Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan primer di Indonesia menghadapi tantangan dalam meningkatkan kepuasan pasien, terutama di daerah pedesaan seperti Desa Koto Masjid. Berbagai kendala yang dihadapi meliputi antrian panjang, kurangnya informasi layanan, minimnya mekanisme pengaduan formal, dan komunikasi yang kurang efektif antara tenaga kesehatan dan pasien. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan mutu pelayanan kesehatan melalui implementasi sistem umpan balik digital berbasis QR Code di Puskesmas Pulau Gadang Desa Koto Masjid. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan model Plan-Do-Check-Act (PDCA) yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindakan perbaikan secara berkelanjutan. Tahap perencanaan meliputi survei lapangan dan perancangan sistem QR Code menggunakan Google Forms, sedangkan tahap pelaksanaan mencakup peluncuran QR Code kepada masyarakat dan pelatihan kepada petugas kesehatan. Hasil menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat mencapai 51 responden dengan peningkatan skor kepuasan rata-rata sebesar 18,37%. Analisis paired sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p < 0,05), yang membuktikan bahwa intervensi memberikan dampak positif terhadap persepsi masyarakat. Implementasi QR Code efektif meningkatkan partisipasi umpan balik dari 15% menjadi 62%. Kesimpulan menunjukkan sistem umpan balik digital berpotensi meningkatkan responsivitas layanan kesehatan primer, memudahkan identifikasi area perbaikan, dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 tentang kesehatan yang baik dan kesejahteraan.