Industri kafe di kota besar Indonesia, seperti Jakarta, terus berkembang pesat, memicu persaingan dan inovasi yang beragam. Di tengah tren kafe modern, Uma Oma Cafe hadir dengan konsep nostalgia, menghadirkan suasana akrab ala rumah nenek yang menarik perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi khalayak dan strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh Uma Oma Cafe. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali pandangan dan pengalaman konsumen melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis konten dari media sosial dan materi promosi kafe. Konsep persepsi dari Deddy Mulyana, yang mencakup persepsi objek dan sosial, digunakan untuk memahami bagaimana khalayak melihat Uma Oma Cafe dari berbagai aspek. Selain itu, konsep Integrated Marketing Communication (IMC) diaplikasikan untuk mengevaluasi sejauh mana strategi pemasaran yang terpadu dan konsisten mampu membangun brand awareness dan loyalitas pelanggan. Teori Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO) juga digunakan untuk menilai bagaimana hubungan interpersonal yang tercipta melalui interaksi pelanggan dengan kafe memengaruhi persepsi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uma Oma Cafe berhasil menciptakan persepsi positif di kalangan pelanggannya melalui penerapan strategi komunikasi yang konsisten dan terpadu. Kafe ini mampu memanfaatkan berbagai saluran komunikasi, baik online maupun offline, untuk menyampaikan pesan yang kohesif dan relevan bagi audiens targetnya. Selain itu, interaksi yang inklusif dan personal antara kafe dan pelanggan berperan signifikan dalam membangun loyalitas dan kepuasan pelanggan. Kesimpulannya, Uma Oma Cafe telah berhasil mengintegrasikan strategi komunikasi pemasaran dengan baik dengan mengusung konsep yang unik berbeda dengan yang lain, yang tidak hanya memperkuat citra merek namun juga membentuk hubungan yang erat dengan pelanggannya.