Perkerasan jalan merupakan lapisan perkerasan yang terletak diantara lapisan tanah dasar dan roda kendaraan yang berfungsi memberikan pelayanan kepada sarana transportasi, diharapkan selama masa pelayanan tidak terjadi kerusakan yang berarti. Bahan dan material pembentuk lapisan perkerasan jalan adalah agregat sebagai material utama yang berpengaruh terhadap daya dukung lapisan permukaan jalan dan aspal sebagai bahan pengikat agregat agar lapisanperkerasan kedap air. Dua jenis perkerasan yang biasa digunakan yaitu perkerasan lentur yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikatnya dan perkerasan kaku yang menggunakan semen sebagai bahan pengikat agregat. Jalan darat sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Seiring perkembangan ekonomi, kesejaheraan masyarakat pun meningkat sehingga intesitas penggunaan jalan darat juga meningkat. Tingginya kendaraanyang lewat mengakibatkan turunnya tingkat pelayanan jalan yang ditandai dengan adanya kerusakan pada lapisan perkerasaan jalan.Penggunaan konstruksi perkerasan lentur di Indonesia kebanyakan mengunakan perkerasan lentur dibandingkan dengan konstruksi perkerasan kaku, karena memiliki keunggulan ekonomis. Pada dasarnya perencanaan umur perkerasaan jalan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lalu lintas yang ada. Pada umumnya didesain dalamkurun waktu anatara 10-20 tahun, sehingga diharapkan tidak akan mengalami kerusakan 5 tahun pertama.Perlu diadakan peningkatan kualitas jalan salah satunya menggunakan Perkerasan Kaku atau dikenal dengan (Rigid Pavement). Oleh karena itu dalam merencanakan suatu konstruksi perkeraaan kaku (rigid pavement) diperlukan penelitian yang kompleks dan spesifik sehingga akan diperoleh perencanaan tebal perkerasan beton semen serta tulangan berupa dowel yang mampu mendukung beban yang melintasi ruas jalan tersebut.