desfianti, Safina
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembagan Sistem Informasi Dan Pengembangan Kawasan Cagar Budaya Kerajaan Singosari Malang Sebagai Heritage Tourism: Development of Information Systems and Development of the Singosari Malang Kingdom Cultural Heritage Area as Heritage Tourism desfianti, Safina
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2025): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v6i1.4498

Abstract

Pengembangan sistem informasi dan pengelolaan situs-situs cagar budaya di Singosari, Malang, merupakan langkah penting yang tidak hanya bertujuan untuk melestarikan warisan sejarah, namun juga memanfaatkan potensi tersebut sebagai daya tarik wisata yang signifikan. Singosari, yang dikenal sebagai bekas pusat Kerajaan Singosari pada abad ke-13, menyimpan berbagai situs bersejarah yang kaya akan nilai sejarah dan arsitektur, termasuk Candi Singosari dan Candi Jago. Situs-situs ini tidak hanya berfungsi sebagai tujuan wisata, tetapi juga sebagai pengingat penting akan sejarah dan identitas budaya bangsa. Di era digital seperti sekarang ini, pengelolaan cagar budaya harus didukung oleh sistem informasi yang efektif. Teknologi informasi memungkinkan penyajian informasi mengenai cagar budaya dengan cara yang lebih interaktif dan menarik. Melalui platform digital, pengunjung dapat dengan mudah mengakses informasi yang relevan terkait sejarah, fungsi, dan nilai budaya dari setiap situs. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan teknologi informasi dalam pengelolaan cagar budaya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan cagar budaya. Sistem informasi yang baik tidak hanya membantu dalam penyebaran informasi, tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya.
Akulturasi Islam Dan Adat Dalam Seloko Jambi: Warisan Lisan Penuh Nilai Desfianti, Safina; Hudaidah, Hudaidah
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol. 3 No. 3 (2025): Mei: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v3i3.1022

Abstract

This article discusses the acculturation process between Islam and adat in the oral tradition of seloko that developed among the Jambi Malay community. Seloko, as a customary expression passed down from generation to generation, not only contains cultural values, but also becomes a medium for internalizing Islamic teachings in a contextual and local form. Through a descriptive qualitative approach and literature study, this article shows that Islamic values such as justice, deliberation, obedience to God, and respect for others are deeply embedded in the philosophical and practical structure of seloko. The process of Islamization in Jambi took place peacefully and harmoniously through a cultural approach, where ulama and traditional leaders made seloko a means of da'wah and character education. The integration of customary law and Islamic law is also reflected in the use of seloko in traditional deliberation forums that unite social, religious and legal aspects.
Tantangan Pembelajaran IPS dalam Pembelajaran Inovatif Laila, Masayu; Desfianti, Safina; Amanullah, Rakha agusti; Safitri, Sani
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol. 3 No. 3 (2025): Mei: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v3i3.1036

Abstract

Social studies (IPS) learning is very important to provide students with the knowledge and skills needed to understand the social, cultural, economic, and political dynamics that occur in society. However, in an era of ever-evolving education, IPS learning faces various challenges, especially in the application of innovative learning. This article discusses the main challenges faced in the implementation of innovative IPS learning, such as limited resources, lack of curriculum flexibility, and teaching methods that are less in line with current developments. The use of technology in IPS learning is an issue that needs attention, considering that there are still many teachers who do not have optimal skills in utilizing technology. To overcome this problem, educators must change their way of thinking, get good training, and provide appropriate facilities and infrastructure. With an innovative learning approach in IPS, students are not only taught material but also taught modern skills such as creativity, critical thinking, and collaboration. These skills are very important for designing students to solve problems around the world.
MENJELASKAN PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA KHALIFAH KE I IV Desfianti, Safina; Ema Deva Amilia; Hudaidah
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/karmawibangga.v8i1.9074

Abstract

Periode Khulafaur Rasyidin (632-661 M) merupakan periode krusial dalam sejarah Islam, menandai peralihan kekuasaan setelah wafatnya Nabi Muhammad. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan Islam pada masa pemerintahan empat khalifah pertama, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Pengumpulan data dilakukan melalui kajian pustaka, dengan menelaah berbagai sumber sejarah dan literatur Islam, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Abu Bakar berfokus pada pemulihan stabilitas masyarakat melalui pemberantasan kemurtadan dan kodifikasi Al Qur'an. Pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, wilayah Islam berkembang pesat di Persia, Suriah, dan Mesir, disertai dengan pembentukan sistem administrasi pemerintahan. Utsman bin Affan menekankan standarisasi manuskrip Al-Qur'an dan ekspansi ke Afrika Utara dan Armenia. Meskipun era Ali bin Abi Thalib diwarnai oleh konflik internal, beliau tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan ilmu pengetahuan. Kepemimpinan keempat khalifah ini pada akhirnya meletakkan fondasi yang kokoh bagi peradaban Islam yang berlandaskan keadilan, ketertiban, dan tauhid. Katakunci: Khalifah, Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, peradaban Islam.