Penelitian ini mengkaji urgensi peran tokoh adat, yang dikenal sebagai Angku Limo (alim ulama), dalam penyaluran ilmu pengetahuan dan pemahaman mengenai penyelenggaraan jenazah kepada generasi muda yang berada di Nagari Sawah Tangah. Latar belakang dalam penelitian ini didasarkan pada kekhawatiran akan terjadinya erosi nilai-nilai tradisional dan minimnya partisipasi pemuda dalam praktik budaya, khususnya dalam peyelengaraan keagamaan dan adat yang kompleks seperti pengurusan jenazah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dan metode yang akan digunakan oleh Angku Limo (alim ulama) dalam mengedukasi generasi muda, serta mengukur tingkat pemahaman dan respons pemuda terhadap peran edukasi tersebut yang berkolaborasi dengan anak KKN UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Dalam penelitian ini, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang mana data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan Angku Limo dan perwakilan pemuda, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa Angku Limo memainkan peran sentral sebagai fasilitator budaya melalui demonstrasi secara langsung, melalui bimbingan, dan narasi yang mengintegrasikan nilai-nilai adat dan agama. Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual dan teknis pemuda, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melestarikan tradisi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peran aktif tokoh adat sangat krusial dalam menjaga serta keberlanjutan praktik budaya di tengah adanya tantangan modernisasi, sekaligus memastikan regenerasi pengetahuan tradisional.