Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dynamics of Collaboration Among Work Units at Adi Soemarmo Airport in Serving Umrah Pilgrims Kusuma, Regina Dwi Sekar; Nasution, Fauzia Fahmi Yuniarti
Advances In Social Humanities Research Vol. 3 No. 3 (2025): Advances In Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v3i3.406

Abstract

As providers of air transportation services, airport managers must ensure optimal operational services, which require efficient collaboration between various work units. This collaboration is vital for the service of Umrah pilgrims at Adi Soemarmo Airport, focusing on the security and safety of the pilgrims from different aspects by coordinating with relevant stakeholders. The availability of clean and safe facilities and areas that pilgrims pass through, both during departure and arrival, is essential. Officers need to be vigilant about maintaining the security and safety of Umrah pilgrims throughout their time at the airport. This research aims to explore the dynamics of collaboration between work units at Adi Soemarmo Airport and evaluate how these collaborations ensure the smooth running of Umrah pilgrim services. The study uses a qualitative exploratory approach to collect and analyze data in depth. Data collection methods include interviews, observations, documentation, and other techniques to gather contextual information. The results indicate that collaboration among work units for Umrah pilgrim services has been efficient and in line with established SOPs. Key units involved in these services include the Landside/Terminal Unit, Airside Unit, Aviation Security Unit, CIQ Unit, KKP Unit, Ground Handling, Transportation Agency, Religion, and Airlines. Coordination is facilitated through three media: HT, PABX, and Extend, with morning briefings serving as the primary form of collaboration. Pilgrims' luggage is collected a day before departure (H-1) and loaded onto the plane. Pilgrims go through two security checks and immigration during departure, while arrival involves customs and baggage claim procedures. Required documents include tickets, passports, Umrah visas, health certificates, and meningitis vaccines.
Dinamika Kolaborasi Antar Unit Kerja di Bandar Udara Adi Soemarmo Dalam Pelayanan Jamaah Umroh Kusuma, Regina Dwi Sekar; Yuniarti Nasution, Fauzia Fahmi
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i5.7975

Abstract

Lembaga mediasi adalah lembaga yang berfungsi sebagai pihak ketiga yang netral, independen, dan profesional, yang membantu para pihak yang bersengketa untuk mencapai kesepakatan damai secara sukarela, tanpa mengikat, dan tanpa menggantikan keputusan para pihak. Tujuan penelitian untuk mengetahui urgensi lembaga mediasi dalam rangka penyelesaian sengketa adat di Bali. Untuk mengetahui bentuk, fungsi, dan peran lembaga mediasi dalam rangka penyelesaian sengketa adat di Bali. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian hukum normatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis adalah dengan melakukan studi pustaka. Teknik analisis data yang dilakukan oleh penulis adalah dengan menggunakan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lembaga mediasi dapat memberikan solusi yang lebih sesuai dengan karakteristik dan kearifan lokal masyarakat adat Bali, yang mengutamakan musyawarah, mufakat, dan rekonsiliasi, daripada litigasi, yang bersifat konfrontatif, kompetitif, dan win-lose. Lembaga mediasi dapat memberikan solusi yang lebih menghormati dan melindungi hak asasi manusia, khususnya hak-hak masyarakat adat, yang seringkali terabaikan atau dilanggar oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Lembaga mediasi dapat memberikan solusi yang lebih berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat adat, lingkungan, dan pembangunan, daripada solusi yang bersifat sementara, pragmatis, dan berdampak negatif. Bentuk lembaga mediasi dalam penyelesaian sengketa adat di Bali dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Lembaga Mediasi Adat, Lembaga Mediasi Independen, Lembaga Mediasi Profesional.
Dinamika Kolaborasi Antar Unit Kerja di Bandar Udara Adi Soemarmo Dalam Pelayanan Jamaah Umroh Kusuma, Regina Dwi Sekar; Yuniarti Nasution, Fauzia Fahmi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i5.59082

Abstract

Lembaga mediasi adalah lembaga yang berfungsi sebagai pihak ketiga yang netral, independen, dan profesional, yang membantu para pihak yang bersengketa untuk mencapai kesepakatan damai secara sukarela, tanpa mengikat, dan tanpa menggantikan keputusan para pihak. Tujuan penelitian untuk mengetahui urgensi lembaga mediasi dalam rangka penyelesaian sengketa adat di Bali. Untuk mengetahui bentuk, fungsi, dan peran lembaga mediasi dalam rangka penyelesaian sengketa adat di Bali. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian hukum normatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis adalah dengan melakukan studi pustaka. Teknik analisis data yang dilakukan oleh penulis adalah dengan menggunakan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lembaga mediasi dapat memberikan solusi yang lebih sesuai dengan karakteristik dan kearifan lokal masyarakat adat Bali, yang mengutamakan musyawarah, mufakat, dan rekonsiliasi, daripada litigasi, yang bersifat konfrontatif, kompetitif, dan win-lose. Lembaga mediasi dapat memberikan solusi yang lebih menghormati dan melindungi hak asasi manusia, khususnya hak-hak masyarakat adat, yang seringkali terabaikan atau dilanggar oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Lembaga mediasi dapat memberikan solusi yang lebih berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat adat, lingkungan, dan pembangunan, daripada solusi yang bersifat sementara, pragmatis, dan berdampak negatif. Bentuk lembaga mediasi dalam penyelesaian sengketa adat di Bali dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Lembaga Mediasi Adat, Lembaga Mediasi Independen, Lembaga Mediasi Profesional.