Nugroho Budi Utomo
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Model TGT untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas IV SD Negeri Kebonsari 1 Tuban Hanifa Aasaa Mufida; Supiana Dian Nurtjahyani; Nugroho Budi Utomo
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4122

Abstract

Pelajaran matematika sering dianggap sebagai salah satu materi yang paling kompleks dan sulit dipahami, yang dapat menyebabkan rendahnya motivasi belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sejauh mana penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar matematika. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas yang diadakan di SD Negeri Kebonsari 1 Tuban pada tahun ajaran 2024/2025, dengan subjek penelitian 29 siswa kelas IV. Dengan mengikuti model spiral Kemmis dan McTaggart, penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan angket motivasi belajar, kemudian dianalisis menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian memperlihatkan secara jelas peningkatan motivasi belajar siswa, dengan rata-rata nilai yang naik dari 78,66 (72,41%) pada Siklus I menjadi 85,78 (86,20%) pada Siklus II, yang telah memenuhi persentase minimal. Model TGT berhasil menciptakan lingkungan belajar yang menarik, interaktif, dan kompetitif. Berdasarkan hasil penelitian ini, model TGT direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan motivasi belajar matematika siswa.
Implementasi Model Pembelajaran Student Team-Achievement Divisions (STAD) dalam Meningkatkan Perilaku Kerjasama Peserta didik pada Pembelajaran IPAS Kelas VI UPT SD Negeri Kebonsari I Tuban Gea Elina; Supiana Dian Nurtjahyani; Nugroho Budi Utomo
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4408

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Student Teams-Achievement Divisions (STAD) dalam meningkatkan keterlibatan dan perilaku kerjasama peserta didik pada pembelajaran IPAS di kelas VI UPT SD Negeri Kebonsari I Tuban. Berdasarkan observasi, ditemukan bahwa pembelajaran dengan metode ceramah yang bersifat satu arah kurang mampu mengakomodasi kebutuhan peserta didik dengan gaya belajar kinestetik, sehingga banyak peserta didik yang kesulitan dalam menyerap materi secara optimal. Oleh karena itu, penerapan model STAD yang melibatkan aktivitas kolaboratif dalam kelompok menjadi solusi untuk meningkatkan keterlibatan dan kerjasama peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada siklus pertama, peserta didik dibagi dalam kelompok untuk berdiskusi dan mengerjakan Lembar Kerja Kelompok (LKK), namun hasil observasi menunjukkan bahwa kerjasama dalam kelompok masih rendah. Pada siklus kedua, dilakukan modifikasi dengan mengganti LKK dengan kegiatan menempel puzzle yang lebih menarik dan interaktif, yang terbukti meningkatkan antusiasme dan keterlibatan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada perilaku kerjasama peserta didik setelah modifikasi media pembelajaran dilakukan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model STAD yang didukung dengan penggunaan media pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan gaya belajar peserta didik, efektif dalam meningkatkan perilaku kerjasama dan keterlibatan mereka dalam pembelajaran IPAS. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi guru untuk mempertimbangkan model pembelajaran yang berbasis kolaborasi dan media yang menarik agar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Peningkatan Literasi Siswa Melalui Ringkasan Teks Eksplanasi dengan Model STAD Proyek Kelas IV SDN Kebonsari 1 Tuban Hardella Mistia Ayu Kartika; Supiana Dian Nurtjhayani; Nugroho Budi Utomo
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4459

Abstract

Kemampuan literasi merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki peserta didik, khususnya dalam memahami dan merangkum teks eksplanasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa kelas 6 SD Negeri Kebonsari 1 Tuban melalui penerapan model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Divisions) berbentuk proyek. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model STAD berbentuk proyek secara signifikan meningkatkan kemampuan literasi siswa. Skor rata-rata tes literasi meningkat dari 65 pada siklus pertama menjadi 80 pada siklus kedua. Selain itu, observasi menunjukkan peningkatan aktivitas dan keterlibatan siswa dalam diskusi kelompok, kualitas ringkasan teks eksplanasi, dan kemampuan presentasi. Respon siswa terhadap metode ini juga positif, dimana sebagian besar merasa lebih mudah memahami materi dan lebih tertarik pada proses pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran STAD berbentuk proyek efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa. Disarankan agar guru mengintegrasikan model ini ke dalam pembelajaran dengan memanfaatkan teks yang variatif, media interaktif, serta fasilitas pembelajaran yang mendukung. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas model ini pada mata pelajaran atau jenjang yang berbeda.