Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Optimizing Taxpayer Compliance: The Role of Socialization, Audits, and Sanctions with the Voluntary Disclosure Program (PPS) as a Moderating Factor (Survey on Individual Taxpayers (WPOP) registered at KPP Badung Utara Bali) Puspita, Okta; Nugroho, Lucky
Business, Management & Accounting Journal (BISMA) Vol. 2 No. 1 (2025): BISMA Journal March 2025
Publisher : Baca Dulu Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70550/bisma.v2i1.90

Abstract

This study aims to determine the effect of socialization, audit, and tax sanctions on taxpayer compliance with the voluntary disclosure program (PPS) as a moderation variable (Survey on Individual Taxpayers (WPOP) registered at KPP Badung Utara Bali. The object used in this study is Individual Taxpayers (WPOP) registered at KPP Badung Utara Bali. This study uses quantitative research methods and uses causal research design. The data collection in this study uses primary data sourced from the distribution of questionnaires distributed directly and also through google forms to individual taxpayer respondents. The determination of the number of samples was carried out using the theory of Hair, Jr. et al. (2022) which obtained the results of 125 samples. The data analysis used in this study uses SmartPLS Version 4.0 software. The results of this study show that the influence of socialization, audits and tax sanctions has a positive and significant impact on taxpayer compliance, but the existence of the Voluntary Disclosure Program (PPS) weakens the influence of socialization and tax audits on the compliance of Individual Taxpayers, while the Voluntary Disclosure Program (PPS) strengthens the influence of tax sanctions on the compliance of Individual Taxpayers.
Hubungan Karakteristik Pasien Skizofrenia dengan Efek Samping Neurolectic Malignant Syndrome (NMS): The Relationship Between the Characteristics of Schizophrenia Patients with Neuroleptic Malignant Syndrome (NMS) Puspita, Okta; Ikawati, Zullies; Yoga, Bambang Hastha; Ishak, Ishak; Mutmaina, Bindaria
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.9760

Abstract

Terapi antipsikotik yang menjadi salah satu penyebab terjadinya neuroleptic malignant syndrome (NMS) merupakan terapi utama pasien skizofrenia dan digunakan dalam terapi jangka panjang. Peningkatan kasus skizofrenia yang berhubungan dengan peningkatan penggunaan antipsikotik dan karakteristik yang berbeda pada tiap individu berisiko meningkatkan efek samping NMS hingga mortalitas. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara karakteristik pasien skizofrenia dengan efek samping neuroleptic malignant syndrome (NMS). Penelitian dilakukan di RSJ Prof. dr. Soerojo Magelang dan RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang dengan rancangan observasional analitik case control secara retrospektif melalui data rekam medis pasien rawat inap periode Januari 2018 - Agustus 2023. Populasi penelitian terdiri dari 31 subyek untuk kelompok kasus (pasien skizofrenia yang mengalami NMS) dan 62 subyek untuk kelompok kontrol (pasien skizofrenia tidak mengalami NMS). Hasil analisis bivariat secara chi square dan fisher test tidak menunjukkan nilai yang signifikan antara hubungan karakteristik pasien (umur, jenis kelamin, obat lain, penyakit penyerta, jumlah antipsikotik dan dosis antipsikotik) skizofrenia dengan efek samping neuroleptic malignant syndrome (NMS). Penelitian ini menyimpulkan tidak terdapat hubungan antara karakteristik pasien skizofrenia dengan efek samping neuroleptic malignant syndrome (NMS).
Antipsychotic-associated neuroleptic malignant syndrome (NMS) in schizophrenia patients: a narrative review Puspita, Okta; Bambang Hastha Yoga; Zullies Ikawati
Indonesian Journal of Pharmacology and Therapy Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing Universitas Gadjah Mada and Indonesian Pharmacologist Association or Ikatan Farmakologi Indonesia (IKAFARI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijpther.9878

Abstract

Neuroleptic malignant syndrome (NMS) is a neurological disorder with an high mortality rate among schizophrenia patients who receive antipsychotics as the primary long-term therapy. Appropriate selection of antipsychotics in NMS should be carefully considered to obtain maximal effectiveness with minimal side effects. An evaluation of the safety profile of the antipsychotics is important due to their different treatment patterns and rapid onset of symptoms. This review article aimed to compare the safety profile of antipsychotics in relation to NMS in schizophrenia patients. It was a narrative review using multiple search engines included PubMed, Google Scholar, and Springer to collect publications from 2007 to 2023. Of the total 14 articles reviewed, 7 articles explained the role of antipsychotics in NMS, 5 articles about the onset of NMS, and 7 articles about mortality rate. The incidence of NMS was less then 0.11%, typical antipsychotics were the most common cause of NMS, especially high-potency antipsychotics compared with atypical antipsychotics. Meanwhile, the onset of NMS consistently occured within 30 d of antipsychotic initiation with a symptom duration of 1 to 30 d, and the mortality rate was also higher for typical antipsychotics. In conclusion, the choice of antipsychotics must be carefully considered and its use must be monitored due to the rapid onset and high mortality. The use of antipsychotics is not free from the risk of NMS. The heterogeneous symptoms of NMS require earlier detection to reduce disease progression.
EDUKASI PENGGUNAAN DAN PENGELOLAAN OBAT (DAGUSIBU) PADA MASYARAKAT DI LAPANGAN KALPATARU, KEMILING, BANDAR LAMPUNG Ismayati, Dwi; Ardhianto, Denny; Meiliana, Made Laksmi; Ulandari, Syaripah; Pulungan, Yulianasari; Sari, Novita; Puspita, Okta; Muzammil, A.; Suwartini
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i2.3692

Abstract

Pengetahuan tentang obat adalah keharusan bagi masyarakat, mengingat maraknya praktik pengobatan mandiri atau swamedikasi. Kurangnya pemahaman tentang obat berisiko menyebabkan kesalahan fatal, mulai dari cara penggunaan, penyimpanan, hingga pembuangan obat yang tidak sesuai dengan petunjuk standar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan masyarakat tentang penggunaan dan pengelolaan obat yang benar, khususnya melalui konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang). Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan senam bersama yang bertujuan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan fisik dan mental. Peserta kegiatan yang hadir diberikan edukasi secara langsung oleh apoteker dengan metode ceramah dan menggunakan media informasi berupa leaflet. Leafleat ini memuat informasi tentang penggunaan obat menggunakan konsep DAGUSIBU. Partisipan adalah masyarakat umum yang beraktivitas di sekitar Lapangan Kalpataru. Sebanyak 30 partisipan hadir dan mengikuti kegiatan edukasi yang diberikan langsung oleh apoteker. Partisipan menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu mempraktikkan cara identifikasi tanggal kedaluwarsa dan dosis dengan benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terlaksana melalui rangkaian senam dan edukasi obat menggunakan konsep DAGUSIBU. Masyarakat telah memperoleh informasi langsung mengenai praktik pengelolaan obat yang benar sesuai prinsip DAGUSIBU.
Efektivitas Propranolol Pada Terapi Post-Traumatic Stress Disorder (Ptsd) : Systematic Review Puspita, Okta
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.23749

Abstract

Post-traumatic stress disorder (PTSD) merupakan gangguan psikiatrik kronis yang ditandai dengan memori traumatis yang kuat dan sulit dimodifikasi. Propranolol, melalui mekanisme blokade β-adrenergik, diduga dapat menurunkan intensitas emosional memori traumatis sehingga menyebabkan penurunan gejala PTSD. Systematic review ini bertujuan mengevaluasi efektivitas propranolol sebagai terapi berbasis rekonsolidasi memori dalam menurunkan gejala PTSD pada pasien dewasa. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed dan ScienceDirect untuk periode 1 Januari 2015 – 20 November 2025 menggunakan kata kunci ”Post traumatic stress disorder” OR ” PTSD” AND ”Propranolol”. Seleksi studi dilakukan berdasarkan kriteria PICOS, dengan inklusi terbatas pada randomized controlled trial (RCT). Kualitas metodologis dinilai menggunakan The Revised JBI Critical Appraisal Checklist for RCTs, dan analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif. Dari 164 artikel yang teridentifikasi, empat RCT memenuhi kriteria inklusi. Seluruh studi melaporkan penurunan gejala PTSD pada kelompok propranolol maupun kelompok pembanding. Namun, hanya satu dari empat RCT yang menunjukkan penurunan gejala PTSD yang secara signifikan lebih besar pada kelompok propranolol. Bukti yang tersedia menunjukkan bahwa efektivitas propranolol sebagai terapi berbasis rekonsolidasi memori pada PTSD masih terbatas dan tidak konsisten. Oleh karena itu, propranolol belum dapat disimpulkan efektif secara klinis namun tetap berpotensi sebagai adjuvan eksperimental. Untuk itu penelitian lanjutan dengan protokol reaktivasi memori yang lebih terstandarisasi serta desain yang lebih kuat masih diperlukan untuk memastikan potensi perannya dalam tatalaksana PTSD.
Impact of Empirical Antibiotic Therapy on Infection-Related Parameters in Burn Patients at Abdul Moeloek Regional General Hospital, Bandar Lampung Puspita, Okta; Meiliana, Made Laksmi
Indonesian Journal of Science and Pharmacy Vol. 3 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Science and Pharmacy
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/ijsp.v3i3.167

Abstract

Burn injuries increase the risk of infection due to disruption of the skin barrier. Therefore, empirical antibiotics are commonly administered during the early phase of treatment. However, evidence regarding changes in inflammatory parameters following therapy remains limited. This study aimed to analyze the effect of empirical antibiotic administration on inflammatory parameters in burn patients at Abdul Moeloek Regional General Hospital, Bandar Lampung. This retrospective observational study utilized medical record data from 79 burn patients, predominantly adult males. The parameters analyzed included leukocyte, neutrophil, lymphocyte, and platelet counts following empirical antibiotic therapy. All patients showed improvement in platelet counts (79/79). Improvements were also observed in lymphocytes (47/79), leukocytes (35/79), and neutrophils (30/79). Statistical analysis demonstrated significant associations between empirical antibiotic administration and all inflammatory parameters (p = 0.001). Variability in leukocyte and neutrophil responses may reflect systemic inflammatory processes beyond infection. Empirical antibiotic administration in burn patients, predominantly adult males, resulted in significant improvements in inflammatory parameters, with platelet count as the most consistent indicator. However, interpretation should consider the patients’ overall clinical status.