Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENJARA SEBAGAI SITUS PENDISIPLINAN TUBUH PEREMPUAN DALAM NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL KARANGAN NAWAL EL-SAADAWI Samtani, Heri
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v10i1.717

Abstract

Dalam tatanan kehidupan masyarakat, tubuh acapkali menjadi objek kuasa. Tubuh senantiasa dimanipulasi oleh kuasa, baik dalam arti ‘anatomi’ seperti yang dilakukan oleh tenaga medis, maupun dalam arti ‘strategi politis’ yang bersifat mengatur, mengkontrol dan mengendalikan. Lewat mekanisme penjara, tubuh perempuan menjadi objek kepatuhan demi menghindari konsekuensi hukum. Hal ini tergambar jelas lewat tokoh Firdaus dalam novel Perempuan di Titik Nol karangan Nawal el-Saadawi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan berlandaskan teori docile bodies Foucault. Teori tersebut berkaitan dengan analisis Michael Foucault mengenai cara kerja penjara dan sistem panoptikon dalam mengendalikan tubuh manusia. Tujuan penelitian ini yaitu menunjukkan cara kerja situs penjara sebagai alat untuk mendisiplinkan tubuh perempuan dalam novel Perempuan di Titik Nol karangan Nawal el-Saadawi. Hasil penelitian ini mengungkapkan adanya peran pejara sebagai situs pendisiplinan tubuh perempuan dalam novel Perempuan di Titik Nol. Tubuh perempuan dikendalikan oleh relasi kuasa melalui tiga hal, yaitu ancaman penjara, ketergantungan profesi, dan hukuman mati.
Propaganda Islamophobia Dalam Film Indonesia Tahun 2000-an Samtani, Heri; Karima Salsabila, Nida
Jurnal Ruhul Islam Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Ruhul Islam
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jri.v3i1.218

Abstract

Sebagai budaya populer, penciptaan film tidak hanya berorientasi pada keuntungan materil, akan tetapi juga memiliki ideologi tertentu. Pada perkembangannya, film tidak hanya sebuah hiburan, melainkan alat penyebaran propaganda ideologi atau kelompok tertentu. Pada kesempatan inilah para sineas mengambil peran dalam menggambarkan dan mengubah cara berpikir para penonton film sesuai dengan propaganda ideologi yang mereka inginkan. Penelitian ini bertujuan untuk membedah bagaimana propaganda Islamophobia digambarkan dalam film Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menganalisis tiga film Indonesia melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure untuk mengkaji isu Islamophobia. Data dianalisis dengan analisis wacana kualitatif interpretatif melalui proses kategorisasi dan inferensi untuk menghasilkan temuan. Temuan dari penelitian ini di antaranya film Indonesia bermuatan propaganda Islamophobia memiliki tendensi menimbulkan respon negatif pada publik, sehingga berpotensi memecah belah keutuhan NKRI.
DIASPORA ETNIS TIONGHOA DAN MEMORI PENDERITAAN TRAGEDI MEI 1998 DALAM CERPEN NYONYA RUMAH ABU KARANGAN VIKA KURNIAWATI Samtani, Heri
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v8i1.323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan diaspora etnis keturunan Tionghoa sebagai reaksi menghapus memori penderitaan tragedi Mei 1998 dalam cerpen Nyonya Rumah Abu karangan Vika Kurniawati. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan etnografi dan historis. Peneliti mengkaji literatur mengenai tradisi Tionghoa, serta sejarah tragedi Mei 1998 untuk memperkuat analisis cerpen Nyonya Rumah Abu. Hasil penelitian ini menyimpulkan: (1) kerusuhan Mei 1998 dilandasi oleh adanya bahaya laten dari interaksi lintas budaya antara keturunan Tionghoa dengan pribumi Indonesia; (2) Nyonya Rumah Abu merepresentasikan diaspora etnis Tionghoa sebagai bentuk mekanisme penyelamatan diri dari ancaman diskriminasi; dan (3) melalui cerpennya, Vika Kurniawati merawat memori penderitaan etnis Tionghoa sebagai korban tragedi 1998.