Industri modern memerlukan berbagai peralatan untuk menunjang kegiatan operasional, salah satunya adalah mesin bubut yang mempunyai peranan penting dalam industri manufaktur, terutama dalam proses pemesinan logam dan pembuatan komponen presisi. Namun, meskipun dirancang untuk beroperasi dengan stabil, mesin bubut menghasilkan getaran yang dapat mempengaruhi kualitas pemotongan, mempercepat keausan komponen, serta memperpendek umur mesin. Getaran ini dipengaruhi oleh pergerakan putaran spindel dan proses pemakanan benda kerja. Oleh karena itu, pengelolaan getaran sangat diperlukan agar proses pemesinan dapat berlangsung dengan efisien dan akurat. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan menganalisis getaran pada mesin bubut adalah dengan menggunakan alat ukur getara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak getaran benda kerja. Variasi putaran yang diuji adalah 200 rpm, 160 rpm, dan 125 rpm, sementara diameter benda kerja yang digunakan adalah 1,25 inci, 1,5 inci, dan 2 inci. Alat yang digunakan untuk mengukur getaran adalah Vibration Meter tipe VM-6380. Data yang diambil pada tiga arah (vertikal, horizontal, dan aksial).Pengukuran getaran menunjukkan bahwa amplitudo tertinggi pada arah aksial terjadi dengan nilai 0,1065 mm pada material berdiameter 1,25” dengan kecepatan putaran spindel 200 rpm. Pada arah vertikal, amplitudo tertinggi tercatat sebesar 0,0503 mm, sedangkan pada arah horizontal sebesar 0,0375 mm, keduanya juga terjadi pada material berdiameter 1,25” dengan kecepatan putaran spindel yang sama, yaitu 200 rpm. Dari berbagai variasi diameter benda kerja yang digunakan, amplitudo terbesar terjadi pada pengukuran aksial dengan nilai 0,1065 mm, menggunakan benda kerja berdiameter 1,25” dan kecepatan putaran spindel 200 rpm.