Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Seawater Intrusion Assessment based on Geological, Hydrogeological, Cl/Br vs Cl Graphical Analysis, Recharge Area, and Groundwater Usage in Makassar Coastal Area, South Sulawesi, Indonesia Nugroho, Sunu Ardhi; Wilopo, Wahyu; Lathif, Iqbal Fuady Ahmad; Taufiq, Ahmad
Journal of Applied Geology Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Geological Engineering Department Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jag.101429

Abstract

Seawater intrusion is a major concern in coastal urban areas like Makassar, where groundwater is a crucial water source. This study assesses seawater intrusion using multiple approaches, including geological and hydrogeological analysis, Cl/Br vs. Cl graphical analysis, recharge area land use, groundwater usage, and previous seawater intrusion vulnerability mapping. From 20 groundwater samples, five were categorized as brackish and then analyzed using these six perspectives. Geologically, two shallow wells in Mariso and Manggala contain brackish water due to trapped marine sediments, supported hydrogeologically by local groundwater flow patterns indicating past shallow seawater traps, while wells in Tallo show no such indications. Cl/Br vs. Cl graphical analysis classifies the shallow well in Tallo as Seawater, one in Manggala as Brine Basin, and three others as landfill leachate, suggesting anthropogenic contamination. Most groundwater recharge areas are residential and built-up, limiting infiltration and contributing to seawater intrusion. Groundwater usage is highest in Tallo, moderately high in Mariso and Manggala, and moderate in Ujung Pandang. Vulnerability mapping places the Tallo well in a high-risk zone, the Mariso well in a low-risk zone, and the Manggala well in a non-vulnerable area. Across these perspectives, only one sample in the Tallo District is confirmed to experience seawater intrusion.
Kerentanan Air Tanah Terhadap Intrusi Air Laut Dengan Menggunakan Metode GALDIT di Sekitar Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan Lathif, Iqbal Fuady Ahmad; Wilopo, Wahyu; Handini, Esti
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Makassar yang berkembang pesat banyak menghadapi tantangan pemenuhan kebutuhan air bersih, terutama dari air tanah yang secara kualitas lebih baik. Di wilayah pesisir, pemanfaatan air tanah yang berlebihan dapat memicu intrusi air laut, yang menyebabkan penurunan kualitas air tanah di beberapa daerah di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode GALDIT yang dimodifikasi dengan menambahkan parameter kepadatan penduduk untuk menilai kerentanan air tanah terhadap intrusi air laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pesisir Makassar memiliki dua tipe akuifer, yaitu akuifer bebas pada bagian atas yang tersusun dari pasir dan pasir lempungan, serta akuifer semi tertekan di bagian bawah yang tersusun dari batupasir, batupasir lempungan, dan batupasir tufan. Aliran air tanah bergerak dari daerah tinggian di tenggara menuju barat laut, dengan daerah pembuangan di laut Selat Makassar. Terdapat tiga zona kerentanan air tanah: tinggi, sedang, dan rendah. Zona kerentanan tinggi ditemukan di Kecamatan Mariso, Wajo, dan Tallo, yang dipengaruhi oleh genangan air laut akibat reklamasi pantai dan interaksi suplai air sungai dengan air tanah di daerah muara. Analisis menunjukkan bahwa kepadatan penduduk adalah parameter paling signifikan dalam menentukan kerentanan, diikuti oleh muka air tanah, jarak dari garis pantai, konduktivitas hidraulika, tebal akuifer, tipe akuifer, dan dampak status intrusi.