Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI SANITASI DI KELURAHAN OEBOBO KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR SUDIRHAM
Jurnal Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2016): De' Teksi- Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.646 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v1i1.105

Abstract

Kelurahan Oebobo merupakan salah satu kelurahan yang berada di pusat Kota Kupang dengan jumlah penduduk terbesar dari semua kelurahan yang ada di Kota Kupang. Dewasa ini, masyarakat kelurahan Oebobo telah mengerti pentingnya sanitasi. Di mana, di kelurahan tersebut telah ada layanan pengangkutan sampah dan tidak buang air besar sembarangan. Pemenuhan air bersih menjadi masalh tersendiri di kelurahan ini. Program sanitasi yang diadakan oleh pemerintah juga telah dilaksanakan, namun masih belum menjangkau seluruh wilayah kelurahan Oebobo. Ketersediaan air baku yang minim, tidak adanya saluran PDAM yang menjangkau, tidak adanya penyediaan air bersih umum atau komunal untuk masyarakat, didukung kondisi ekonomi yang rendah serta tingkat pendidikan yang rendah pula.Keadaan tersebut menimbulkan efek negatif, di mana terjadi pencurian air bersih dengan cara pelubangan pada pipa saluran yang ada (Fandoe, 2010). Dalam studi ini akan dibahas lebih detai terkait kendala dan strategi dalam pengelolaan sanitasi di kelurahan Oebobo dengan menggunakan metode Causal Loop Diagrams (CLD). Dari hasil analisa diperoleh kesimpulan ketersediaan sarana dan prasarana sanitasi bahwa pada kelurahan Oebobo masih sangat terbatas. Hal tersebut dikarenakan kondisi geologi wilayah yang kurang mendukung, pendapatan penduduk yang rendah dan pendidikan yang rendah.Berdasarkan hasil analisa dengan CLD. Dengan adanya permasalahan yang ada, sanitasi di kelurahan Oebobo dapat dikembangkan dengan cara melakukan pendekatan bottom up approach.
ANALISA PERBANDINGANN LAPIS PONDASI BAWAH CTB, LIMBAH STONE CRUSHER (ABU BATU) DAN TELFORD TERHADAP JALAN PAVING POROS DESA DI KABUPATEN BOJONEGORO SUDIRHAM
Jurnal Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2016): De' Teksi- Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/de'teksi.v1i2.113

Abstract

Terdapat banyak cara dalam perancangan macam jenis pembangunan jalan seperti perkerasan dengan mnggunakan aspal, beton, paving dan lain lain. Namun semua tentunya haruslah didukug juga dengan leveling (lapisan bawah) yang sesui dengan kondisi tempat. Jika kita selah dalam perencanaan tentunya akan sangat tidak mengunungkan kedepanya. Dalam mekalah ini dilakukan dengan metode analisis komponen. Dan dri hasil analisa diketahui bahwa metode yang digunakan sudah tepat.
PERENCANAAN JALAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) PADA JALAN POROS KAPAS – SAMPANG STA 0+000 – STA 1+000 KEC. SUKOSEWU KAB.BOJONEGORO Sudirham; Desi Lestari, Berta
Jurnal Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2019): De' Teksi- Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.582 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v4i2.212

Abstract

Perkerasan jalan merupakan lapisan perkerasan yang terletak diantara lapisan tanah dasar dan roda kendaraan yang berfungsi memberikan pelayanan kepada sarana transportasi, diharapkan selama masa pelayanan tidak terjadi kerusakan yang berarti. Bahan dan material pembentuk lapisan perkerasan jalan adalah agregat sebagai material utama yang berpengaruh terhadap daya dukung lapisan permukaan jalan dan aspal sebagai bahan pengikat agregat agar lapisanperkerasan kedap air. Dua jenis perkerasan yang biasa digunakan yaitu perkerasan lentur yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikatnya dan perkerasan kaku yang menggunakan semen sebagai bahan pengikat agregat. Jalan darat sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Seiring perkembangan ekonomi, kesejaheraan masyarakat pun meningkat sehingga intesitas penggunaan jalan darat juga meningkat. Tingginya kendaraanyang lewat mengakibatkan turunnya tingkat pelayanan jalan yang ditandai dengan adanya kerusakan pada lapisan perkerasaan jalan.Penggunaan konstruksi perkerasan lentur di Indonesia kebanyakan mengunakan perkerasan lentur dibandingkan dengan konstruksi perkerasan kaku, karena memiliki keunggulan ekonomis. Pada dasarnya perencanaan umur perkerasaan jalan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lalu lintas yang ada. Pada umumnya didesain dalamkurun waktu anatara 10-20 tahun, sehingga diharapkan tidak akan mengalami kerusakan 5 tahun pertama.Perlu diadakan peningkatan kualitas jalan salah satunya menggunakan Perkerasan Kaku atau dikenal dengan (Rigid Pavement). Oleh karena itu dalam merencanakan suatu konstruksi perkeraaan kaku (rigid pavement) diperlukan penelitian yang kompleks dan spesifik sehingga akan diperoleh perencanaan tebal perkerasan beton semen serta tulangan berupa dowel yang mampu mendukung beban yang melintasi ruas jalan tersebut.