Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

LITERATUR REVIEW : KARAKTERISTIK GONORE Jannah, Miftahul; Yuniati, Lisa; Sabruddin, Sabruddin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43517

Abstract

Infeksi menular seksual (IMS) adalah penyakit seksual dengan banyak penyebab dan dapat ditularkan melalui hubungan seksual, penularan ibu kepada janin dalam kandungan atau saat proses melahirkan, transfusi darah yang tercemar, atau bisa juga ditularkan melalui alat kesehatan yang dipakai berulang. Gonore merupakan suatu infeksi pada mukosa yang disebabkan oleh bakteri kokus gram negative. Neisseria gonorrhoeae dapat ditularkan melalui hubungan seksual atau perinatal. Hubungan seksual yang tidak sehat dan tidak aman merupakan penyebab utama infeksi gonore, sedangkan pada bayi yang baru lahir ditularkan melalui jalan lahir oleh ibu yang terinfeksi gonore. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai penelitian terdahulu terkait karakteristik gonore khususnya yang membahas faktor risiko, pola pengobatan, dan tantangan layanan kesehatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa mayoritas penularan yang paling sering terjadi adalah berhubungan seksual dengan penderita gonore. Edukasi masyarakat tentang pencegahan dan pengobatan dini harus ditingkatkan melalui kolaborasi tenaga medis, pemerintah, dan komunitas. Harapannya, upaya ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup pasien saat ini, tetapi juga melindungi generasi mendatang dari risiko yang sama.
HUBUNGAN RINITIS ALERGI DENGAN KEJADIAN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK Imran, Farha Amalia; Dahlia, Dahlia; Sabruddin, Sabruddin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.18912

Abstract

World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa otitis media supuratif kronik (OMSK) diderita oleh 65-330 juta orang. Lebih dari 90% kasus ditemukan di wilayah Asia Tenggara, Pasifik Barat, Pinggiran Pasifik, dan Afrika. Secara umum, prevalensi OMSK di Indonesia berkisar 3,9%. Otitis media supuratif kronik merupakan proses peradangan pada telinga tengah yang diakibatkan oleh infeksi mukoperiosteum dengan perforasi membran timpani dan keluarnya sekret yang terjadi terus menerus ataupun hilang timbul yang dapat menyebabkan keadaan patologis yang permanen. Rinitis alergi merupakan kondisi terjadinya inflamasi pada membran mukosa hidung yang disebabkan oleh reaksi alergi pada pasien atopi, yang sebelumnya sudah tersensitisasi dengan alergen serupa dan diperantarai oleh IgE. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan desain narrative review untuk mengidentifikasi dan merangkum artikel yang telah diterbitkan sebelumnya mengenai hubungan rinitis alergi dengan kejadian otitis media supuratif kronik. Merujuk pada hasil data, disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara rinitis alergi dengan prevalensi otitis media supuratif kronik. Pasien dengan rinitis alergi ataupun mempunyai riwayat atopi atau alergi sebelumnya memiliki risiko lebih besar untuk menderita otitis media supuratif kronik dibanding dengan pasien tanpa rinitis alergi.  Pada penderita Otitis media supuratif kronik lebih banyak  ditemukan pasien dengan rinitis alergi intermiten sedang-berat. Sedangkan untuk riwayat alergi keluarga terbanyak berupa eksim dan alergen terbanyak yaitu tungau debu rumah.
Meta Analysis: The Role of Herbal Medicines in the Management of Functional Gastric Disorders Tahir, Nur Cahyani; Rijal, Syamsu; Sabruddin, Sabruddin
Journal La Medihealtico Vol. 7 No. 2 (2026): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v7i2.3142

Abstract

Functional gastric disorders (FGDs), including functional dyspepsia, are highly prevalent worldwide and significantly affect patients’ quality of life. Herbal medicines are increasingly used as complementary therapies, yet their overall effectiveness remains uncertain due to variability across studies. This study aimed to evaluate the effectiveness of herbal medicines in the management of functional gastric disorders through a systematic review and meta-analysis. A systematic literature search was conducted in PubMed, Scopus, Web of Science, ScienceDirect, and relevant national databases for studies published between 2015 and 2025. The review followed PRISMA guidelines. Randomized controlled trials assessing herbal interventions in adults with FGDs were included. Data were analyzed using a random-effects model due to substantial heterogeneity. Effect sizes, 95% confidence intervals (CI), and heterogeneity indices (Q, I², τ²) were calculated. Five randomized controlled trials met the inclusion criteria. The pooled effect size was 0.105 (95% CI: 0.000–0.216; p ≈ 0.050), indicating a small but positive effect of herbal medicines on symptom improvement. However, heterogeneity was very high (I² = 98.90%), reflecting considerable inter-study variability. Herbal medicines demonstrate modest potential as complementary therapies for FGDs. Nevertheless, the small effect size and high heterogeneity warrant cautious interpretation and highlight the need for larger, high-quality clinical trials.