Suci Astriani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Senam Yoga Postur Pahlawan pada Ibu Hamil untuk Mengurangi Ketidaknyamanan pada Kehamilan di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Pekalongan Suci Astriani; Suryaningsih, Lilin; Devi Retnaningrum, Nurina; Sucilasmi; Pranoto, Heni
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is a physiological condition that requires special attention. The physical and mental unpreparedness of pregnant women can cause abnormal conditions during pregnancy. A healthy pregnant mother will lead to optimal child growth and development. Preparing pregnant women physically and psychologically for pregnancy and childbirth can be done in various ways. One way is to do yoga during pregnancy. The yoga performed is adapted to the condition of the pregnant woman or prenatal yoga. Prenatal yoga is a safe and effective exercise that helps pregnant women reduce complaints of anxiety and lower back pain. Prenatal yoga can reduce stress and pain levels during pregnancy and childbirth. The aim of implementing this community service is to increase interaction and share experiences between participants (pregnant women and pregnant women) and between pregnant women and health workers/midwives and to increase understanding, attitudes and behavior of pregnant women regarding: yoga exercises, body changes and complaints, care. pregnancy, childbirth. Prenatal class participants are mothers with a gestational age of more than 20 weeks. Community service will be carried out in 3 stages, namely the first stage is determining targets for pregnant women who will be given information through the Karanganyar Community Health Center, the second stage is conducting socialization and prenatal yoga training for pregnant women with more pregnancies. From 20 weeks, the third stage evaluates pregnant women by asking several post-test questions From the results of the univariate analysis before the counseling was given to the 10 respondents, there were 8 respondents who had knowledge in the poor category. After the counseling was carried out, the results obtained from the 10 respondents were 9 respondents had knowledge in the good category and 1 respondent had knowledge in the poor category. From the results obtained after counseling, there was an increase in respondents' knowledge of the material provided   Abstrak Kehamilan merupakan kondisi fisiologis yang memerlukan perhatian khusus. Ketidaksiapan fisik dan mental ibu hamil dapat menyebabkan kondisi tidak normal selama kehamilan. Ibu hamil sehat akan menyebabkan tumbuh kembang anak yang optimal. Menyiapkan ibu hamil secara fisik dan psikologis menghadapi kehamilan dan persalinannya dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu dengan melakukan yoga selama hamil. Yoga yang dilakukan disesuaikan dengan keadaan ibu hamil atau prenatal yoga. Prenatal yoga merupakan olah raga yang aman dan efektif membantu ibu hamil untuk mengurangi keluhan kecemasan dan nyeri punggung bawah, prenatal yoga dapat mengurangi tingkat stres dan nyeri selama kehamilan dan persalinan. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah, meningkatkan interaksi dan berbagi pengalaman antar peserta (ibu hamil dengan ibu hamil) dan antar ibu hamil dengan petugas kesehatan/bidan dan meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang : senam yoga, perubahan tubuh dan keluhan, perawatan kehamilan, persalinan. Peserta kelas prenatal adalah ibu pada umur kehamilan lebih dari 20 minggu, pengabdian masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu tahap pertama menentukan sasaran ibu hamil yang akan diberikan informasi melalui Puskesmas Karanganyar, tahap kedua melakukan sosialisasi dan pelatihan prenatal yoga untuk kelas ibu hamil dengan kehamilan lebih dari 20 minggu, tahap ketiga melakukan evaluasi kepada ibu hamil dengan memberikan beberapa pertanyaan post test. Dari hasil analisis univariat sebelum diberikan penyuluhan terhadap 10 responden terdapat 8 responden memiliki pengetahuan kategori kurang, sesudah dilakukan penyuluhan didapatkan hasil dari 10 responden sebanyak 9 responden memiliki pengetahuan kategori baik dan 1 responden memiliki pengetahuan kategori kurang. Dari hasil yang didapatkan setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan responden terhadap materi yang diberikan
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. Y Umur 29 Tahun G2P1A0 pada Usia Kehamilan 34 Minggu dengan Letak Sungsang di Puskesmas Karanganyar Suci Astriani; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates remain key indicators of a nation’s health status. Based on data from the Central Java Provincial Health Office (2022), the maternal mortality rate reached 87 per 100,000 live births, while neonatal mortality was 5.9 per 1,000 live births, with the highest causes being prematurity, asphyxia, and low birth weight. One of the conditions that increases the risk of complications during pregnancy and childbirth is breech presentation, which occurs in about 3–5% of singleton pregnancies. Breech presentation is associated with prolonged labor, early rupture of membranes, cord prolapse, and increased perinatal mortality. Efforts to reduce maternal and infant mortality have been strengthened through the Safe Motherhood Initiative and comprehensive midwifery care or Continuity of Care (CoC), covering pregnancy, childbirth, postpartum, newborn, and family planning services. This study used a descriptive case study approach involving Mrs. Y, 29 years old, G2P1A0 at 34 weeks of gestation with breech presentation at Karanganyar Health Center. Comprehensive midwifery care was provided, including early detection of breech presentation, management through maternal posture exercises (knee–chest and prenatal yoga techniques), third-trimester antenatal care, labor monitoring, postpartum care, newborn assessment, and family planning counseling. The results showed that the pregnancy, childbirth, postpartum period, newborn care, and family planning processes proceeded physiologically without complications. The mother demonstrated an understanding of fetal well-being, preparation for childbirth, postpartum self-care, exclusive breastfeeding, newborn care, and postpartum contraceptive options. In conclusion, comprehensive Continuity of Care midwifery services were effective in enabling early detection of risks, improving maternal knowledge, and supporting optimal maternal and neonatal health. Complementary care such as posture exercises (knee–chest and prenatal yoga) was beneficial in helping reposition the fetus and reducing discomfort during pregnancy.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator penting dalam menggambarkan derajat kesehatan masyarakat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (2022), AKI mencapai 87 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian neonatal sebesar 5,9 per 1.000 kelahiran hidup dengan penyebab terbanyak BBLR, prematuritas, dan asfiksia. Salah satu kondisi yang berpotensi meningkatkan komplikasi kehamilan dan persalinan adalah letak sungsang, yang terjadi pada 3–5% kehamilan tunggal dan dapat menyebabkan partus lama, ketuban pecah dini, prolaps tali pusat, serta peningkatan mortalitas perinatal. Upaya pemerintah untuk menurunkan AKI dan AKB dilakukan melalui program Safe Motherhood Initiative yang mencakup pelayanan kebidanan berkesinambungan atau Continuity of Care (CoC) pada masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada Ny. Y, usia 29 tahun, G2P1A0 dengan usia kehamilan 34 minggu dan letak sungsang di Puskesmas Karanganyar. Asuhan kebidanan diberikan secara komprehensif meliputi deteksi dini letak sungsang, penatalaksanaan dengan latihan posisi (knee–chest dan prenatal yoga), pemeriksaan antenatal trimester III, pemantauan persalinan, perawatan masa nifas, penilaian bayi baru lahir, serta konseling keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa kehamilan, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, dan pelayanan KB berlangsung fisiologis tanpa komplikasi. Ibu memahami pentingnya pemantauan kesejahteraan janin, persiapan persalinan, perawatan diri pada masa nifas, pemberian ASI eksklusif, perawatan bayi baru lahir, serta pemilihan kontrasepsi pascasalin. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa pelayanan kebidanan Continuity of Care secara komprehensif efektif dalam mendeteksi dini faktor risiko, meningkatkan pengetahuan ibu, serta mendukung kesehatan ibu dan bayi secara optimal. Asuhan komplementer berupa latihan posisi seperti knee–chest dan prenatal yoga juga bermanfaat dalam membantu mengoreksi posisi janin dan mengurangi ketidaknyamanan selama kehamilan.