Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Berpikir Sejarah dalam Pembelajaran Sejarah Al Haris All, Muh. Akhyar; Bahri, Bahri
Indonesian Journal Of Education Vol. 2 No. 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Yayasan Pendidikan Genlita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/ije.v2i1.310

Abstract

Berpikir sejarah dalam pembelajaran memiliki peran strategis dalam mengembangkan keterampilan analitis dan kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep berpikir sejarah melalui studi pustaka dengan teknik purposive sampling, di mana sumber-sumber literatur yang kredibel dan relevan dipilih menggunakan instrumen seperti panduan analisis dokumen, checklist kriteria seleksi, dan formulir catatan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode interaktif dan pemanfaatan sumber primer serta sekunder tidak hanya meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam diskusi kelas, tetapi juga mengurangi kecenderungan penghafalan semata, sehingga menghasilkan pemahaman sejarah yang lebih mendalam dan reflektif. Meskipun demikian, terdapat keterbatasan berupa variasi sumber belajar yang terbatas, minimnya pelatihan khusus bagi guru, serta kendala waktu dalam kurikulum yang menghambat penerapan strategi pembelajaran secara menyeluruh. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan agar studi selanjutnya mengintegrasikan pendekatan lapangan dengan pengumpulan data empiris yang lebih komprehensif serta pengembangan modul pelatihan khusus guna mendukung optimalisasi penerapan metode berpikir sejarah dalam konteks pembelajaran di sekolah. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya wacana pedagogis dalam pendidikan sejarah sekaligus menjadi dasar bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan adaptif di era pendidikan abad ke-21.
Dynamics of a Christian Minority within a Muslim-Majority Context: A Socio-Historical Study of Congko Village, Soppeng 1940–2024 Al Haris All, Muh. Akhyar; Bahri, Bahri; Patahuddin, Patahuddin; Najamuddin, Najamuddin
Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Prodi Studi Agama-Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/arj.v6i1.33301

Abstract

This study examines the socio-historical dynamics of the Christian community in Batu Pute hamlet, Congko Village, Soppeng Regency, South Sulawesi, within a predominantly Muslim Bugis society from 1940 to 2024. The research focuses on the processes of emergence, survival, and transformation of Christian minority identity within a Muslim-majority social structure. The main research questions address: (1) the socio-cultural and spiritual factors influencing religious conversion in Batu Pute; (2) forms of adaptation, resistance, and survival strategies developed by the Christian community in response to political and ideological pressures during the colonial period, the Japanese occupation, and the DI/TII rebellion; and (3) the reconstruction of social relations and collective identity in the post-conflict period through the New Order and Reformasi era. This study employs a qualitative socio-historical approach, utilizing in-depth interviews, archival research, and literature analysis. The findings reveal that Christianity in Batu Pute did not emerge as a result of colonial religious intervention, but rather developed through local initiatives shaped by spiritual experiences and the integration of Bugis cultural values, particularly the concept of Dewata SeuwaE as a monotheistic theological framework. During periods of political turmoil, the community experienced marginalization and structural pressures, yet demonstrated remarkable social and spiritual resilience. In the post-conflict era, interreligious reconciliation was fostered through the internalization of local ethical principles such as sipakatau (humanizing others), sipakalebbi (mutual respect), and sipakainge (mutual moral reminding), which functioned as social capital for rebuilding intercommunal harmony. This study argues that the integration of minority religious identity with local cultural values constitutes a powerful social foundation for peacebuilding, social cohesion, and community resilience in plural societies
Strategi Membangun Brand dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM Al Haris All, Muh. Akhyar; Al-Haris All, Muh. Syakhdar
Journal Of Economic Research Vol. 2 No. 2: Juli 2026
Publisher : CV ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joer.v2i2.43

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun menghadapi tantangan persaingan yang semakin kompleks. Persaingan tidak lagi hanya ditentukan oleh harga dan kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan membangun persepsi dan diferensiasi melalui brand. Banyak UMKM belum mengelola merek secara terencana dan terintegrasi dalam strategi bisnisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi membangun brand dalam meningkatkan daya saing UMKM, dengan fokus pada pembentukan identitas merek, positioning, konsistensi komunikasi, serta penguatan nilai merek sebagai aset strategis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur (library research). Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku manajemen pemasaran dan manajemen strategis, serta publikasi yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi brand yang terstruktur dan konsisten berkontribusi terhadap peningkatan diferensiasi, loyalitas pelanggan, dan keunggulan kompetitif UMKM. Brand dipahami bukan sekadar identitas visual, melainkan instrumen manajerial yang terintegrasi dengan strategi bisnis jangka panjang. Temuan ini menegaskan pentingnya pembangunan brand sebagai fondasi strategis dalam memperkuat daya saing dan keberlanjutan UMKM di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.