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR Putri Pratama, Friska Aulia; Aqidatul Munfariqoh; Husna Imro’athush S
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47623

Abstract

Elementary school students' mathematical problem-solving skills are still low, particularly in understanding problems, determining strategies, and evaluating answers. Extensive research on metacognition has been conducted, but the integration of metacognition and social complexity based on collaborative interactions is still limited in elementary school mathematics learning. This study aims to analyze the effect of the social complexity metacognition learning model on students' mathematical problem-solving skills. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental method and a nonequivalent control group design. The study population consisted of 57 fifth-grade students of Kedungjenar State Elementary School in the 2025/2026 academic year, divided into experimental and control groups. Data were collected through pretests and posttests, then analyzed using the Mann-Whitney U Test. The results showed a significant difference between the two groups with a significance value of 0.000 (<0.05). The metacognition social complexity learning model helps students think more reflectively, systematically, and collaboratively when solving mathematical problems. This research contributes to the development of higher-order thinking skills-based mathematics learning in elementary schools.
Peningkatan Hasil Belajar Satuan Waktu melalui Model Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbasis Media Jam Manipulatif Interaktif pada Siswa Kelas II SDN 2 Nglebur Endriyani Lisa Apriliya; Ahmad Teguh Purnawanto; Aqidatul Munfariqoh
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.54135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi satuan waktu melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media jam tiruan pada siswa kelas II SDN 2 Nglebur. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek sebanyak 22 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didukung dengan perhitungan persentase untuk melihat peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa secara signifikan dari kondisi awal ke siklus II, ditandai dengan meningkatnya persentase ketuntasan belajar yang mencapai indikator keberhasilan. Selain itu, aktivitas belajar siswa juga mengalami peningkatan yang terlihat dari keaktifan dalam diskusi kelompok, permainan, dan turnamen. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media jam tiruan efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika dan keterlibatan siswa pada materi satuan waktu.
PERSPEKTIF GURU TERHADAP IMPLEMENTASI KURIKULUM DEEP LEARNING DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS II SDN 1 PATALAN Astutik, Ika Dwi; Aqidatul Munfariqoh; Anna Mariyani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.55980

Abstract

This study aims to examine teachers' opinions regarding the implementation of the Deep Learning Curriculum and its impact on the mathematics learning process in grade II of SDN 1 Patalan. The research approach used was descriptive qualitative. Data were obtained through in-depth interviews with grade II teachers and the principal, direct observation of mathematics learning, and collection of learning tool documents. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which consists of three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. This study shows that teachers have a positive view of the Deep Learning method. They believe this approach can help students understand concepts more deeply, increase student participation, and enrich the learning process in a more meaningful and enjoyable way. Its implementation has had positive impacts such as increased understanding of mathematical concepts, increased participation in learning, increased enthusiasm for learning, and critical thinking skills. However, teachers face several obstacles, such as a lack of understanding of the Deep Learning concept, limited available media and learning resources, and differences in student ability levels. This study suggests that teachers need to receive ongoing training and schools must have adequate facilities.
KONSTRUKSI PEMAHAMAN KONSEP BANGUN DATAR MELALUI GAME-BASED LEARNING PADA SISWA KELAS V SDN 1 PATALAN Novia Wahyu Ika Wijianti; Aqidatul Munfariqoh; Anna Mariyani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.57200

Abstract

This study aims to describe the experiences of fifth-grade students in constructing their understanding of flat shapes (bangun datar) through Game-Based Learning at SDN 1 Patalan, and to identify the factors that influence this process. A qualitative approach with a phenomenological method was employed. The research subject was the fifth-grade teacher as the primary informant. Data collection techniques included in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The results indicate that fifth-grade students have diverse learning characteristics, and the teacher utilized concrete objects in the students' environment to explain flat shape concepts. The implementation of Game-Based Learning using visual media and Interactive Flat Panel (IFP) proved effective in increasing students' enthusiasm, confidence, and interest in flat shapes. Student understanding developed through repeated practice, enabling them to differentiate similar-shaped figures, understand the concepts of vertices, fold symmetry, rotational symmetry, and diagonals, and explain conclusions in their own words. The main obstacle was the gap in students' ability to use information technology. These findings confirm that Game-Based Learning can be an effective and meaningful alternative mathematics learning strategy in elementary schools.