Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pola kemitraan BUMN dengan BUMDes dalam pemanfaatan CSR di Balkondes dan partisipasi masyarakat dalam program tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman yang mengindikasikan analisis data dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pola kemitraan BUMN dengan BUMDes dalam pemanfaatan CSR di Balkondes dilihat dari enamm tahapan meliputi tahap persiapan, pengkajian, fan perencanaan belum optimal. Hal ini dikarenakan Balkondes yang berasal dari rancangan konsep Gerai Ekonomi Desa oleh para kades ketika diadopsi oleh BUMN tidak melibatkan masyarakat. Selain itu segala sesuatu terutama Balkondes harus mendapat izin dari kades yang akhirnya berdampak terhadap potensi-potensi yang dimiliki desa untuk nantinya akan ditampilkan di Balkondes. Kemudian, untuk tahap pemformalisasi kegiatan sudah optimal. Tahap evaluasi dari keberlangsungan Balkondes sejak pembangunan adalah terbentuknya PT. Manajemen CBT Nusantara guna khusus melakukan pendampingan. Partisipasi masyarakat dalam program Balkondes meliputi: a) Transformasi kesadaran dengan pelibatan masyarakat melalui berbagai event dan penyebarluasan informasi melalui sosial media; b) Pengembangan kapasitas melalui melakukan sosialisasi dan pelatihan dasar kemammpuan keterampilan masyarakat; dan c) Peningkatan kemampuan yaitu pelibatan masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Kata Kunci: pola kemitraan, partisipasi masyarakat, balkondes