Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor risiko pediculosis capitis pada anak-anak di Banjar Buaji Anyar, Denpasar Timur, Bali Song, Chrismerry; Malini, Ni Kadek Cintya
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 2 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i2.33347

Abstract

Pediculosis capitis atau infestasi oleh Pediculus humanus capitis dapat menyerang semua usia, terutama anak-anak, namun sering terabaikan. Angka kejadian pediculosis capitis di Indonesia masih tinggi dan menyebabkan morbiditas seperti anemia, infeksi bakteri sekunder, menurunkan prestasi belajar dan rasa percaya diri. Studi deskriptif potong lintang ini bertujuan mengetahui faktor risiko pediculosis capitis pada anak-anak di Banjar Buaji Anyar, Kota Denpasar Timur, Bali. Hubungan antara faktor risiko dan kejadian pediculosis capitis dianalisis menggunakan uji chi-square (p < 0,005) dan uji epidemiologi menggunakan prevalence ratio (PR, CI 95%). Total responden 94 orang dengan 34,04% (32/94) responden positif pediculosis capitis. Faktor risiko yang ditemukan adalah jenis kelamin (PR = 1,18, CI 95% 0,66 – 2,12); panjang rambut (PR = 1,18, CI 95% 0,66 – 2,12); kebiasaan menggunakan handuk (PR = 2,24, CI 95% 1,33 – 3,76), sisir (PR = 7,85, CI 95% 1,14 – 53,93), asesoris rambut (PR = 1,79, CI 95% 1,03 – 3,12), dan bantal bersama (PR = 2,14, CI 95% 0,84 – 5,43); serta pendapatan keluarga sama atau di bawah upah minimum regional (PR = 12,65, CI 95% 3,21 – 49,90). Hubungan bermakna secara statistik ditemukan antara kejadian pediculosis capitis dengan pemakaian sisir bersama (p = 0,003), pendapatan keluarga ≤ UMR (p = 0,000). Tidak ditemukan hubungan bermakna antara pediculosis capitis dengan jenis kelamin (p = 0,573), panjang rambut (p = 0,573), pemakaian handuk bersama (p = 0,005), pemakaian asesoris rambut bersama (p = 0,056), dan pemakaian bantal kepala bersama (p = 0,073).
ANGKA KEJADIAN PEDICULOSIS CAPITIS PADA ANAK-ANAK DI BANJAR BUAJI ANYAR, BALI Malini, Ni Kadek Cintya; Song , Chrismerry
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.22738

Abstract

Pediculus humanus capitis adalah ektoparasit obligat yang menyerang rambut dan kulit kepala manusia dan dapat menyebabkan pediculosis capitis. Penyakit ini dapat menyerang semua usia maupun jenis kelamin, namun lebih sering didapatkan pada anak-anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah anak-anak yang terkena pediculosis capitis, serta faktor risiko yang memengaruhi terjadinya pediculosis capitis di Banjar Buaji Anyar, Denpasar Timur. Penelitian deskriptif cross-sectional dilakukan terhadap 94 responden dengan metode pengambilan sampel adalah consecutive non-random sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan pemeriksaan rambut-kulit kepala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian pediculosis capitis sebesar 34,04% (32/94). Responden dengan frekuensi keramas yang lebih dari sekali dalam seminggu didapatkan 97,87% (92/94), dengan panjang rambut melebihi bahu didapatkan 36,36 % (20/55). Dalam halam penggunaan barang-barang kepala bersamaan, yaitu sebanyak 52,63% (10/19) responden menggunakan aksesoris rambut bersamaan, sebanyak 42,85% (6/14), menggunakan topi bersamaan, sebanyak 42,10% (32/76) menggunakan sisir bersamaan, dan sebanyak 62,50% (5/8) menggunakan helm bersamaan. Sebanyak 59,09% (13/22) responden menggunakan handuk bersamaan, sebanyak 39,34% (28/72) memiliki kebiasaan tidur bersama, serta sebanyak 49,01% (25/51) responden dengan pendapatan orang tua per bulan kurang dari UMR. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jumlah penderita pediculosis capitis masih cukup tinggi dengan faktor risiko yang didapat adalah panjang rambut lebih dari bahu, penggunaan aksesoris bersamaan, kebiasaan tidur bersama, pendapatan per bulan kurang dari UMR.