Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PANTASKAH SAYA MEMBULLY SESAMA TEMAN? Jeni Harianto; The, Lianah
Abdi Dharma Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v5i1.3578

Abstract

Maraknya kasus bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah yang sering kali tidak terawasi dengan baik menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Tindakan bullying dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan siswa, baik bagi korban maupun pelaku. Berangkat dari permasalahan tersebut, Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying serta memberikan mereka strategi untuk menolak dan mengatasi tindakan tersebut. Beberapa metode yang diterapkan dalam sosialisasi ini meliputi presentasi interaktif, diskusi berbagi pengalaman, serta role play yang melibatkan siswa secara langsung. Melalui pendekatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami konsep bullying secara teoritis, tetapi juga mampu mengenali bentuk-bentuk bullying serta mengembangkan keterampilan dalam menghadapi situasi yang berpotensi merugikan mereka. Berdasarkan hasil temuan selama pelaksanaan program, diketahui bahwa bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah meliputi penghinaan terkait orang tua, body shaming, pemberian julukan yang merendahkan, serta cyber bullying melalui media sosial. Jenis-jenis tindakan ini memberikan dampak psikologis yang cukup besar terhadap korban, seperti penurunan rasa percaya diri, kecemasan, bahkan depresi. Oleh karena itu, sebagai langkah konkret dalam pencegahan bullying, program ini berhasil membentuk Duta Anti-Bullying dan Kekerasan di setiap tingkatan sekolah. Para duta ini memiliki tanggung jawab untuk membantu investigasi kasus bullying serta melaporkan kejadian yang mereka temui kepada pihak sekolah guna mencegah eskalasi lebih lanjut. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis interaksi aktif efektif dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi siswa dalam mencegah bullying di lingkungan sekolah. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa memiliki pemahaman yang lebih baik terkait dampak bullying serta mampu mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menanggulangi permasalahan tersebut, baik secara individu maupun dalam kelompok sosial mereka.
Program Rumah Asa: Harapan untuk Mereka yang Terlantar Lianah The; Andy, Andy; Jeni Harianto; Duha, Delfina Wahyu; Ariswana, Aan Novisga; Syahrudin, Ardian
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Mei : NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v6i2.7600

Abstract

This research was conducted to describe the condition of displaced communities who experience limitations in meeting basic needs, such as decent housing, access to education, and health services. Socio-economic inequality is the main factor that affects the quality of life of vulnerable groups, including children, adults, and the elderly. The Rumah Asa program is designed as an effort to provide protection, psychological support, and economic empowerment through skills training and health services according to needs. The research used a qualitative approach through interviews, field observations, and questionnaire dissemination to gain an in-depth understanding of the respondents' living situation. The research population consisted of displaced individuals who had the potential to become beneficiaries of the program. The data obtained were analyzed to identify patterns of vulnerability and intervention needs. The results showed that each respondent faced unstable socio-economic conditions, with limited income, lack of family support, and high health risks. The discussion showed that neglect is multidimensional and requires comprehensive interventions that include material, emotional, social, and health aspects. The conclusion of the study confirms that the Rumah Asa Program has great potential as a model of effective social intervention in improving the quality of life of vulnerable groups, as long as it is supported by the collaboration of the community, government, and social institutions.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING MELALUI PELATIHAN ADMINISTRASI DAN TEKNIK KONSELING Jeni Harianto; Serius Zebua
Abdi Dharma Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v6i1.4405

Abstract

Kompetensi guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan karier peserta didik secara komprehensif. Guru BK tidak hanya berfungsi sebagai fasilitator layanan konseling, tetapi juga sebagai perancang program, pengelola administrasi layanan, serta pelaksana intervensi berbasis kebutuhan peserta didik. Namun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala, khususnya dalam penyusunan administrasi layanan BK yang sistematis dan penerapan teknik konseling yang efektif sesuai karakteristik permasalahan siswa. Meskipun peran guru BK sangat strategis, pelatihan yang secara terintegrasi menguatkan kompetensi administratif dan teknik konseling secara sistematis masih terbatas, khususnya di lingkungan pendidikan Buddhis. Keterbatasan tersebut berdampak pada belum optimalnya kualitas layanan yang diberikan di sekolah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru BK melalui pelatihan administrasi layanan dan penguatan keterampilan teknik konseling. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dengan melibatkan guru BK yang tergabung dalam Badan Koordinasi Pendidikan Buddhis Indonesia (BKPBI). Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif yang mengintegrasikan pemaparan materi, diskusi interaktif, studi kasus, praktik penyusunan dokumen administrasi, serta simulasi teknik konseling. Data dikumpulkan melalui observasi selama pelatihan, dokumentasi kegiatan, dan evaluasi umpan balik peserta untuk mengukur tingkat pemahaman serta kepuasan terhadap materi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dalam penyusunan program BK tahunan, pengelolaan administrasi layanan, serta penerapan teknik konseling secara lebih terstruktur dan reflektif. Secara keseluruhan, pelatihan ini berkontribusi terhadap peningkatan profesionalisme guru BK dan penguatan kualitas layanan konseling di lingkungan sekolah.