Ema Deva Amilia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengenal Konsep Pembelajaran Abad 21 dan Peran Guru dalam Pembelajaran Abad 21 Ema Deva Amilia; Cendy Lestari; Masayu Laila Nadalina; M Juniansyah; Sani Safitri; Rani Oktapiani
SOSIAL : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS Vol 3 No 4 (2025): SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/sosial.v3i4.1377

Abstract

The advancement of knowledge and technology in the 21st century has changed human life patterns and demands a transformation in the world of education to be able to prepare students to face global challenges. 21st-century education emphasizes the mastery of critical, creative, communicative, collaborative skills, and technological literacy needed in the digital era.The purpose of this study is to investigate the idea of 21st-century learning, relevant learning models, and the role of teachers as facilitators, innovators, and agents of change in the modern learning process. This study uses a library research strategy by reviewing numerous scientific materials linked to 21st-century competencies, Learning methods including cooperative Learning, Project Based Learning, Problem Based Learning, and Discovery Learning, as well as the TPACK framework as a basis for technology integration. The study’s findings show that 21st-century learning requires the implementation of a learner-centered approach and the planned use of technology to raise the standard of learning procedures and results. In addition, teachers have a strategic role in guiding to enable pupils to acquire higher order thinking abilities and adapt to changing times. The implications of this study emphasize the importance of strengthening teacher competencies and implementing innovative learning models is an attempt to raise educational standards in the global era.
MENJELASKAN PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA KHALIFAH KE I IV Desfianti, Safina; Ema Deva Amilia; Hudaidah
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/karmawibangga.v8i1.9074

Abstract

Periode Khulafaur Rasyidin (632-661 M) merupakan periode krusial dalam sejarah Islam, menandai peralihan kekuasaan setelah wafatnya Nabi Muhammad. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan Islam pada masa pemerintahan empat khalifah pertama, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Pengumpulan data dilakukan melalui kajian pustaka, dengan menelaah berbagai sumber sejarah dan literatur Islam, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Abu Bakar berfokus pada pemulihan stabilitas masyarakat melalui pemberantasan kemurtadan dan kodifikasi Al Qur'an. Pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, wilayah Islam berkembang pesat di Persia, Suriah, dan Mesir, disertai dengan pembentukan sistem administrasi pemerintahan. Utsman bin Affan menekankan standarisasi manuskrip Al-Qur'an dan ekspansi ke Afrika Utara dan Armenia. Meskipun era Ali bin Abi Thalib diwarnai oleh konflik internal, beliau tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan ilmu pengetahuan. Kepemimpinan keempat khalifah ini pada akhirnya meletakkan fondasi yang kokoh bagi peradaban Islam yang berlandaskan keadilan, ketertiban, dan tauhid. Katakunci: Khalifah, Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, peradaban Islam.